
"Kau mau tahu mengapa? karena aku adalah ibunya. Walau bukan aku yang melahirkannya tapi dia sudah menganggapku sebagai ibunya dan dia juga sangat menyayangiku. Tidak ada ibu yang ingin anaknya terluka," jawab Bella.
Roni tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
"Dia itu anak dari wanita yang membunuh anak dalam kandunganmu," teriak Roni.
"Aku tahu itu," jawab Bella tenang.
Roni membelalakkan matanya tidak percaya.
"Kau tahu tapi kau tetap menyayangi Cantik?"
"Iya aku tahu itu ... apa itu salah? Yang salah adalah menyalahkan anak itu dari karena perbuatan ibunya dan yang salah adalah kau sebagai paman kandungnya malah memanfaatkannya bukan memberi kasih sayang dan perlindungan yang pantas dia dapatkan!" ungkap Bella emosi.
Mata Roni terlihat terkejut mendengar suara Bella yang nyaring. Dia tidak menyangka jika Bella yang terkenal lembut bisa begitu marah.
Apa yang dikatakan wanita itu memang benar. Seharusnya dia melindungi anak Sofi bukannya menjadikan anak itu sebagai sandera.
"Bos! Anu ada sebuah mobil masuk ke dalam gedung," kata Paijo.
"Kalian amankan mereka aku akan menemuinya." Roni berjalan tiga langkah tapi kemudian menghentikannya lagi.
"Apa keadaan aman sejauh seratus meter. Aku tidak ingin Polisi masuk ke wilayah kita saat ini!'' ujar Roni.
__ADS_1
"Sepertinya aman Bos!" jawab Si Jaret, Bos dari anak-anak motor, dia yang bertanggung jawab pada keamanan wilayah ini. Aku sudah meminta beberapa preman wilayah ini untuk membantu mengamankan wilayah ini dari jangkauan polisi yang bertugas atau menyamar.
"Bagus kalau begitu!" Roni lalu berjalan keluar dari tempat itu untuk menemui David di bawah.
"David sudah datang?" batin Bella bersorak.
Bella lalu memeluk Cantik yang duduk di pangkuan Bella.
"Tenanglah, Sayang! Ayah pasti akan menyelamatkanmu sebentar lagi," bisik Bella.
Tubuh Cantik bergetar karena menangis tapi Bella tidak bisa berbuat banyak kali ini hanya bisa menenangkannya saja.
David yang sudah berada digedung dengan dua koper hitam ditangannya menunggu kedatangan Roni. Butuh waktu baginya untuk menyediakan uang cash dalam jumlah banyak seperti ini. Sepertinya masalah tidak akan berhenti setelah uang itu diberikan.
"Tidak usah basa basi yang memuakkan, cepat katakan dimana anak dan istriku!" tanya David tidak sabar.
"Oh ho ... santai saja, Bro. Aku hanya ingin melihat apa uang itu kau bawa atau tidak?" seloroh Roni.
"Semua koper ini berisi uang lima belas milyar kalau kau tidak percaya kau bisa menghitungnya sendiri tapi bebaskan dulu istri dan anakku!" ujar David sengit.
Roni lalu menepuk tangannya. Tidak lama kemudian Si Jaret membawa Bella dan Cantik bersamaan.
David menatap wajah Bella yang terlihat berantakan. Dia tampak baik-baik saja tidak terluka sedikitpun tapi Cantik ditutup mata dan mulutnya. Itu tidak apa-apa asalkan mereka tidak terluka sedikitpun.
__ADS_1
"Tenanglah selama.masih ada aku kalian akan baik-baik saja!" ujar David.
"Satu koper untuk satu tawanan," kata Roni.
David lalu mendekatkan satu koper ke tengah-tengah antara dirinya dan Roni.
Roni menyuruh Bella untuk melepaskan Cantik.
"Cantik, berjalan ke depan ya! Di sana ada Ayah yang sedang menunggu," bisik Bella. Cantik menganggukkan kepalanya.
Acara tukar menukar terasa menegangkan. Semua orang merasa cemas. Roni segera mengambil uang satu koper itu.
"Uang itu bagianmu, Jaret,'' kata Roni lirih dan memerintahkan Jaret agar lebih maju untuk mengambil bagian keduanya.
Cantik telah aman dalam pelukan David.
"Kau baik-baik saja, Sayang," kata David membuka penutup mata Cantik. Di saat yang sama Roni menodongkan pistolnya pada Bella agar wanita itu mengikuti langkahnya.
"Hei, mau kau bawa kemana Bella?" teriak David yang melihat Roni telah membawa satu yang itu beserta uangnya.
Jaret yang merasa dibodohi berusaha mengambil bagiannya terlebih dahulu. Tetapi Polisi keluar dari tempat persembunyian mereka dan menangkap Jaret.
"Tolong jaga anakku!" teriak David pada Mark yang mendekat dia meninggalkan Cantik dan berlari menyusul Roni yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil miliknya.
__ADS_1