Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Nyaman


__ADS_3

"Aku tidak bisa menceritakan semuanya dengan baik padamu hanya Cristian yang bisa menerangkan detailnya," ujar Alehandro. Maria hanya terdiam, pandangannya menatap jauh ke depan.


"Maria apakah kau mendengar apa ucapanku?" tanya Alehandro mengoyak pelan tubuh Maria.


Dia lalu terkejut melihat pada Alehandro.


"Jika benar dia ibuku, aku tidak akan pernah menganggapnya ada karena dia telah meninggalkanku semenjak masih kecil," ucap Maria lalu berbaring dan memunggunginya.


Alehandro melepas kaos kakinya dan ikut berbaring menghadap Maria. Dia ingin menyentuh lengannya memberikan kekuatan tetapi menariknya kembali.


"Maria jika kau sedih menangis lah, jangan kau pendam perasaanmu sendiri," ucap Alehandro.


Tubuh Dara lalu bergetar, tetapi tidak terdengar isak tangis. Alejandro yang penasaran lalu melongok Maria.


Wanita itu ternyata sedang meremas seprai dan menggigit bibirnya keras. Alejandro lalu memeluknya erat.


"Lepaskan aku!" tolak Maria serak.


"Tidak, karena aku akan menemanimu di saat kau sedih," jawab Alehandro.

__ADS_1


"Aku biasa hidup sendiri jadi tidak memerlukan rasa simpatikmu!" ucapnya bergetar dan suara nafasnya mulai tersengal.


"Dulu kau sendiri sekarang kau punya aku sebagai tempatmu untuk berbagi semua masalah!"


"Pergilah," usir Maria mencoba melepaskan pelukan Alehandro dari belakang. Alejandro malah makin memeluknya erat dan mencium rambut Maria.


Akhirnya pertahanan Maria runtuh juga. Dia menangis terisak-isak. Hati Alehandro ikut perih mendengarnya. Dengan pelan pria itu membalikkan tubuh Maria. Melihat wajahnya yang memerah dan basah oleh air mata.


Alehandro lalu merapikan rambut yang menutupi wajah manis Maria dan mencium pipinya lembut serta dalam. Dia lalu memandang Maria yang masih terisak.


"Apapun perasaanmu berbagilah denganku, jika kau masih enggan menganggapku sebagai suamimu maka anggaplah aku teman curhatmu. Aku akan selalu ada untukmu, untuk menghapus air matamu dan untuk mengobati lukamu," ucap Alehandro.


"Lepaskan semua bebanmu dan berikan padaku, aku akan selalu ada untukmu," ungkapnya. Lalu terdengar isak keras Maria.


"Jangan katakan itu, itu akan membuatku menangis lagi," kata Maria.


"Menangis lah hingga kau puas dan lega," ujar Alehandro. Akhirnya Maria menangis di dada Alehandro, mengeluarkan semua beban hatinya. Hingga dia merasa lelah dan tertidur dalam pelukan Alehandro.


Pagi harinya saat sang Surya mulai muncul, gelapnya malam digantikan oleh cahaya terang secara perlahan menyinari bumi. Seperti itulah hati Maria. Dia terbangun dalam dada Alehandro, merasakan aroma harumnya dan mendengarkan degub jantung pria itu. Terasa nyaman dan terlindungi. Itu yang Maria rasakan.

__ADS_1


Maria lalu menengadahkan wajahnya melihat rahang Alehandro yang sudah dipenuhi bulu-bulu tipis.Sepertinya pria itu masih tertidur. Maria lalu menyandarkan diri lebih dalam pada dada pria itu lalu memejamkan matanya kembali.


Tangan Alehandro yang berada di pinggang Maria mengerat sehingga posisi tubuh mereka terasa intim. Tangan itu lalu mengusap lembut punggung Maria.


Maria melihat ke atas.


"Kau sudah bangun, jika sudah lepaskan aku!" kata Maria.


Alehandro mendesah pelan dan semakin mengeratkan pelukannya lalu mencium pucuk kepala Maria dalam.


"Hanya sebentar saja, bukankah terasa nyaman?" kata Alehandro lirih.


"Ini sudah pagi," kata Maria ''dan aku belum sholat.''


Alehandro tersenyum kecut, malu karena istrinya yang mengingatkan bukannya dia yang sebagai imam keluarga.


Alehandro lantas langsung melepaskan Maria. Lalu melihat wanita itu pergi ke kamar mandi.


Dia pikir mulai nanti dia harus menghubungi Kris meminta dicarikan seorang guru yang bisa mengajarkannya tentang ibadah. Dia ingin berubah menjadi pria yang baik mulai hari ini.

__ADS_1


__ADS_2