
Di tempat lain Ibu David, Naura pergi ke kantor David bersama Sofi. Mereka merencanakan untuk membuat kejutan dan pergi makan siang bersama.
"Siang Bu!" sapa sekretaris David.
"Apa anakku ada di dalam ruangannya?" tanya Naura dengan angkuh.
"Dia tadi keluar Bu, bahkan meninggalkan rapat dengan para direksi terkait ketika rapat baru dilaksanakan."
Naura memandang Sofi.
"Aku tidak tahu dia pergi kemana, Bu," ucap Sofi.
"Tidak biasanya David meninggalkan pekerjaannya. Masalah apa yang begitu penting hingga menyebabkannya pergi?"
"Ya, sudah." Naura membalikkan badannya lalu hendak melangkah pergi. Namun salah satu direktur keuangan yang Naura kenal menyapanya.
"Selamat siang Nyonya Sinclair?"
"Siang, Pak Chandra," jawab Naura. "Lama tidak berjumpa dengan anda Nyonya. Dan Nyonya Sofi, senang melihat anda kembali," sapa direktur itu pada Sofi. Lalu matanya tertuju pada perut Sofi yang terlihat membesar." Wah apakah anda sedang hamil, selamat ya! Pak David pasti sangat bahagia."
"Terima kasih, Pak Chandra,'' balas Sofi tersenyum sembari mengelus perutnya yang sedikit terlihat buncit.
"Apa kau tahu di mana di David?" tanya Naaura.
"Wah, saya juga tidak tahu Nyonya. Saya juga kemari untuk menyerahkan laporan pembangunan pabrik garment di Cikarang," jawab Chandra.
Dahi Naura mengernyit.
"Sejak kapan dia mendirikan pabrik itu? Apakah ini juga pabrik milik J&J?"
"Sejak sebulan yang lalu Nyonya. Proyek inipun terkesan terburu-buru. Tuan David meminta secepatnya proyek ini harus selesai. Alhasil kami memerlukan banyak tenaga untuk membuatnya agar lebih cepat selesai dan targetnya satu bulan lagi selesai," terang Chandra.
__ADS_1
''Membuat pabrik dalam waktu dua bulan tanpa perencaan yang matang terlebih dahulu? Kenapa?"
"Saya tidak tahu. Ini adalah proyek milik perusahaan Setiawan. Nona Bella yang ditunjuk untuk menjalankan proyek ini semua, sekaligus dia anak pemilik perusahaan itu," kata Chandra
"Tunggu aku tidak paham," ucap Naura lagi. Walau dia ibu rumah tangga tapi semasa muda dia juga bekerja di perusahaan milik suaminya, jadi dia mengerti tentang perusahaan.
"Tuan David membeli saham milik Setiawan Garment sebanyak lima puluh persen. Dia juga menggelontorkan begitu banyak uang untuk proyek pembesaran perusahaan itu. Yang saya khawatirkan adalah Pak David membeli saham itu dengan harga mahal. Padahal itu adalah perusahaan yang hampir pailit bahkan diambang kehancuran. Lalu kedatangan Nona Bella di perusahaan ini untuk merencakan kerja sama itu. Tetapi, kemanapun Tuan David pergi selalu mengajaknya dan dia juga selalu dimintai tanggapan terhadap masalah dalam perusahaan ini," ucap Chandra.
"Bella siapa dia?" tanya Naura heran.
"Ibu, ehm biar aku jelaskan nanti," kata Sofi.
Naura menatap tajam pada Sofi. "Kau tahu tentangnya?"
Sofi menganggukkan kepalanya dengan raut wajah sedih.
"Ya sudah kita makan sendiri saja. Pak Chandra aku tinggal dulu," kata Naura mengajak Sofi pergi.
"Apa kau lelah Sofi?" tanya Naura Khawatir.
"Aku baik-baik saja Ibu," jawab Sofi.
"Siapa Bella itu?" gumam Naura.
"Aku akan jelaskan sembari kita makan di luar."
"Aku mencium sesuatu yang buruk disini," kata Naura.
Satu jam kemudian mereka berada di sebuah restoran bintang lima. Mereka mengambil Rungan VIP agar pembicaraan mereka tidak terganggu oleh pengunjung yang lain.
Naura meletakkan handphone milik Sofi dengan kesal.
