Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Hari Pernikahan


__ADS_3

Akhirnya pernikahan itu jadi juga, entah itu karena alasan perusahaan atau karena dia masih membutuhkan David, bisa juga karena perpaduan keduanya. Pernikahan tanpa dihadiri kedua orang tuanya. Apakah ini sah atau tidak Bella tidak mengerti? Yang dia tahu ini kehendak David dan hatinya tidak dapat menolaknya.


"Sah ... sah ... ," kata para saksi yang hadir.


"Alkhamdulillah," ucap semuanya yang hadir di acara itu. Hanya ada tujuh orang yang hadir, dua dari pihak pak penghulu, mempelai dan tiga orang pilihan David yang dua diantaranya jadi saksi.


Terlihat raut puas dan lega keluar dari wajah David. Bella sendiri mulai melihat pria itu berbeda jauh terlihat tampan dan memukau dengan baju Koko berwarna putih yang dihiasi bordiran di sisi leher, apa karena dia telah menjadi suaminya kini sehingga terlihat lebih tampan? Seseorang yang diharapkan bisa mengisi hari-harinya dan bisa mendengarkan semua keluh kesahnya. Semoga ini tidak akan berakhir buruk. Batin Bella.


Setelah mengucapkan terimakasih kepada penghulu dan mendapatkan secarik kertas nikah siri David memegang tangan Bella dan membawanya keluar dari masjid itu.


Mereka menuju ke arah mobil Range Rover berwarna hitam. Sedangkan sekretaris dan asisten pribadinya serta pegawainya pergi dengan mobil yang lain.


Bella hanya terdiam, menuruti semua perkataan David. Mereka masuk ke mobil. Mobil satunya pergi ke arah berlawanan dari mobilnya.


"Kau tidak ke kantor?" tanya Bella.


"Tidak! Hari ini aku libur, dan ingin seharian bersamamu?" ujar David menatap Bella sejenak dan tersenyum, lalu melihat lagi ke arah depan.


"Aku harus balik lagi ke kantor, ada urusan penting yang harus ku selesaikan," ujar Bella.


"Apakah itu lebih penting dari pada aku!" tanya David. Bella melihat ke arahnya dengan tatapan sulit untuk di mengerti lalu dia menatap jalanan lagi di depannya.


"Ayah akan melakukan rapat mendadak hari ini berkaitan dengan utang yang harus dibayarkan tiga hari lagi," jawab Bella terus terang menatap ke arah depan.


David lalu meminggirkan mobilnya tiba-tiba.


"Kau tidak mengatakan hal itu padaku kemarin?"


"Aku sudah katakan jika aku membutuhkan kontrak kerjasama itu," balas Bella.


"Namun kau tidak mengatakan segalanya?"


"Kukira karena aku baru mengenalmu dan aku tidak tahu bagaimana mengatakan ini semuanya. Apa pandanganmu terhadapku nantinya, itu yang paling aku khawatirkan?'' jawab Bella tegas.


David menangkup pipi Bella dengan satu tangannya, jarinya masuk ke sela-sela rambut Bella.

__ADS_1


"Katakan saja yang kau butuhkan. Aku akan melakukan segalanya yang aku bisa," kata David.


Bella menatap David dengan pandangan sayu bukannya senang.


"Apa kau akan melakukan hal ini pada para wanitamu yang lain, kukira bukan aku saja yang diberi janji manis seperti ini 'kan?" jawab Bella.


David menatap tajam pada Bella dan tangannya yang menangkup pipi Bella terasa mengeras.


"Aku selalu memberikan yang terbaik pada wanitaku sehingga mereka enggan untuk lepas dariku, jika aku bosan, aku yang akan membuang mereka!" kata David dengan gigi menggelutuk.


"Suatu hari aku pun akan bernasib sama seperti mereka, jadi aku harus ambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari hubungan lima bulan ini." Bella menatap berani pada David.


David melepaskan tangannya pada wajah Bella yang lembut dengan kasar. Dia mulai menyetir lagi. Dia tidak ingin membuat haru indahnya di penuhi dengan pertengkaran. Dia sadar jika Bella bukan wanita murahan seperti wanita lain yang akan bahagia jika diberi hadiah atau uang banyak. Dia tidak murah karena dia harus merogoh seperempat kekayaannya untuk membantu wanita itu keluar dari masalah keuangannya.


