Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Salah Sangka


__ADS_3

Satu jam kemudian mereka sudah ada di sebuah mall terdekat dari rumah. Mereka memutari mall dan memborong pakaian untuk Kaisar karena pertumbuhannya yang begitu cepat sehingga membutuhkan banyak pakaian.


Dara hanya memberi beberapa stel pakaian untuk bayinya. Mom Lusi yang melihat lalu meletakkan baju-baju untuk bayi perempuan Dara di troli tanpa Dara ketahui.


Sedangkan Alehandro lebih suka berjalan menggendong Kaisar. Para wanita terlihat kagum dan menggilainya. Beberapa diantaranya meminta foto Alehandro yang mirip bintang Turki, Can Yaman, body dan ketampanannya nyaris sama hanya Dara yang tidak bisa melihat.



"Wah baby-nya lucu banget dan ayahnya cute," ucap salah seorang wanita muda.


"Hot papa ini," ujar seorang wanita seksi sembari memegang lengan Alehandro.


Dara yang melihat memutar bola matanya malas. Dia lalu berjalan melihat sepatu bayi yang dipajang di etalase. Tersenyum kecil melihatnya. Dia masuk ke dalam toko itu.


"Sepatu itu bagus, berapa harganya mba?"


"Itu sepatu eksklusif bermerk Naturino Boots. Sepatu boot ini sangatlah menarik. Mulai dari bentuk hingga ukiran sangatlah menarik dan terlihat mewah untuk anak perempuan. Harga untuk sepasang sepatu ini senilai US$ 1.000 atau Rp 13,5 juta," terang pelayan itu.


Dara mendesah.


"Ini terlalu mahal untuk Anda, Anda mungkin bisa mencari harga yang terjangkau di toko lain. Maaf Nyonya," lanjut pelayan itu lagi.


Dara melihat sayu, pada sepatu itu menundukkan pandangannya dan membalikkan tubuh hendak meninggalkan toko itu.


"Sayang, aku sedang mencarimu. Kenapa kau terlihat bersedih seperti ini?"


Dara langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah Alehandro yang mengedipkan mata.


"Pelayan kenapa dengan Adikku ini?" tanya Alehandro pada pelayan itu dengan nada tinggi. Manager yang melihat langsung mendatangi Alehandro.


"Oh, Tuan Cortez. Anda kemari dengan siapa?" tanya Manager itu. Alehandro adalah salah satu member kehormatan di mall ini, jadi semua manager toko bermerk mengenalnya.


"Adikku ingin menyukai sepatu itu tetapi pelayanmu menyuruhnya pergi!" ucap Alehandro. Manager itu menatap berang pada pelayan yang mengusir Dara.


"Oh, dia adalah adik Tuan maaf ketidaktahuan pelayan saya?"


"Apakah begini pelayanan kalian terhadap semua calon pembeli yang berpakaian sederhana?"

__ADS_1


Wajah manager dan pelayan itu pucat pasi.


''Aku akan mengatakan masalah ini pada atasan kalian!'' ancam Alehandro. Dara memegang lengan Alehandro menggelengkan kepalanya.


"Sudah, sudah lagipula aku tidak membutuhkan sepatu itu," kata Dara menarik tubuh Alehandro pergi.


"Tunggu Dara!" seru Alehandro.


"Bungkus sepatu itu dan bayar dengan kartu ini," lanjutnya pada para pelayan.


"Itu terlalu mahal, sayang kalau dibuang-buang," bisik Dara berjinjit di telinga Alehandro.


"Harga dirimu itu jauh lebih berharga." Mata Dara membelalak mendengar jawaban Alehandro.


"Ingat jangan pernah tundukkan kepalamu di hadapan orang yang menghinamu!" lanjut pria itu lalu merengkuh tubuh Dara yang terasa mungil.


"Ini Tuan sepatunya," kata pelayan itu.


Dara tersenyum tetapi berbeda dengan pria itu. Dia mengambil kasar paper bag dan menarik tubuh Dara pergi.


Sesampainya di luar paper bag Dara mengedarkan pandangannya mencari Ibu Alehandro.


"Kebetulan aku juga lapar," kata Dara memegang perutnya yang keroncongan.


Kaisar yang dalam gendongan Alehandro mulai mengeluarkan suara.


