Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Nyamuk Galak


__ADS_3

"Aku senang tinggal di sini Bu," kata Rose sembari bermain dengan boneka yang baru dibukanya. Dara yang sedang merapikan pakaian dan memasukkan ke dalam almari menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Rose.


"Ada nenek yang baik, ada Kaisar, aku jadi punya teman bermain dan ada Om Alehandro yang baik. Rumahnya besar seperti istana dan ada kolam renang di bagian belakang rumah. Apakah aku boleh berenang di sana, Bu?" tanya Rose.


"Tentu saja boleh," jawab Alehandro yang terlihat memasukkan kepalanya. Dara lalu melihat ke arah Alehandro.


"Boleh aku masuk!" kata Alehandro.


"Aku mau mengajak kalian makan malam di bawah." Alehandro masuk ke dalam kamar dan mendekati Rose yang duduk di lantai dengan mainannya.


"Apa kau menyukainya?" tanya Alehandro. Rose mengangkat wajahnya dan menganggukkan kepalanya.


Kaisar lalu masuk ke dalam kamar.


"Wow Rose kau juga sudah punya mainan?" tanya Kaisar mendekat ke arah mereka.


"Iya, bagus kan?" Rose memperlihatkan baby dollnya.


"Wah kau dan dia bisa ikut naik ke mobil milikku," ucap Kaisar. "Kita turun ke bawah, nenek sudah menunggu untuk makan malam," ajak Kaisar menggandeng tangan Rose.


"Apakah dia boleh ikut?" tanya Rose enggan untuk melepaskan bonekanya.


"Kau boleh membawanya," ujar Kaisar. Mereka berdua lalu berjalan menuju ke arah pintu dan keluar.


Alehandro mengamati dua anak itu hingga menghilang dibalik pintu. Cepat sekali mereka akrab. Dia lalu melihat ke arah Dara yang sedang memasukkan baju ke lemari. Wanita itu memakai dress berwarna hijau daun yang pas melekat di badan. Tanpa lengan dengan panjang selutut. Rambutnya diikat rapi ke atas.


Alehandro lalu berdiri dan merapikan kaosnya.


"Dara, ayo ... ."

__ADS_1


"Tunggu sebentar tinggal beberapa baju lagi. Kau boleh turun terlebih dahulu," ucap Dara tanpa melihat ke arah Alehandro.


Mata Alehandro sempat melihat sekilas Dara memasukkan sebuah kemeja putih pria dan celana panjang ke dalam lemari.


Deg! Kini dia sadar bahwa apa yang dia pikirkan jika Dara mungkin sudah melupakan Kris itu hanya angan-angan semata.


"Huft! Akhirnya selesai juga," ucap Dara menutup lemari. Wanita itu lalu berjalan mendahului Alehandro dan berhenti ketika melihat Alehandro hanya terpaku di tempatnya.


Dia menjentikkan kedua jari di depan wajah tampan pria itu.


"Ada apa?"


"Tidak!" Alehandro lalu berjalan mendahului Dara. Dara mengernyit dahi lalu menggerakkan bahunya ke atas dan mengikuti Alehandro yang terlihat lebih diam dari tadi sebelum mereka kembali ke Jakarta.


"Bu," panggil Dara ketika melihat Mom Lusi yang sedang duduk di kursi rodanya di depan meja makan yang lebih kecil dan pendek dari biasanya. Meja ini berbentuk bundar dengan lima kursi yang mengelilinginya. Mom Lusi mulai berdiri dibantu oleh Alehandro duduk di salah satu kursi.


"Duduklah Dara," kata Mom Lusi. Dara lalu duduk di sebelah Rose. Sedangkan di sebelahnya lagi duduk Alehandro yang berdampingan dengan ibunya.


Para asisten rumah tangga mulai menghidangkan makanan. Mereka mulai menyantap makanan yang ada.


"Mereka terlihat akrab seperti kakak adik," ucap Mom Lusi.


Dara menghentikan makannya dan melihat ke arah Kaisar serta Rose lalu meneruskan kembali makannya tanpa menjawab pernyataan Mom Lusi.


"Rose apa kau menyukai makanan ini?" tanya Mom Lusi.


"Suka tapi masakan Ibu jauh lebih lezat," ujar Rose sembari mengacungkan ibu jari. Dara tersenyum.


"Kalau begitu, besok biar ibumu yang memasak!"

__ADS_1


"Tante Dara juga punya toko kue yang besar, di sana banyak kue yang tersedia," cerita Kaisar.


"Oh, ya. Ehm berarti ibumu ini memang harus memasak makanan selama kalian berada di sini. Nenek sudah tidak masak di dapur jadi dapur selalu bersih karena tidak ada yang memakainya. Semua masakan di masak oleh Mbak-Mbak di sini di dapur kotor."


Rose menganggukkan kepalanya. "Di ruko milikku juga ada dua dapur. Dapur untuk memasak ibu dan dapur untuk membuat kue."


"Ya, seperti itu," sambung Mom Lusi tersenyum. "Kau anak yang cerdik."


"Dara, apa rencanamu besok? Kalau tidak ada masakkan, Mom rindu masakan itu, Surti membuatnya tidak sama seperti yang kau masak," pinta Mom Lusi.


"Dia mau pergi menemui Kris, Bu," sela Alehandro membuat Dara tersedak karena terkejut mendengarnya. Alehandro lalu memberikan minuman untuk Dara sembari menepuk punggungnya perlahan.


"Ya, sudah. Biarkan Rose mengenal ayahnya, kau tidak boleh menghalanginya Dara."


Dara hanya terdiam. Tetapi dia melirik Alehandro dengan tatapan tajam.


"Kita harus berbicara setelah anak-anak tertidur!" pinta Dara berbisik. Pria itu terlihat biasa saja meneruskan makanannya.


"Aku menunggu di balkon atas!" bisik Dara lagi


"Balkon kamarku?" goda Alehandro. Dara menginjak keras kaki Alehandro kesal.


"Aww!'' Alehandro mengusap telapak kakinya yang sakit.


"Kenapa Yah?" tanya Kaisar. Mom Lusi melihat kedua orang itu.


"Ada nyamuk menggigit kakiku," kata Alehandro.


"Wah, nanti biar Slamet menyemprot obat nyamuk biar tidak ada nyamuk yang menggigit mu lagi," ujar Mom Lusi.

__ADS_1


"Mom kau harus melakukannya karena nyamuk itu sangat galak!"


"Nyamuk galak, okey!" sambung Mom Lusi melihat ke arah Dara.


__ADS_2