Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Pemilik-mu


__ADS_3

Biar ku ungkapkan kata cinta di balik rasa kagumku untukmu ... karena di balik hatiku ada kemurnian cinta yang hanya untukmu ... kau dengarkah itu gelora jiwaku.


# Cristian


***


"Kami juga tidak masalah Tuan dan Nyonya," jawab ayah dan ibu Ardi bersamaan.


"Aku juga ingin melihat Cinta menikah terlebih dahulu," suara Cristian membuat semua orang mengangkat kepalanya terkejut.


"Kenapa kalian semua memandangku seperti itu? Aku hanya ingin melihatnya bahagia saja." Cristian memandang sendu pada Cinta.


Cinta memejamkan matanya tanpa terasa satu titik air mata sempat lolos dan melewati pertahanan dirinya. Dia menelan salivanya dalam-dalam. Hatinya meraung ingin melepaskan semua rasa yang dia tahan. Namun tidak bisa, kasih sayangnya pada keluarga ini mencegahnya untuk berbicara.


Cinta menghela nafas dalam dan menegakkan kembali wajahnya mencoba menampilkan senyum terbaik.


"Terima kasih Kak Cristian, kau melakukannya demi kakak 'kan. Sebab, kakak akan sedih jika melihatku sedih dan kau tidak ingin melihat kakak sedih. Kau pria yang sangat menjaga hati pasangannya. Aku senang melihat kakak mendapat pasangan yang baik sepertimu," ucap Cinta.


"Kau terlalu banyak memuji Cinta padahal aku tidak sebaik itu, buktinya kau selalu mencibir di belakangku dan kau juga keluar dari tempat kerja karenaku," jawab Cristian.


"Itukah alasanmu keluar dari tempat kerja Cinta? katamu ... ," Bella menyipitkan dua matanya melihat ke arah Cinta.


"Dia terlalu mengekangku Kakak, kau tahu jika aku tidak suka diatur. Dan hanya Ardi yang tahu bagaimana aku berjuang di sana. Aku lelah dan aku menyerah!" jawab Cinta pura-pura bersikap manja pada semua orang.


"Kau terlalu mudah menyerah, seharusnya kau itu bertanggung jawab pada pekerjaanmu bukannya lari dari masalah," ungkap Cristian.


"Aku bisa bekerja di perusahaan ayah hanya saja aku ingin menambah pengalaman dengan bekerja di perusahaan lain, dan aku malah di jadikan sapi perah olehnya, aku memberontak dan aku lebih baik kembali saja pada keluargaku dan menerima tawaran ayah untuk bekerja bersama kakak.Yah, keluarga memang tempat kembali yang baik," balas Cinta tak mau kalah.


"Cinta kau diam, ingat! Dia itu CALON KAKAK IPARMU kau harus belajar menghormatinya," bentak Riska mengakhiri perdebatan mereka.


Cinta dan Cristian terdiam seketika. Cinta menunduk dalam.


"Sudah ... sudah Jeng ... anakmu hanya ingin mengutarakan perasaannya saja. Dia mungkin merasa tertekan dengan sifat Cristian. Dan aku memakluminya. Seiring waktu mereka pasti akan lebih mengenal dan memahami hati masing-masing," ucap Aura tersirat.

__ADS_1


''Kita jadi melupakan acara lamaran ini. Ardi sengaja membeli cincin untuk di sematkan di jari Cinta sebagai tanda ikatan pertunangan mereka," kata Setiawan.


Acara lamaran secara simbolis mulai dilakukan tidak ada perayaan dan lain-lain hanya satu cincin saja yang tersemat sebagai tanda pertunangan mereka telah dilakukan.


Cristian memalingkan wajah ketika sebuah cincin dipasang di jari manis Cinta. Hatinya terasa sangat sakit sekali. Ingin rasanya dia menumpahkan kekesalannya dan mengatakan bahwa Cinta sedang hamil anaknya namun ibunya mencegah dengan menepuk-nepuk punggung tangannya memberikan kekuatan pada Cristian untuk menghadapi ini.


''Kesabaran akan berbuah manis," itu pesan ibu sebelum mereka memasuki rumah ini tadi.


Setelah acara lamaran itu selesai Cristian dan Aura berpamitan pulang.


Cinta sendiri enggan untuk mengantar Cristian pulang, dia pergi ke kamarnya sendiri dan mulai memikirkan semua yang terjadi. Kehamilan ini selalu membuatnya lelah dan mudah tertidur. Dalam waktu sebentar saja dia sudah tertidur pulas dalam kamarnya.