"Wa ... wa ... wa ... ," sambil menepuk tangannya senang karena diajak berjalan-jalan.


"Kau senang berada di sini, Sayang?" ujar Dara menyubit gemas pipi Kaisar yang bulat.


"Ale ... ," panggil seorang wanita. Dara dan Alehandro langsung menoleh ke sumber suara. Di hadapan mereka ada Natalia dan suaminya.


Natalia menatap tajam Dara ujung kaki hingga ke ujung kepala. Dia lalu menatap penuh arti pada Alehandro.


"Ibu mertua!" panggil Alehandro. Dara menaikkan kedua alisnya ke atas. Wanita cantik dan seksi ini adalah ibu dari Maria. Wow, pantas Maria sempat cemburu karena tampilan wanita ini sangat cantik dan terlihat lebih muda dari umurnya.


"Maria ini ibu dari Maria," ucap Alehandro memperkenalkan Natalia pada Maria tetapi Natalia terlihat tidak peduli dia mendekati Kaisar. Dara lalu minggir dan merasa tidak enak.

__ADS_1


"Sayang, maaf Oma lama tidak mengunjungimu, Oma kangen sekali," kata Natalia mengambil Kaisar dari gendongan Alehandro.


"Kalian?" tanya Alehandro menunjuk ke arah suami Natalia.


"Kami sudah rujuk kembali," terang Natalia melihat ke arah suaminya.


"Baguslah!" kata Alehandro.


"Bagaimana kalau kita ke salah satu restoran di lantai atas sana, " ajak Alehandro. Semua setuju dengan saran Alehandro. Mereka lalu berjalan menuju lift namun sayang lift terlihat mengantri dan penuh.


"Kita naik eskalator saja," tunjuk Natalia pada tangga yang berada tidak jauh dari lift.


"Bagaimana denganmu Dara, apakah kau tidak lelah?" tanya Alehandro.


Dara menggelengkan kepalanya. Mereka lalu berjalan menuju tangga eskalator. Natalia dan suaminya berada di depan dan Alehandro serta Dara berada di belakang mereka.


Dara menghembuskan nafas berkali-kali sembari memegang pinggang bagian belakangnya. Alehandro yang melihat merasa kasihan dan memegang tangan Dara ketika naik tangga namun Dara menolak karena tidak ingin ada salah paham.


"Hati-hati," kata Alehandro terdengar oleh semua orang. Natalia menghembus nafas tidak senang.


Akhirnya Alehandro berdiri di belakang Dara untuk menjaga wanita itu. Ketika tangga Eskalator itu sampai ke ujung langkah Dara goyah sehingga hampir jatuh untung Alehandro memegang bahunya.


"Aku juga bilang apa," kata Alehandro terdengar kesal. Dia lalu memegang lengan Dara.


Dara yang melihat tatapan benci Natalia merasa tidak enak apalagi ketika dua orang itu menolak untuk duduk bersama mereka.


"Baru saja tiga bulan lalu meninggal dunia, Alehandro sudah membawa seorang wanita lain ke kehidupannya," bisik Natalia kepada suaminya.


"Apakah itu anak Alehandro juga?" kata suaminya.


"Mana aku tahu?" sengit Natalia.


"Tetapi wanita itu seperti dari kalangan bawah, lihat cara berpakaiannya. Berbeda dengan Maria yang elegan dan menarik." Natalia kecewa karena anaknya dengan mudah di lupakan oleh Alehandro. Dia tidak melihat ada yang berbeda dari wanita itu, cantik iya tapi kampungan.


"Sepertinya iya, kau tahu track Alehandro yang tukang main wanita," imbuh Natalia. Suaminya menganggukkan kepala. Natalia lalu melihat ke arah Kaisar, merasa sedih karena anak ini akan diberi ibu tiri yang mungkin tidak akan mencintainya. Dia takut jika Kaisar hidup tidak bahagia bersama Alehandro.


"Berarti kalau begitu Ale bermain dibelakang Maria selama ini, soalnya usia kehamilan wanita itu kelihatannya sudah ... !" tebak suami Natalia.

__ADS_1


"Ya, sudah hamil tua, aku ingin bertanya pada Alehandro tetapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat karena berada di tempat umum. Besok aku akan mengunjungi Kaisar, jika wanita itu ada di rumah Alehandro maka aku akan libas mereka semua," ucap Natalia geram.


__ADS_2