Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Peniru Baik


__ADS_3

Bella memberikan Cantik piring beserta semua lauk pauk yang tidak pedas. Wajah anak itu tertunduk setelah ayahnya memarahi sedangkan ibunya hanya diam tidak mau bicara dengannya.


"Maaf Ibu," ucap Cantik penuh penyesalan.


"Untuk apa kau meminta maaf jika besok kau akan melakukannya lagi," kata David sembari memakan nasi uduk buatan Bella.


"Bu ... ," panggil Cantik. Bella sebenarnya tidak tega melihat wajah polos itu meminta maaf tapi dia harus berbuat ini agar Cantik jera tidak melakukan hal itu lagi.


Wajah imut itu lalu di telungkupkan di atas meja. Terdengar Isak tangisnya. Bella lalu mendekat dan memeluknya.


"Sudah Sayang jangan menangis seperti itu."


"Tapi Ibu masih marah padaku!" ucapnya.


"Tidak, jika kau berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi."


"Aku tidak akan melakukannya lagi, Bu. Aku janji, aku akan meminum susu ini," ujar Cantik lalu menghabiskan susu di hadapannya. David menaikkan kedua alisnya pada Bella.


"Iya, Ibu tahu kau anak yang penurut dan sangat sayang pada Ibu," ucap Bella. Memeluk lagi Putri Sofi yang kini jadi putrinya.


"Sekarang makan makananmu," tunjuk David pada nasi di hadapan Cantik.


"Ini apa Ibu?" tanya Cantik melihat mi bihun dan jamur kuping berwarna hitam. Dia sangat geli melihatnya. Tubuhnya merinding seketika.


"Coba kau tutup matamu, ibu akan menyuapimu," titah Bella pada anaknya. Cantik berfikir lebih aman baginya menuruti ucapan Bella dari pada membantahnya. Dia tahu konsekwensinya jika ibunya sampai marah.


Cantik mulai menutup matanya. Bella mulai menyuapinya. Cantik merasa ada sensasi aneh pada makanan itu. Ada suluran kecil yang seperti di mulutnya tapi rasanya gurih dan enak. Perlahan Cantik mulai mengunyah makanan aneh yang tidak pernah Bunda atau ayahnya berikan. Apalagi neneknya. Menu western selalu ada setiap pagi entah itu dalam bentuk sandwich atau pancake. Kakeknya bukan warga Indonesia asli jadi nenek mengikuti seleranya.


Setelah beberapa suapan dan yakin jika Cantik mulai menyukainya Bella menyuruh Cantik untuk membuka mata.


"Enakkan?" tanya Bella.


"Ibu memang pandai memasak," puji Cantik pada Bella. "Aku ingin bisa memasak seperti Ibu, memakai bedak dan Mumu berwarna merah agar cantik seperti Ibu dan aku juga mau pakai pakaian yang sama seperti itu, boleh Ibu," tanya Cantik mengerjapkan matanya sehingga bulu mata lentiknya membentuk bayangan gelombang-gelombang. Bella tertawa keras.


"Kau jadi idolanya sekarang, memang sepatutnya anak gadis mengidolakan ibunya. Namun, beruntung ibunya itu kamu," kata David merendahkan nada kalimat terakhirnya.Tawa Bella hilang seketika.

__ADS_1


"Cantik anak Ibu kan?" tanya Cantik menatap penuh harap. Bella melihat ke arah David sebentar lalu kembali lagi menatap wajah polos dan masih suci milik Cantik.


"Tentu saja kau anak Ibu," jawab Bella mengangkat Cantik dari kursi dan memangkunya.


David bisa bernafas lega. Jika ibu sambung kain mungkin tidak akan sesabar dan sesayang Bella pada anaknya apalagi mengingat apa yang dilakukan Sofi pada Bella tapi dia malah membalasnya dengan kebaikan. Hal itu menambah nilai lebih dari diri Bella.


Dulu dia tidak pernah berfikir bisa mencintai orang sebesar ini tapi Bella benar-benar merubah dunianya. Baginya kini istrinya adalah wanita tercantik dan terseksi selamanya. Bukit gairahnya bahkan tidak pernah bergetar melihat wanita lain selain istrinya. Kini dia percaya cinta bisa merubah segalanya bahkan kebiasaan dan cara berfikir seseorang.


"Sayang, Ibu mengatakan ingin menemuimu. Bisakah kita mengunjunginya nanti," ajak David.


