Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mau Mommie


__ADS_3

Aura menggerakkan lehernya dan melihat ke arah Cristian. Dia hanya bisa berbicara melalui gerakan mata saja. Tetes air mata dan senyum bahagia yang tercetak di bibirnya menggambarkan betapa bahagianya dia.


"Nenek sakit, kenapa nenek duduk di kursi roda? Nenek sakit apa?" tanya Calesta beruntun.


"Itu akibat ulah ibumu yang menyebabkan istriku sakit," kata Erick tiba-tiba.


"Pa ... ." Cristian nampak keberatan jika Erick mengatakan hal itu di depan Calesta.


"Bukankah itu kenyataannya Cristian,'' ujar Erick.


Calesta yang nampak ketakutan bersembunyi di belakang lengan Cristian.


"Hanya saja jangan mengatakannya di depan anakku dia masih terlalu kecil untuk mengerti permasalahan ini," ujar Cristian.


"Terserah aku mau turun untuk sarapan." Erick mendekati Aura dan membawa Aura pergi dari tempat itu.


"Itu siapa Pa? Calesta takut," ucap Calesta sembari mengusap air matanya.


"Dia kakek Calesta, namanya kakek Erick. Dia orangnya sangat baik kok jika Calesta sudah mengenalnya," jawab Cristian mengelus kepala Calesta.


"Kita makan di bawah yuk bersama yang lain," ajak Cristian.


"Aku takut," kata Calesta.


"Ada papa."

__ADS_1


"Aku ingin Mommie," lirih Calesta sembari mengeraskan tangisnya. Cristian menghembuskan nafasnya. Ternyata tidak semudah yang dipikirkannya ketika harus membawa Calesta tanpa ibunya.


"Ada papa, kau akan baik-baik saja,"jawab Cristian. Dia lalu memeluk Calesta menenangkannya.


"Kita makan setelah itu papa janji akan membawamu ke tempat yang kau suka," bujuk Cristian.


"Tapi Mommie bawa kesini nanti," pinta Calesta.


Cristian menarik dua sudut bibirnya ke atas. Terpaksa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Calesta lalu diangkat dan dibawanya menuju ruang makan.


"Selamat pagi Cristian," ucap seorang wanita muda menyambut Cristian dengan memberikan satu ciuman di pipinya.


"Hai gadis kecil yang manis, selamat pagi. Selamat datang di keluarga kami," sapa Maria pada Calesta.


"Namaku Maria kau bisa memanggilku aunty Maria. Kau sangat cantik sekali," puji Maria. Menyentuh pipi Calesta tapi Calesta menepisnya.


"Calesta bersikaplah yang baik padanya," ucap Cristian.


Calesta hanya diam namun wajahnya semakin masuk ke dada Cristian.


"Sepertinya dia butuh beradaptasi dengan lingkungannya, aku sudah menyiapkan roti bakar kesukaanmu beserta selai kacang," ucap Maria sembari menyiapkan sarapan untuk Cristian.


"Calesta mau apa? Biar nanti aunty siapkan," tanya Maria pada Calesta.

__ADS_1


"Aku mau Mommie!" seru anak itu.


***


"Makanlah dulu Cinta! Aku tahu dari tadi malam kau belum makan.''


"Aku tidak bisa makan jika belum melihat Calesta," ucap Cinta yang masih menangis di tempat tidurnya.


"Kalau begitu temui Cristian, minta Calesta," anjur Ardi.


"Dia tidak akan memberikannya," jawab Cinta. Semua terdiam.


"Kau coba saja dulu! Sekalian kau bertemu kakakmu, siapa tahu dia akan mengerti dan mau membujuk Cristian untuk menyerahkan Calesta padamu," ujar Mbok Jum.


Ardi dan Pak Budi menganggukkan kepalanya.


"Itu yang membuatku berat untuk pergi ke sana. Bertemu semuanya. Penjelasan apa yang akan ku katakan pada mereka? Bagaimana caraku mengatakan pada mereka mengenai Calesta?" Cinta menelungkupkan wajahnya ke bantal.


"Kau hanya berpikir tentang pendapat mereka sedangkan kau belum tahu keadaan mereka saat ini. Apakah Cristian masih bersama Bella atau tidak atau dia sudah bersama wanita lain. Atau juga dia masih menunggu mu datang kembali padanya, seperti kau yang masih belum bisa lepas dari bayang-bayangnya?" ujar Ardi mengeluarkan uneg-uneg di kepalanya.


"Tidak mungkin dia menungguku kembali. Kita semua mendengar ijab kabul itu," ujar Cinta.


"Tidak sampai selesai Cinta," ujar Ardi dengan gigi gemelutuk.


"Aku lelah berbicara dengan wanita keras kepala sepertimu. Kau selalu bersembunyi di balik senyummu padahal isak tangis memenuhi wajahmu setiap malam," ucap Ardi meninggalkan Cinta. Dia memberi tanda kepada orang tuanya untuk meninggalkan wanita itu sendirian.

__ADS_1


Cinta mengambil handphonenya dan membuka galeri yang dia kunci. Foto lama Cristian terpajang di sana.


"Haruskah aku kesana dan menemuimu lagi sedangkan ada kebencian dimatamu untukku?" ucap Cinta.


__ADS_2