
Akhirnya mereka membicarakan rencana itu pada inspektur Rendra. Dan mereka menyetujui rencana ini.
Di depan para wartawan inspektur itu memberikan informasi seperti arahan David.
"Korban menurut suaminya mempunyai buku harian. Dia selalu menuliskan kesehariannya dan perasaannya dalam buku itu. Mungkin dengan buku itu kita dapat menemukan pembunuh aslinya."
"Lalu bagaimana status Nyonya Naura Sinclair bukankah dia ditetapkan sebagai pelaku?" tanya wartawan.
"Untuk saat ini kami menjadikannya sebagai saksi, tapi mengusung asa praduga tidak bersalah kita tidak boleh menghakimi seseorang sebelum menemukan bukti kebenarannya.''
Untuk konferensi pers kali ini David merasa lega karena keluarganya tidak terlalu di salahkan dalam kematian Sofi setidaknya ini awal yang baik. Kali ini dia teringat akan Bella dan Cantik yang sedang pergi berbelanja di luar dengan kakaknya Raina dan Bryan. Semoga dua orang yang paling dia sayangi selalu selamat dan tidak menemui kejadian yang tidak mengenakkan.
"Setelah ini kita akan menemui Anton Tuan David," kata Mark assistennya.( Aku lupa Mark atau Mike ya? Bulan ini aku nulis 3 novel jadi suka lupa)
__ADS_1
David menganggukkan kepalanya. Dia berdiri di sana ketika para wartawan mengajukan beberapa pertanyaan. Walau pertanyaan itu bersifat pribadi dan menyinggung nama Bella tapi dia coba untuk bersikap tenang dan menjawab semua pertanyaan dengan baik.
"Kata orang korban depresi setelah mengetahui bahwa anda menikah dengan istri kedua anda Bella?"
"Berita dari mana itu? Atau kalian ambil kesimpulan tersendiri?"
Semua wartawan terdiam.
Setelah memberikan klarifikasinya David segera keluar dari ruang konferensi pers itu dan menuju ke tempat dimana dia bisa menemui Anton. Ruang konferensi pers itu ada di aula kepolisian sedangkan Anton berada di kantor untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh pihak berwajib.
Butuh waktu dua jam lamanya untuk menunggu Anton datang menemuinya.
"Tuan ... ," sapa Anton menunduk sebelum duduk di depan David.
__ADS_1
"Panggil saja namaku karena aku bukan majikanmu lagi!" ujar David.
"Bukan aku yang membunuhnya," ucapnya tiba-tiba. Wajahnya terlihat sangat sedih dan kacau. Jika ibunya mempunyai orang-orang yang mendukungnya juga fasilitas untuk membantu ibunya keluar dari penjara sedangkan pria ini hanya hidup sendiri. David tahu latar belakang Anton yang hanya seorang anak yatim piatu dari panti asuhan di pinggir kota dan hidup mengembara ke Jakarta lalu bekerja sebagai keamanan kantor Sofi dan karena kegigihannya dalam bekerja, dia akhirnya bisa menjadi bodyguard Sofi.
"Aku tidak tahu itu dan aku juga tidak ingin menghakimi mu tetapi setidaknya kau ceritakan kejadian sebelum kau pergi dari rumah itu. Mungkin dengan ceritamu aku bisa membantumu menemukan penjahat aslinya," kata David.
"Aku melihat Nyonya Naura datang dan langsung masuk ke kamar Sofi," kata Anton.
"Aku tahu dia datang untuk mengambil kembali perhiasan keluarga yang telah digadaikan oleh Sofi dan Roni." Anton menghela nafas panjang.
"Roni yang baru datang ku sindir jika dia hanya menjadi benalu dalam kehidupan Sofi dan terus terang aku tidak suka itu. Aku mencintainya sepenuh hatiku. Tidak pernah aku memanfaaatkan kekayaannya untuk kesenanganku. Aku bahkan berkali-kali mengajaknya menikah dan memintanya untuk bercerai denganmu tetapi dia menolak. Dia katakan jika dia tidak rela kau dan Cantik dimiliki orang lain. Hingga akhirnya kau kekeh meminta perpisahan darinya dan mau tidak mau dia harus menyetujuinya walau dengan hati yang berat.''
"Tunggu tadi kau katakan jika kau menyindir Roni, kau katakan apa padanya?" tanya David penasaran. Dia tidak ingin mendengar cerita cinta Sofi walau itu terdengar egois.
__ADS_1