Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Hargai dirimu


__ADS_3

Alehandro menyesap kopi buatan Maria. Mulai tadi pagi, Lusi menyerahkan semua pekerjaan rumah berkaitan dengan Alehandro akan di serahkan pada Maria. Maria menerimanya dengan senang hati.


"Maria apakah kau tidak ingin keluar rumah untuk berjalan-jalan?" tanya Alehandro. Aku lihat kau betah sekali di dalam rumah, aku tidak pernah melihatmu ingin keluar untuk pergi ke salon mempercantik diri atau berbelanja agar penampilanmu terlihat wow!" kata Alehandro sembari memeriksa handphonenya.


Maria yang sedang merapikan lemari menghentikan kegiatannya dan berkacak pinggang di depan Alehandro.


"Apa maksudmu aku ini kurang cantik hingga perlu ke salon? Dan penampilanku begitu buruk hingga aku memerlukan baju baru yang bagus yang sesuai dengan selera mu? Yang seksi menggoda dan terbuka? Kalau kau mau aku berpakaian seperti itu akan kulakukan! Tapi jangan menyesal jika nanti ada pria muda yang lebih tampan dan lebih tajir darimu akan mendekatiku," ucap Maria membuat Alehandro membuka mulutnya lebar.


"Aku ingin kau memakai baju yang seksi tetapi hanya di rumah saja untukku jika keluar kau pakai pakaian yang tertutup karena kau hanya milikku, tidak ada yang boleh melihatnya selain aku!" kata Alehandro meraih tangan Maria dan meletakkannya dalam pangkuan.


"Mau mu," kata Maria mencoba bangun tetapi dicegah oleh Alehandro.


"Mauku kau lepaskan bajumu dan ganti pakaian yang lebih feminim."


"Apa yang salah dengan pakaianku?" tanya Maria.


"Kau selalu memakai kaos dan celana denim panjang atau pendek. Aku ingin kau terlihat lebih feminim. Belajarlah menggunakan dress setiap saat tetapi jangan pakai daster yang besar, itu tidak akan menggugah seleraku!" ujar Alehandro jujur.


"Ale?"

__ADS_1


"Bukankah membuat suami senang itu adalah kewajiban seorang istri. Aku hanya ingin kau tampil rapi dan cantik setiap saat. Seperti Mom, dia selalu terlihat rapih." Alehandro menatap Maria.


"Tunggu bukan artinya aku ingin kau menjadi seperti ibuku. Tetapi kau adalah seorang Sinclair jadi tetaplah berpenampilan menarik setiap saat karena kita tidak tahu kapan seorang tamu akan datang. Aku tidak mau melihatmu seperti seorang pelayan. Tolong hargai aku!"


"Aku ... ," Maria ingin menyela tetapi Alehandro melarang.


"Pekerjaan rumah bisa dilakukan oleh pelayan tetapi merawat diri itu adalah kewajiban mu mulai saat ini. Bukan karena kau tidak cantik atau penampilanmu buruk tetapi aku ingin kau menghargai dirimu sendiri." Maria terdiam menunduk, semua yang Alehandro katakan memang benar. Dia memang terkesan cuek dengan penampilannya karena dia tahu tanpa make up pun wajahnya sudah terlihat cantik.


"Terkadang seorang wanita terlalu sibuk mengurus rumah dan anak-anak mereka tetapi melupakan penampilannya bahkan melupakan suaminya. Itu akan membuat pria jenuh di rumahnya dan kerap sekali mereka mencari kesenangan di luar tanpa sepengetahuan istri. Aku tidak ingin seperti itu karenanya aku mohon dengan sangat hargai dirimu agar aku selalu melihatmu sebagai wanita tercantik yang ada dimuka bumi ini," pinta Alehandro.


"Bagaimana bila kau bosan padaku?" tanya Maria.


"Baiklah aku akan belajar soal penampilan pada ibumu, aku dulunya hanya hidup dengan ayah saja sehingga terbiasa memakai pakaian casual. Dan Kak Cristian tidak pernah memarahiku tentang penampilan. Namun kini aku punya suami yang harus dijaga dari pelakor yang kejam ditambah lagi dengan tingkah laku suamiku itu genit, jadi aku harus tetap waspada setiap saat," ujar Maria mencubit pipi Alehandro keras.


"Maria sakit...," ujar Alehandro.


"Sekarang antar aku ke salon dan mall karena kau telah menyuruhku berbelanja untuk mempercantik diri. Kau juga harus membantuku memilih baju mana yang kau suka dan cocok untuk dikenakan."


"Cium aku terlebih dahulu," pinta Alehandro.

__ADS_1


" Genit akh!" ujar Maria enggan tetapi pinggangnya di pegang erat oleh pria itu. Alehandro lalu memanyunkan bibirnya dan Maria menutupnya dengan tangan.


"Jangan begini akh! Geli lihatnya," pinta Maria.


"Lalu harus seperti apa?" tanya Alehandro menaikan dua alisnya ke atas dan menggerakkannya.


"Tutup matamu dan bersikaplah seperti biasa saja," kata Maria dengan wajah memerah.


Alehandro tersenyum dia lalu memejamkan matanya. Maria mulai memiringkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka menyesapnya lembut dan mulai menggerakkan lidah. Sama seperti yang Alehandro lakukan padanya. Hingga dia merasa cukup dan akan melepaskannya.


Satu tangan Alehandro mulai naik ke belakang tengkuk Maria dan menekannya lebih memperdalam ciuman itu hingga akhirnya dia yang mengambil alih semuanya.


***


Likenya ....


Komentar


Vote....

__ADS_1


Dan dukung 'Affair' yah biar bisa masuk kontes.


__ADS_2