Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mencari Sebuah Kenyamanan


__ADS_3

David mulai membuka pintu kamarnya. Dia melihat Bella sedang berdiri di hadapannya. Rambutnya tergerai di bahu dan lehernya, ikalnya nampak berantakan yang mengkilap karena sorotan cahaya lampu di belakangnya. Wajahnya sangat pucat, ada bayangan di cekungan mata, dagu dan sebagian lehernya yang berwarna ungu.


Bella berharap ada sesuatu yang cerdas untuk dikatakan. Namun, tenggorokannya tiba-tiba tersumbat oleh dinginnya angin malam yang berkabut, yang bisa dia ucapkan hanya bisikan serak untuk meminta ijin agar dia diperbolehkan masuk.


David menganggukkan kepalanya dan menarik lembut tangan Bella untuk masuk ke dalam kamarnya.


Pria itu membuka mantel baju Bella dari belakang. Dia tidak pernah secanggung itu dalam menghadapi wanita.


"Terima kasih," ucap Bella lembut.


Ketika seseorang ingin menyingkirkan obsesi yang dimilikinya, dia pasti ingin melakukannya dengan cepat. Tapi dia menyadari bukan seperti itu dia melihatnya. Justru sebaliknya dia merasa dikendalikan oleh kebutuhan untuk dilihat, didengar dan dimengerti.


Tetapi yang bisa dirasakan Bella saat ini hanya denyut jantungnya yang terasa cepat saat tangan David memeluk pinggangnya dari belakang. Bulu pucat pada lengannya terlihat bergetar ketika jari David mulai menyusurinya.


"Tidak seperti itu," batin Bella. Dia harus memastikan satu hal terlebih dahulu sebelum mereka berbuat lebih.


Bella lalu merenggangkan pelukan David di pinggangnya dan mulai membuat jarak antara mereka. Jarak yang membuat luka untuk mereka.


"Satu pertanyaan!" ucap Bella membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah David.


"Bisnis?" Bella berniat menanyakan pertanyaan yang lebih cepat dan detail tapi hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya.


"Bukan, tapi lebih ke rasa tertarik untuk memilikimu," kata David menarik tangan Bella dan mendekap tubuhnya erat.


Tangan pria itu mulai masuk ke dalam ceruk leher wanita itu dan meraih tengkuknya dengan lembut.


"Apa kau selalu melakukan ini pada klienmu?" tanya Bella ketika bibir pria itu mulai menelusuri pipinya yang lembut dan kenyal.


"Biasanya aku melakukannya pada pukul sepuluh dan selesai sebelum pukul satu. Dan aku pulang ke rumah setelahnya. Bukankah waktu yang sangat singkat untuk bermain?" tanya David. Dia mengira jika Bella pernah melakukan hal ini dengan Cristian sebelum ini.


"Kau memang betul seorang bajingan," ucap Bella tersenyum. Lalu sebuah gigitan kecil mampir di bibir wanita itu membuat Bella yang nervous tersentak kaget.


"Kenapa tidak dengan istrimu saja?" tanya Bella sebelum bibir mereka saling bersentuhan.


"Kami berdua sama-sama bebas tidak terikat satu sama lain, jika kami membutuhkannya maka kami akan melakukannya jika salah dari kami tidak menginginkannya maka tidak akan memaksa pasangannya, yang dia butuhkan hanya status sebagai istri Sinclair."

__ADS_1


"Lalu apa yang kau inginkan dariku?" tanya Bella.


"Memilikimu sepenuhnya dan merasaimu hingga kedalaman yang ada," jawab David lalu mulai menyambar bibir Bella seperti seorang kehausan.


Berhubungan dengan Cristian hingga membuatnya lupa bagaimana cara berciuman yang baik. Yah pria itu terlalu menghormati atau tidak mempunyai hasrat untuk menyentuhnya.


Ciuman David membangkitkan percikan api di dalam dirinya yang lama padam. Terakhir kali di berciuman dengan teman kuliahnya dulu.


Mereka melepaskan tautan bibir itu. Wajah putih wanita itu telah memerah, manik matanya telah menggelap dan David bisa melihat ada gairah yang terpendam di sana.


"Apa hatimu merasa lebih baik? Jika tidak, kita tidak usah teruskan saja," pancing pria itu.


Perkataan David membuat hati Bella menjadi kecewa. Apakah pria itu menganggap dirinya tidak menarik sama seperti Cristian?


"Buatlah aku melupakan rasa sakitku, ku mohon!" pinta Bella.


David melihat kesungguhan di matanya yang jernih. Dengan perlahan pria itu mulai mengeratkan pelukannya dan menyentuh wajah Bella.