Cristian mengendap masuk ke dalam kamarnya melalui balkon kamar. Dia sedikit terkejut melihat Bella yang hampir memergokinya.


Untung saja dia langsung bersembunyi di balik tembok pembatas. Dan berpegang erat pada pinggir tembok. Dia mengintip kembali dan melihat Bella sudah menutup tirai pintu kamarnya. Cristian langsung loncat memasuki balkon kamar, melangkahkan kaki menuju kamar Cinta. Melihat ke dalam kamar Cinta yang masih terbuka sedikit pintunya. Wanita itu nampak tertidur pulas. Dengan senyum ceria Cristian masuk ke dalam kamar Cinta dan menutup pintu itu serta menguncinya. Tak lupa dia juga menutup tirai jendela. Dia memeriksa pintu utama dan menguncinya juga.


Dia mengembangkan senyumnya tatkala melihat Cinta tidur dengan mendekap sebuah jas. Jasnya yang dulu pernah diambil Cinta dari kamar hotel. Dia lalu mengambil jas itu pelan dan berbaring di sisi Cinta.


Merasa ada bau yang sangat dirindukannya Cinta mengenduskan hidungnya ke dada Cristian layaknya anak kucing pada induknya. Mencari sebuah kedamaian dalam dekapan pria itu. Cristian yang berniat mengajak bicara dengan Cinta mengurungkan niatnya. Dia tidak tega mengganggu tidur Cinta yang terlihat nyenyak.


Cristian ingin sekali mencium bibir mungil Cinta yang terbuka sedikit namun perkataan Ardi kembali terngiang dalam telinganya.


"Aku harus bisa mengendalikan diriku karena kau bukan sekedar pemuas nafsuku saja. Kau adalah nafas hidupku dan akan kubuktikan itu."


"Oh, Shits." Cristian merasakan celananya sesak seketika jika berdekatan dengan wanita itu. Dia menepuk miliknya pelan.


"Kau harus bersabar menunggu pemilikmu mengijinkan untuk masuk ke dalam kandang."


Cristian tersenyum nakal, dia mendekap erat Cinta dan ikut tidur walau sesuatu di dalam sana bergerak mencari pelampiasan. Dia lalu duduk kembali dan mencoba untuk menetralkan rasa itu.


Cinta yang merasa ada pergerakan di tempat tidurnya mulai terbangun. Dia nampak terkejut dan mau berteriak namun tangan Cristian menutup mulutnya kencang. Cinta hanya bisa membelalakkan matanya dan terdiam, lalu duduk disebelah pria itu.


"Untuk apa kau kemari?" tanya Cinta pelan dan hampir tidak terdengar.

__ADS_1


"Untuk menemui mu," jawab Cristian merengkuh pinggang Cinta dan memeluknya erat.


Cinta menutup matanya menetralisir perasaannya sendiri. Dia takut Cristian akan mendengar degub jantungnya yang keras.


"Ini tidak boleh terjadi, kau adalah milik Bella dan aku sudah ... ," perkataan Cinta tidak diteruskannya.


"Kau hanya milikku dan hanya boleh menjadi milikku, tidak ada satu orang pun yang akan memilikimu selain diriku," ujar Cristian.


"Kita tidak bisa bersama," ucap Cinta.


"Katakan alasannya!" Cristian menatap tajam pada Cinta.


"Aku tidak bisa," ucap Cinta lirih memalingkan wajahnya.


"Jika begitu aku akan membawamu pergi dari sini dan menikahi mu," ungkap Cristian.


"Kau jangan gila, aku tidak akan melakukannya walau kau paksa," balas Cinta.


"Jika kau mencintaiku mengapa kau menolak untuk menikah denganku?" tanya Cristian.


"Kau memang cintaku tapi jiwaku ada dalam kehidupan di rumah ini. Dan aku lebih mementingkan mereka kebahagiaan mereka dari pada diriku sendiri," terang Cinta.


"Jika kau memang mencintaiku menikahlah denganku. Jika mereka adalah keluargamu maka mereka akan menerima hal ini walau terasa sakit pada awalnya, tetapi kejujuran itu lebih penting dari pada membohongi diri sendiri," ucap Cristian memberi pengertian pada Cinta.


"Kau tidak mengerti ... ,"


"Katakan semuanya agar aku mengerti. Jangan hanya diam dan menangisi nasib saja karena itu tidak akan membantumu sama sekali, kau harus berani mengungkapkan apa mau mu itu."


Prank!


Sebuah suara benda jatuh terdengar dari luar pintu kamar membuat Cinta dan Cristian membeku di tempatnya.


Like

__ADS_1


Vote


Dan komennya aku tunggu.


__ADS_2