__ADS_1
"Mengapa kau diam saja Sofi?" tanya Naura.
"Karena aku tidak ingin membuat David marah lagi, Bu!" ucapnya sembari menyeka air mata di pipi dengan saputangan bersulam emas miliknya.
"Ya, Tuhan Sofi begitu besar pengorbananmu selama ini dan David dengan bodohnya mengabaikanmu, tetap bersenang-senang dengan wanita lain. Sudah cukup kesabaranmu!" Naura mengepal tangannya kesal. ***** makannya hilang seketika melihat kelakuan anaknya yang diluar batas.
"Bu, sudahlah. Aku tahu diri Bu. Aku hanya punya David dan keluarganya saja. Aku tidak ingin kehilangan kalian. Biarlah dia berbuat apapun asal tidak meninggalkanku dan menceraikanku," kata Sofi dengan nada yang terlihat putus asa. Ya, dia memang tidak mau membuat masalah dengan David tapi ibunya bisa berbuat apapun untuknya.
"Jika wanita lain hanya bersama dengan David satu atau dua malam satu lalu dia bosan. Berbeda dengannya. Setiap hari mereka bersama, bahkan David pulang ke rumah di tengah malam dan pergi lagi di pagi harinya. Seluruh waktunya dia gunakan bersama wanita itu, hatiku sakit tapi aku tidak ingin membuat masalah dengannya yang akan memicu pertengkaran," imbuh Sofi.
"Lalu dia bekerja sebagai apa di perusahaan David?"
"Seperti yang Pak Chandra katakan jika perusahaan wanita itu memiliki banyak hutang dan juga pailit namun dia menjerat David agar membantu perusahaannya. Aku juga punya rekaman perbincangan kami, Bu."
"Coba aku lihat!"
Sofi lalu memutarkan rekaman suara Bella sewaktu berbicara dengannya.
"Ku mohon kembalikan suamiku, apakah kau tega melihat anakku tumbuh tanpa ayahnya kelak? Ku kira kau masih punya hati untuk bisa memahami keinginanku ini," ucap Sofi
"Baiklah, aku akan meninggalkan suami setelah lima bulan.Lagi pula aku juga tidak mencintainya. Aku melakukannya karena itu satu-satunya cara agar suamimu mau membantu perusahaanku."
Naura menutup rekaman itu.
"Jadi dia memanfaatkan anakku untuk membantu perusahaannya? Benar-bbenar wanita murahan. Dia tahu kau sedang mengandung tapi dia tidak pedulikan hal itu. Tidak punya nurani kah dia? Aku belum melihatnya tapi aku sudah membencinya. Kau tenang saja Sofi biar aku yang akan membereskan masalah ini. Kau cukup berada di rumah dan layani David dengan baik. Jangan sampai David tahu jika kita merencanakan ini semua," murka Naura memukul meja dengan keras membuat Sofi terkejut. Wajah wanita itu merah padam dan matanya membelalak tajam . Bahkan Suzanna kalah menyeramkan jika dibandingkan dengan mertuanya yang sedang marah.
Kini umpan yang Sofi berikan tepat sasaran. Ibu mertuanya mau membantunya mengeluarkan Bella dari kehidupan David. Dia tahu jika wanita itu berbeda dari wanita lain. Jika tidak David tidak akan menikahinya. Dia juga tahu jika David sedang mengajukan kesahan pernikahannya dengan Bella yang berarti statusnya sebagai istri David dalam ancaman besar. Jika dia tidak segera bertindak maka semuanya akan hancur ketika anak ini lahir. David akan menceraikannya.
"Bu, sabarlah. Jangan sampai masalah ini di ketahui oleh Ayah. Ibu, tahu sendiri jika ayah bisa saja marah pada David dan mengeluarkannya dari keluarga besar," kata Sofi seperti sedang membela David.
"Kau sangat baik dan pengertian sekali Sofi. Aku bangga mempunyai menantu sepertimu. Kau tidak ada duanya. Beruntungnya David memilikimu, dia bodoh karena telah menduakanmu. Matanya nanti akan terbuka ketika tahu jika wanita itu tidak sebaik yang dipikirkannya," puji Naura pada Sofi. Sofi memperlihatkan raut wajah kesedihan, tapi ada senyum penuh kemenangan yang samar dan hampir tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1