Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Senyum hantu


__ADS_3

Aku tidak mengerti apa maksud ucapanmu itu?" tanggap Cristian.


Cinta tersenyum sinis.


"Mungkin kau akan jijik jika tahu siapa aku. Aku hanyalah anak dari hasil hubungan gelap antara ayah dan pelayan di rumah. Aku anak tidak Sah ayahku. Aku sendiri jijik mendengarnya!" seru Cinta. Cinta menangisi nasibnya yang begitu buruk.


Hati Cristian ikut sedih meendengarnya. Namun dia mencoba untuk tenang dengan menampilkan muka datarnya.


Cristian memegang dagu Cinta dan menengadahkan wajahnya.


"Hanya karena itu kau mau meninggalkanku?" tanya Cristian. "Aku akan menerimamu sekalipun kau anak seorang pelacur."


"Aku tahu itu, namun aku tidak bisa menerimanya. Kak Bella sangat mencintaimu. Walau dia mungkin berkata menerima semua pengkhianatan ini tapi hatinya akan terluka. Ibu ... ibu ... haruskah aku membalas budi baiknya dengan memberi luka mendalam pada Kak Bella, itu tidak akan kulakukan. Aku bagai kacang yang lupa pada kulitnya. Walau aku bukan anak kandungnya tapi aku menganggapnya sebagai ibuku dan adalah sebuah petaka jika ibu sampai marah dan tidak mau mengakui sebagai anaknya lagi. Jadi kumohon jangan lakukan itu. Jangan jadikan cintaku sebuah alat untuk menghancurkan keluargaku," isak tangis Cinta dengan menangkupkan kedua tangan di dadanya.


Hati Cristian ikut sesak mendengarnya. Dia memeluk erat Cinta untuk memenangkan hatinya. Kini dia mengerti mengapa Cinta bersikeras untuk berpisah dengannya. Ini bukan sebuah permasalahan yang mudah untuk diselesaikan. Ini persoalan hati yang harus ditangani dengan baik.


"Cinta untuk kali ini saja, aku mohon! percayalah padaku," ucap Cristian sembari bersimpuh di hadapan Cinta.


"Tidak Cristian jangan buat ibu menjadi membenciku! Aku tidak sanggup melihat kebencian di matanya," ujar Cinta.


"Aku tidak akan membuat ibumu membencimu. Aku juga tidak akan membuat kakakmu terluka. Aku akan melakukan apapun agar kau bahagia," ucap Cristian.


"Sungguh kau tidak akan membuat kakak terluka!" Cinta memandang manik mata cokelat milik Cristian, mencari sebuah kepastian dari ucapannya.


"Aku lelaki dan aku akan memegang ucapanku, tapi kau harus berjanji untuk jadi milikku selamanya, tak ada yang boleh memilikimu selain aku," kata Cristian menangkup pipi Cinta.


"Aku selamanya adalah milikmu," ucap Cinta.


Wajah Cristian mulai mendekat Cinta sendiri memejamkan matanya tatkala bibir hangat Cristian menyapu bibirnya. Lembut selembut cream, manis lebih manis dari madu. Api kerinduan yang telah ditahan beberapa hari ini akhirnya membesar membentuk gelora panas yang membakar tubuh mereka.


Tidak cukup bagi Cristian dengan hanya mencium bibir mungil dan manis milik cinta kini ciuman itu turun ke leher sehingga membuat ******* keluar di bibir Cinta.


"Hentikan Cristian aku harus pergi," ucap Cinta yang kembali teringat akan acara sungkem dan meminta doa restu sebelum pernikahan di laksanakan esok hari.


Cristian menghentikan aksinya, bola matanya memadat seketika, memperlihatkan gelora gairah yang naik hingga ke ubun-ubun.


Wajah Cinta yang seputih pualam kini memerah karena pancaran panas dari dalam tubuhnya.


''Jika tidak ingat akan esok hari aku sudah akan memakan mu malam ini," ucap Cristian. "Pe**etan dengan ucapan Ardi yang mengatakan bahwa aku hanya menjadikanmu pemuas nafsu saja. Kenyataannya kau pun sama-sama menginginkan aku."

__ADS_1


Cinta tertawa mendengar ungkapan hati Cristian yang marah dengan ucapan Ardi padanya. Dia teringat akan kekesalan Ardi kemarin malam, jika Cinta akan kembali tidur dengan Cristian.


"Dia memang seperti itu orangnya dia selalu jujur dan apa adanya,'' jawab Cinta.


Dia membenahi pakaiannya dan bersiap akan kembali ke rumah.


"Kau memakai pakaian yang sangat buruk."


Cinta tersenyum. "Ini baju milik Mbok Jum, ibu Ardi. Aku sengaja memakainya agar tidak ada yang tahu kepergianku," jawab Cinta.


