Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Afeksi Cinta


__ADS_3

"Mengapa kau terus memandangiku," ucap Kris pada Dara sewaktu dalam perjalanan pulang ke rumah.


Dara lalu tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya, melihat ke jalanan yang berada di depannya. Dia menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya.


"Aku tidak mengira kau akan datang," ucap Dara. Kris sejenak melihat ke arah Dara.


"Kenapa tidak?" tanya Kris.


"Karena aku bukan siapa-siapa mu untuk apa kau mau mempertaruhkan hidupmu demi diriku." Tangan Kris lalu mengacak pelan rambut Dara yang halus dan lebat itu. Dara lalu melihat ke arahnya.


"Kita sudah saling kenal," ujar Kris menatap Dara.


"Apapun alasanmu itu membuatku senang. Aku merasa punya seseorang yang bisa kuandalkan. Bukan karena aku menjadi baper lalu berharap lebih padamu. Cam kan itu!" ujar Dara.


"Lebih juga tidak apa-apa hanya saja aku tidak bisa menawarkan hubungan cinta," jawab Kris santai.


"Aku tahu kau sudah mempunyai tunangan," ujar Dara dengan nada terdengar sedih.

__ADS_1


"Aku akan menikahinya tiga bulan lagi," jawab Kris jujur.


"Apa kau tidak takut jika dia mengetahui kau telah membawa pulang seorang wanita ke apartemen milikmu?" tanya Dara.


"Kau jangan khawatir tidak akan ada yang memarahiku, mereka tidak akan memperdulikan hal itu, bagi mereka yang penting aku tetap menikah dengan wanita itu."


"Apa kau tidak mencintainya?" tanya Dara penasaran. Kris menjitak dahi Dara keras membuat wanita itu mengusap bekas jitakan itu karena sakit.


"Jangan kau tanya lagi masalah itu. Aku lelah dengan acara pernikahanku sendiri," ujar Kris melihat ke arah depan mobil.


"Dara tolong bukakan botol air mineral itu," kata Kris.


"Mobil ini terasa panas," ujar Kris sembari menenggak minuman itu hingga setengah botol berukuran sedang.


"Ac-nya sudah mode dingin, kok kau merasa panas?" tanya Dara bingung.


"Kau dan pakaianmu yang membuat panas," kata Kris memperlihatkan kedua paha Dara yang terbuka.

__ADS_1


"Kau itu baru menolongku dan jadi malaikatku jadi jangan berubah jadi iblis," Dara menutup kakinya dengan kedua tangan. Dia merutuki kebodohannya yang tidak mengambil bajunya tadi. Dia malah memilih jas Kris untuk menutupi bagian atas tubuhnya dan bagian bawah terekspos dengan sempurna.


"Aku itu pria normal Dara," ujar Kris namun Dara menonyor kepalanya keras.


"Ini otakmu jangan pernah berpikir kotor lagi jika dekat denganku," ungkap Dara dengan gigi gemelutuk.


"Apa kau tidak pernah melakukan itu sebelumnya?" tanya Kris. Dia itu adalah pria bebas yang lama hidup di luar negeri baru enam bulan ini kembali ke negara asalnya dan mendapatkan Bos Alehandro sebagai majikannya.


"Tidak, eh belum, karena aku akan memberikannya pada orang yang kucintai kelak dan yang akan menjadi suamiku," kata Dara antusias.


"Beruntung sekali pria itu jika mendapatkannya."


"Harus, jika kita ingin dihormati maka kita terlebih dahulu harus menghormati diri sendiri. Jika kita berbuat amoral dengan semua orang itu artinya kita tidak menghargai diri kita karena menjajakkan diri dengan begitu murah," kata Dara.


"Di jaman ini jarang sekali wanita yang bisa mempertahankan kehormatannya," kata Kris.


"Aku tidak tahu itu, aku hanya tahu jika aku harus melakukannya. Terserah mereka mau berpikir bahwa aku kolot, tetapi kebenarannya aku hanya ingin memberikannya pada pria yang mencintaiku dan aku mencintainya sehingga kami menyatukan hati dan tubuh kami secara bersamaan," ungkap Dara.

__ADS_1


"Afeksi cinta yang bagus."


__ADS_2