Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Tak Ada Hak


__ADS_3

Mendengar suara ribut di luar rumah Erik dan Maria keluar. Eric terkejut ketika melihat cinta ada dihadapannya rasa benci dendam dan marah menjadi satu wajahnya memerah dan matanya menatap tajam pada cinta seolah ingin menghaluskan cinta dan membuatnya menjadi abu.


"Christian! Mengapa kau memperbolehkannya masuk ke rumah ini. Dia bagai hama yang harus disingkirkan. dia datang hanya membawa penderitaan untuk kita semua. Jauhkan dia dari keluarga ini," teriak Erick dengan penuh emosi.


"Aku juga sudah mengusirnya, kau tak usah khawatir Ayah biar aku yang mengurusnya!'' ucap Cristian dengan wajah yang terlihat sinis memandang ke arah Cinta.


Satpam bergegas datang dan menarik lengan tangan Cinta. Cinta memberontak sekuat tenaga.


"Lepaskan aku? Aku ingin bertemu Calesta." Cinta lalu menginjak kaki Satpam itu sekuat tenaga.


"Aw...." teriak Satpam itu memegang kakinya yang sakit.


Kesempatan itu di ambil oleh Cinta untuk lepas dari genggaman tangan Satpam. Dia lalu berlari hendak masuk ke dalam rumah. Namun tangan Cristian meraih tubuhnya dan merengkuhnya.


"Lepaskan!" Berontak Cinta memukul tubuh Cristian yang menguncinya dari belakang.

__ADS_1


"Bawa tasnya dan buang keluar dari rumah ini," perintah Cristian.


Cristian membawa Cinta keluar dari rumahnya. Erick dan Maria yang melihat itu, merasa lega. Mereka lalu masuk kembali ke dalam rumah.


Sesampainya di depan pintu gerbang Cristian mendorong tubuh Cinta dengan kasar sehingga Cinta jatuh ke tanah.


"Biarkan aku bertemu dengan Calesta," teriak Cinta.


"Hanya dalam mimpimu. Pergilah kami tak membutuhkanmu. Dan satu lagi jangan pernah dekati Calista karena aku akan mengambil hak asuh nya mulai saat ini.'' ucap Christian dengan jari tangan yang menunjuk ke arah cinta.


"Kau tak boleh mengambilnya karena Calesta hanya milikku, aku yang melahirkan dan aku yang besarkan. Kau tak punya hak sama sekali!" teriak Cinta berulang-ulang sembari memukul pintu hingga tangannya memerah dan sakit. Dia lalu bersandar pada dinding gerbang. Kakinya melemas, tubuhnya luruh ke tanah dan Cinta menangis terisak-isak sembari memegangi kepalanya.


"Percuma kau menangis disini karena ku yakin Cristian takkan mendengarnya dia terlampau sakit karena ulahmu sendiri. aku tahu seperti apa karakter Christian. Lebih baik kau pergi beristirahat saja," ujar David tiba-tiba datang.


"Mengapa kau masih disini?"kata cinta dengan suara yang terdengar parau.

__ADS_1


"Aku hanya tak tega melihatmu sendiri di sana. Ternyata apa yang ku pikir terjadi juga kau diusir oleh Christian dari rumahnya," Cinta memandang ke arah David.


"Aku tak tahu harus bagaimana lagi, anakku diambil oleh Christian."


"Kau tidak bisa berfikir jika seperti ini. Ayo ikut aku pulang ke rumahku. Kau bisa membersihkan diri dan beristirahat dengan tenang di sana sembari memikirkan langkah apa yang akan kau tempuh nantinya," ajak David.


"Cristian tidak bisa dibantah. Kecuali kau bisa meluluhkan hatinya maka dia pasti akan mengubah jalan keputusannya. Jika kau pernah dekat dengannya kau pasti setuju dengan kata-kataku,"


Cinta memandang David dengan seksama dan membenarkan dalam hati apa yang dikatakan pria itu.


"Kau benar!" jawab Cinta dia lalu berdiri di bantu oleh David lalu berjalan menuju mobil David yang diparkir sedikit jauh dan tersembunyi dari rumah Cristian.


"Kenapa kau mau membantuku?'' tanya Cinta pada David.


"Karena instingku ingin membantumu hanya itu saja," ucap David.

__ADS_1


__ADS_2