"Kau terlihat sangat dekat dengan keluarga Ardi?" Cinta menghela nafasnya dan melihat ke arah Cristian.


''Mereka selalu ada untukku. Dan kau tidak usah cemburu akan hal itu."


"Kau lihat di mana handphone milikku?" Cinta mencari handphone miliknya. Menengok ke kanan kiri namun tidak juga dia melihatnya.


"Mungkin masih di ruang tamu," jawab Cristian.


Wajah Cinta kembali memerah. "Apakah Om dan tante ada di rumah?"


Dia malu jika orang tua Cristian tahu jika mereka berada di kamar yang sama.


"Ada apa kau akan meminta restu untuk menikah denganku?" sindir Cristian.


"Apa pendapat mereka padaku jika aku bersamamu saat ini di kamar ini!"


"Apa itu penting bagi mereka?Kenyataannya kau memintaku untuk menjadikan Bella menantunya."


"Kata-katamu sangat menyebalkan!" ucap Cinta cemberut.


"Dan kau tidak punya hati menyuruhku menikahi Bella," kata Cristian bangkit dari tempat tidur dan mendekati Cinta, dia memeluk Cinta dari belakang.


"Aku tidak akan menyentuh Bella karena aku hanya milikmu," ucap Cristian.


Cinta tubuh Cinta membeku mendengar hal itu.


"Jadi jika kau bersikeras untuk menikahkan aku dengan Bella, bukan hanya kau yang terluka Bella dan aku juga akan terluka. Berpikirlah secara bijak!"


Cristian mencium belakang telinga Cinta, membuat tubuh wanita itu meremang. Tangannya membelai lembut perut Cinta. Dia memejamkan matanya.

__ADS_1


"Apa kau rela jika aku mencium dan membelai wanita lain seperti ini, walau itu kakakmu sendiri?"


Mata Cinta langsung terbuka dan membalikkan tubuhnya.


"Cukup Cristian, aku harus pergi sekarang!" Cinta mendorong lembut Cristian.


"Setidaknya biarkan aku ucapkan kata perpisahan untuk anakku," ledek Cristian. Cinta menghela nafasnya.


Cristian bersimpuh di depan perut Cinta dia mendekatkan kepalanya dan mencium perut Cinta. Tangannya memeluk pinggang Cinta.


"Sayang jaga baik-baik ibumu yah! Dia itu sangat cengeng dan mudah menangis. Kau jangan menyusahkan dia. Jadilah anak baik dan jangan pernah merepotkan ibumu. Ayah akan selalu menyayangimu. Dan tolong ingatkan pada ibumu jika ayahmu sangat mencintainya," bisik Cristian. Mata Cinta berembun dia menengadahkan kepalanya agar tidak menangis lagi. Huft ... ini terlalu berat untuknya.


"Satu lagi ini bukan perpisahan karena kita akan bertemu lagi besok.Nantikan terus kedatangan Ayahmu, Jagoan Kecil Ayah,'' tambah Cristian lalu mengecup perut Cinta berulang-ulang. Dia mengeratkan pelukannya, dia tidak rela jika Cinta akan pergi.


"Jangan pergi!" ucap Cristian keberatan. "Biarkan aku membawamu ke pelaminan besok tapi tinggallah malam ini bersamaku."


"Aku tidak bisa, ada acara penting jam tujuh malam nanti dan ini sudah hampir gelap." ucap Cinta melihat ke arah jendela kamar yang memperlihatkan warna langit yang orange.


"Aku tidak rela jika harus berpisah dengan kalian sekarang. Aku akan menculikmu saja lalu menikahimu," kata Cristian tersenyum nakal.


"Kau jangan gila, lepaskan aku! Aku harus pulang, aku tidak mau melihat ibu marah nanti,"


bentak Cinta kesal sembari melebarkan matanya.


Cristian mencium panjang perut Cinta. ''Ibumu sangat keras kepala sekali, Nak. Dia tidak tahu jika Ayahmu ini akan melakukan apapun asal bisa membuat kalian bahagia."


Cristian bangkit dan tersenyum ke arah Cinta.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Cinta curiga dengan senyum hantu yang Cristian perlihatkan. Dia tahu jika Cristian pasti sudah merencanakan sesuatu yang buruk.


***


Like.


Level karya bulan depan ditentukan like kalian hari ini. Jadi bantulah aku dengan hanya menekan tombol like agar level tidak semakin turun ke bawah.


Vote


Besok hari senin, jangan lupa untuk memberi Vote untuk membuat semangat lebih padaku. Ini menentukan rank karya kita. Jadi dukungan kalian adalah hal terbesar bagiku

__ADS_1


Apalah arti penulis tanpa adanya pembaca setia.


Komen kalian selalu aku tunggu.


__ADS_2