Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Soal Warisan


__ADS_3

"Dara kau kenal dengan Anwar?" tanya Alehandro setelah mereka menempuh perjalanan pulang kembali ke rumah. Sebelum dia menikah dengan Maria, Anwar adalah sahabatnya juga, jadi dia biasa memanggilnya Anwar.


"Dia pria yang pernah berusaha menculik dan menjualku ke luar negeri," ucap Dara santai.


Ciitt...


"Kau jangan berbohong, dia itu sangat bersih tidak mungkin melakukan hal seperti itu?" tanya Alehandro hampir tidak mempercayai ucapan istrinya karena setahu Alehandro Anwar adalah pria dengan reputasi sangat baik dan bersih.


"Aku tidak punya bukti tapi suatu saat aku bisa membuktikannya. Kalau kau mau tahu lebih banyak datang ke Polda Metro Jaya dan tanyakan tentang kasus perdagangan manusia yang berada di apartemen xxxx. Cari pelaku yang ditahan, mereka hanya anak buahnya, sedangkan dalang semua ini adalah Anwar," ucap Dara, Alehandro kembali menjalankan mobilnya setelah beberapa pengendara marah karena pria itu mengerem mendadak di tengah jalan.


Alehandro terdiam. Dia menjalankan lagi mobilnya.


"Kau ingat waktu tempo hari kau menemukanku ditabrak seorang pria dan hampir jatuh di rumah sakit?" ungkap Dara.


"Dia yang menabrakku. Jika dia datang untuk menengok Kaisar keponakannya seharusnya dia bertemu denganmu bukan? Namun tidak, dia berjalan cepat seperti menghindari sesuatu," alibi Dara. Membuat wajah Alehandro memucat. Jadi nalurinya yang mengatakan jika ada yang aneh dari gelagat pria itu adalah benar. Alehandro menarik nafas dalam.


"Maksudmu dia berniat jahat pada Kaisar?" tanya Alehandro.


"Entahlah hanya saja ini semua terasa aneh. Keluarga Tanjung kecelakaan dan meninggal di tempat kejadian karena rem blong. Kaisar selamat, seharusnya kakak dari neneknya bersimpati dan mendatanginya tetapi malah tidak, dia malah terlihat berjalan sangat cepat seperti terburu-buru dari arah lorong yang di tempati Kaisar seperti menghindari sesuatu atau takut ketahuan," Dara menopang kepalanya dengan satu tangan.


Bibir Alehandro terkatup tetapi dia yakin apa yang dikatakan oleh Dara itu benar dan berkaitan.

__ADS_1


"Namun pria itu sedang berada di Singapore sebelum terjadinya kecelakaan, kemarin baru saja sampai di Indonesia!" kata Alehandro yang tidak menemukan bukti jjka


Pria itu menarik panjang. Menatap ke lurus ke depan sembari menekan pedal gas dalam-dalam. Membuat Dara terkejut.


"Ale?" pekik Dara terkejut.


"Kita harus segera sampai di rumah sakit aku khawatir dengan Kaisar." Dara menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dia juga takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anak itu.


Secara, dia adalah satu-satunya pewaris dari keluarga Tanjung. Jika Kaisar meninggal secara otomatis warisan itu akan jatuh ke tangan Anwar. Mungkin ini motifnya. Warisan.


Alehandro memang memasang CCTV di ruangan Kaisar dan meletakkan dua penjaga di depan kamar. Mok Lusi juga sedang di sana bersama satu pengasuh Kaisar. Namun, itu tidak lantas membuatnya tenang apalagi setelah tahu jika Anwar sepertinya menjadi dalang kejadian ini.


"Siang Dokter?" sapa Mok Lusi.


Dokter itu menjawab sapaan Mom Lusi dengan anggukan.


"Sepertinya cucu saya sebentar lagi akan siuman ya, Dok?" Mom Lusi dengan susah payah berjalan ke arah Dokter itu.


"Sepertinya keadaan dia telah membaik," ucap Dokter itu mulai mengecek semua alat yang ada lalu mengambil suntikan dari dalam celana panjangnya.


"Bukankah cucu saya baru saja menerima suntikan dari Dokter Faisal, setengah jam yang lalu mengapa harus di suntik lagi?" tanya Mom Lusi.

__ADS_1


"Ini hanya suntik vitamin saja," kata Dokter itu mulai memegang selang infus Kaisar.


"Tunggu dulu, Dokter Faisal tidak mengatakan akan melakukan suntikan lagi. Saya ingin tahu Anda Dokter siapa biar saya tanyakan dulu pada Dokter khusus Kaisar," cegah Mom Lusi.


"Jika ingin cucu Anda selamat maka Anda harus menuruti saya," kata Dokter itu tidak mau kalah.


"Tunggu biar saya tanya langsung pada Dokter yang mengurusinya!" ujar Mom Lusi berhati-hati. Dia takut cucunya kenapa-kenapa karena kebanyakan obat yang masuk ke tubuh.


Mom Lusi mulai mengambil ponselnya. Namun pria itu tetap mau menusukkan suntikan itu ke selang infus Kaisar.


Mok Lusi lantas menghalanginya karena curiga.


"Kau mau apa!" teriak Mom Lusi membuat pengasuh Kaisar yang berdiri di sebelah Mom Lusi ikut mencegah pria itu. Pria itu mendorong tubuh tua Mom Lusi ke lantai dan dia berniat menekan suntikan itu agar cairan segera keluar dan masuk ke infus tetapi pengasuh itu menggigit bahu pria itu dari belakang.


Mendengar keributan dari dalam dua pengawal yang berjaga segera masuk ke dalam. Mereka lalu membantu pengasuh untuk menyergap Dokter gadungan itu.


Pria itu mendorong tiang infus ke arah penjaga tetapi penjaga itu dengan cepat menangkap dan menegakkan kembali di tempat semula.


Pria itu rupanya bukan pria biasa dia bisa menghindari semua serangan yang ada. Hingga membuat kuwalahan dua penjaga tadi dalam satu tendangan orang dari Alehandro jatuh.


Mom Lusi memekik takut.

__ADS_1


__ADS_2