Bella melebarkan mata. Wajahnya terlihat berseri-seri. Ini pertama kali David mengajak berkunjung ke rumah orang tuanya.


"Kapan?" tanyanya penuh antusias.


"Sehabis ini," kata David.


"Aku belum mempersiapkan diri dan aku juga belum membuat kue atau makanan untuk ku bawa ke rumah Ibu," ucapnya gugup.


"Kau tidak usah membawa apa-apa?"


"Bagaimana jika kita membelinya di perjalanan nanti," tawar David.


"Itu akan berbeda, aku akan merasa bangga bila aku membawa hasil masakanku sendiri," ujar Bella.


"Ayolah Bella, itu akan membutuhkan banyak waktu dan apalagi mengingat jika kau berdandan itu membutuhkan waktu lama. Bisa bisa tengah malam kita baru akan datang ke rumah Ibu," tolak David halus. Bella mengerucutkan bibirnya dan melemparkan lap makanan ke meja. Dia berdiri menaruh Cantik di kursinya.


"Drama apalagi. Kenapa aku menemukan kembaranmu Cantik?" David menggelengkan kepalanya. "Kau bersiap pergi bersama Mba Lili, ayah akan membujuk Ibu agar tidak merajuk lagi."


Tapi Cantik mengikuti gerakan Bella yang melempar lap makanan dan bersikap sama dengan Bella lalu berlari menuju lantai atas. David menepuk dahinya.


"Ya Tuhan, anak itu benar-benar mengikuti apa yang ibunya lakukan!"


Akhirnya setelah merayu Bella agar tidak tersinggung dengan ucapannya mereka jadi ke rumah orang tua David.


Selama perjalanan David menjadi sopir bagi keduanya yang memilih duduk di kursi penumpang. Cantik mengikuti semua gerakan Bella dan percayalah dia adalah peniru yang terbaik. David tersenyum ketika melihatnya dari kaca spion. Sedangkan Bella yang melihat tawa tanpa suara David menajamkan matanya.

__ADS_1


"Bella kau cantik jika bertambah marah?" Bella memalingkan wajahnya ke jendela. Cantik yang melihat ikut memalingkan wajahnya.


"Apakah aku juga tambah cantik jika marah seperti Ibu?" tanyanya polos. David tertawa. Bella menggigit bibirnya menahan tawa.


"Lihat fans beratmu, Bella," kata David.


Bella yang tidak tahan lagi akhirnya melihat ke arah Cantik dan mencubit pipinya, gemas.


"Kau ini sangat lucu, Ibu sayang padamu. Cintaku, sayangku, kasihku," Cantik tertawa senang.


"Aku juga menyayangimu dan mencintaimu," ucap David lagi. Bella memutar bola matanya malas lalu terdiam. Entah mengapa hatinya masih enggan untuk mengatakannya. Dia takut kejadian seperti dulu terulang lagi. Ketika dia mengungkapkan perasaan saat itu pula ujian datang menerpa rumah tangganya.


David terdiam melihat ke arah Bella di kaca spion yang sedang bercanda dengan Cantik. "Sampai kapan kau menahan perasaanmu," gumamnya lirih.


Mereka akhirnya sampai juga ke rumah Naura. Raina dan suaminya sudah menunggu di depan rumah. Tuan Robby yang sedang berbicara dengan pengacaranya di latar langsung menghentikan pembicaraannya dan datang mendekat ke arah mobil Roll-royce milik David.


Cantik keluar langsung berlari ke arah kakeknya dan memeluknya."Grand Pa!"


David keluar dari mobil dan membukakan pintu bagi istrinya. Bella lalu keluar dan memegang lengan kokoh David.


"Aku senang melihatmu datang kemari," kata Raina mengawali pembicaraan. Dia lalu memeluk Bella dan mencium pipi wanita itu.


"Hai, Bella senang sekali bisa melihatmu lagi," kata Bryan mengulurkan tangannya Bella menyambutnya.


"Pa," sapa Bella mengambil tangan ayah mertuanya dan menciumnya. Tuan Robby lalu memegang kepala Bella.


"Aku senang melihatmu mau datang kemari."


"Aku juga suka bisa datang kemari untuk pertama kalinya dan kalian semua mau menerimaku," ucap Bella terdengar tulus. David lalu memeluk pundak Bella.


"Mana Mommy," tanya Bella.


"Dia sedang tidur di kamarnya. Dia merasa sedikit tidak enak badan," jawab Tuan Robby.


"Mommy sakit?" tanya Bella terlihat Khawatir.

__ADS_1


__ADS_2