"Antarkan aku ke perusahaan," ujar Bella.


"Dengan pakaian seperti itu?" tanya David.


"Aku sudah menyiapkan pakaianku di tas belakang." Bella melirik ke kursi penumpang. David melihat melalui kaca spion.


Ketika lampu merah memberhentikan mobil mereka. Bella keluar dan masuk ke kursi penumpang.


"Kau gadis yang nakal." Erang pria itu merasakan celananya semakin terasa sesak.


"Apakah semalam belum cukup untukmu?" tanya Bella tersenyum sembari menurunkan roknya.


"Kau bahkan meninggalkan begitu banyak tanda di dadaku," kata Bella sengaja menggoda dengan membusungkan dadanya.


"Sial! Ini di mobil jika tidak kau kuterkam!" gerutu David.


Dia memang wanita murahan dan harusnya berlagak menjadi murahan demi perusahaannya.


"Lampu sudah hijau, kau harus mulai menjalankan mobilnya," kata Bella tertawa melihat raut muka David yang bermuram Durja.


Bella mulai memakai lagi atasannya. Dia tidak sadar jika David mulai mengarahkan mobilnya pada parkir mobil bawah tanah di sebuah mall dengan cepat.

__ADS_1


"Mengapa kita kemari? Aku bisa terlambat nanti!" tanya Bella. David memarkirkan kendaraannya di parkiran paling pojok dan gelap.


Dia keluar dari mobil dan masuk ke kursi penumpang. Dan Bella sedang mulai memakai roknya.


"Kau mau apa?" tanya Bella.


"Meminta hakku? Sebelum kau meminta nfakh dariku!" jawab David menyeringai jahat. Bella membuka mulutnya lebar tidak percaya.


"Tidak bisakah menunggu nanti malam?" tanya Bella.


David menutup pintu mobil dan duduk di sebelahnya dia menunduk dan mengambil rok yang sudah ada di bawah kaki Bella.


"Kau menggodaku tadi, ini akan sangat menyakitkan jika tidak tersalurkan."


David meraih celana Bella dan menurunkannya.


"Kita, di sini?" ucap Bella tidak percaya. Dia adalah wanita yang terbiasa berbuat sopan dan anggun ini terlihat memalukan dan tidak beradap baginya.


David tidak peduli dia menurunkan resletingnya dan mengeluarkan benda pusaka sakti miliknya dan duduk bersandar.


"Naiklah Bella dan lakukan tugasmu!" ujar David.


"Sebentar lagi akan ada rapat, kau harus mengerti," bujuk Bella, menolak halus.


"Lakukan dan kau akan dapat yang kau inginkan, nanti semua masalahmu akan kubereskan dalam waktu 24 jam," janji David.


Bella tidak dapat berkata apa-apa. Dia mulai naik ke atas tubuh David dan mulai bergerak seperti yang pria itu perintahkan. Hingga sesuatu menyembur ke rahimnya. Dia lemas dan jatuh lunglai di tubuh David.


"Kau curang! Kau bahkan masih berpakaian lengkap," ucap Bella terengah-engah.


David tertawa lalu mencium rambut Bella dengan penuh rasa sayang. Walau dia harus menjebak dan memaksa wanita itu, namun semua ini dia lakukan demi cinta. Dia yakin lama kelamaan Bella akan mencintainya sama sepertinya.


Bella lalu membersihkan diri dengan tissue basah, memakai pakaiannya lagi dan bersiap untuk pergi ke kantor.


"Aku akan mandi di ruanganku nanti," ujar wanita itu sembari meletakkan pantatnya di kursi penumpang sebelah kursi pengemudi.

__ADS_1


"Itu hukuman karena kau meninggalkanku di hari pernikahan kita." David mulai melajukan kendaraannya.


"Apa semua ini terasa mengasikkan untukmu, David. Pernahkah kau memikirkan perasaan istrimu?" tanya Bella dalam hati.


__ADS_2