"Aku akan membuatmu melupakan rasa sakitmu itu," ucap David.


Mereka lalu melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan melalui batasan yang ada. Hingga David yang mengira jika Bella itu telah terbiasa akan hal ini terkejut ketika tahu jika wanita itu masih tersegel dengan baik.


"Apakah hal itu masalah besar untukmu?" tanya Bella.


"Tidak hanya saja, aku kira kau wanita yang telah berpengalaman sebelumnya," jawab David tetapi ditanggapi berbeda oleh wanita itu. Dia lalu menarik dirinya dan menarik sebuah selimut untuk menutupi dirinya dengan raut wajah yang terlihat sangat marah dan kesal.


Tapi tangan Kokok dan besar milik David menarik lagi kaki Bella dan mulai mengungkungnya.


"Apa kau rela jika aku yang akan mendapatkannya? Katakan Bella aku menunggu jawabanmu."


"Jika kau masih ragu kita hentikan saja," jawab tegas Bella.


"Aku hanya merasa tersanjung untuk hal ini," jawab David tersenyum dan mulai menciumi wajah Bella.


Bella sendiri hanya mendesah seraya memegang lengan kokoh David. David sendiri merasa gugup dan sangat berdebar. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya bercinta dengan wanita yang masih bersegel.

__ADS_1


Pria itu mulai membuka celana terakhir yang dipakainya membuat Bella menahan nafasnya ketika melihat kepemilikan yang besar, tegak dan menantang. Bella menelan salivanya dalam-dalam.


David seperti tahu apa yang dipikirkan Bella.


"Awalnya sedikit sakit, tapi akan berlanjut menyenangkan," ujar pria itu menyambar bibir mungil Bella dan tangannya bermain-main di daerah inti wanita itu. Membuat Bella melenguh, menekukkan tubuhnya, saat seribu kupu-kupu seperti terbang di perutnya.


"Pandang aku Bella karena mulai kini hanya wajahku yang akan selalu kau lihat setiap saat," perintah David. Pria itu suka dipandang ketika melakukan aksinya.


Saat itu pula David mulai mengarahkan senjatanya dan permainan dimulai. Wajah Bella meringis kesakitan dan David mencoba mengalihkannya lewat ciuman. Hingga ketika dia terlihat nyaman maka ritme itu dinaikkan.


Bella bergerak, seiring hujaman yang diperolehnya. Dia meraih David dengan setiap otot dalam tubuhnya, untuk menyambut, untuk mendekap, dan menikmati tarikan dan hujaman yang ada dalam tubuhnya. Untuk menyetubuhi dan disetubuhi, dengan kepuasan yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata.


Hingga David mulai mengerang, Bella melihat wajahnya, raut kepuasan ketika dia mencapai puncak kenikmatan. Pria itu terbuka dalam mengungkap dirinya saat sedang bercinta.


Hingga mereka berdua terkulai lemas, dan tubuh besar nan berat milik David berbaring di atas tubuhnya. Dada mereka yang saling melekat sama-sama bergerak naik dan turun.


Pria itu lalu menengadahkan wajahnya dan melihat ke arah Bella. Kali ini dengan pandangan berbeda.


Satu tangannya menumpu di atas tempat tidur dan satunya lagi membetulkan rambut-rambut Bella yang menutupi wajahnya. Dia lalu mengecup kening wanita itu dalam. Bella bisa merasakan ada getaran berbeda ketika hal itu terjadi.


"Mulai hari ini aku berjanji, bahwa kau hanya menjadi milikku, Bella. Aku tidak akan membiarkan pria lain menyentuhmu sampai kapan pun," batin David.


Egois memang tapi itu yang akan dia lakukan.


Dia lalu turun dari tubuh wanita itu meraih selimut dan mulai menutupi tubuh mereka. Dia mendekap tubuh Bella.


"Kau pasti lelah dan sakit. Tidurlah," ucap David.


"Semenjak kejadian pernikahanku yang gagal aku hanya bisa menangis di setiap malam dan tidak bisa memejamkan mataku walau sejenak," ucap Bella di dada David.


"Sekarang cobalah untuk memejamkan matamu dan lupakan semua yang telah terjadi," ujar pria itu.


Bella baru merasakan kenyamanan dan kehangatan ketika tubuhnya di dekap oleh pria itu. Dia mulai memejamkan matanya dan terlelap dalam waktu singkat.


Itulah awal hubungan tidak sehat terjadi. Hubungan yang nantinya akan menyebabkan rasa sesak yang mendalam dan membuat penyesalan mendalam bagi Bella.

__ADS_1


***


Like, Vote dan Komennya yah


__ADS_2