Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Gagal Maning Gagal Maning


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Maria hanya terdiam dan menekuk wajahnya. Lusi tahu jika suasana hati menantunya tidak baik, tetapi tidak tahu apa gerangan penyebabnya.


Alehandro hanya melihat dari kaca spion saja. Dia mulai berpikir apalagi kesalahan yang diperbuat kali ini mengapa Maria tidak mau menjawab pertanyaannya dari tadi. Seolah dia sedang menghindari Alehandro.


Sesampainya di rumah. Maria langsung keluar dari mobil terlebih dahulu meninggalkan Alehandro dan Lusi yang menatapnya sedari tadi.


Lusi memukul Alehandro dengan tas tangannya keras.


"Aww sakit, Mom!" pekik Alehandro mengusap kepalanya.


"Apa lagi yang kau lakukan hingga membuat menantuku seperti itu."


"Aku tidak melakukan apapun Mom, aku bahkan tidak mendekati seorang wanita pun tadi," kata Alehandro. Tetapi dia tadi teringat jika Natalia mendekatinya.


"Ya, Tuhan!" pikir Alehandro. Dia langsung keluar dari mobil meninggalkan ibunya sendiri.


"Dasar anak nakal!" gumam Lusy tetapi kemudian dia tersenyum. Teringat masa mudanya yang selalu merajuk pada ayah Alehandro.


Alehandro langsung berlari masuk ke kamarnya tetapi pintu kamar di kunci dari dalam.

__ADS_1


"Sayang, kau marah kenapa?" tanya Alehandro sembari mengetuk pintu. Tetapi tidak ada sahutan sama sekali.


"Sayang, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Katakan kesalahanku agar aku mengerti apa yang terjadi dan menerangkannya padamu!"


"Sayang..." panggil Alehandro frustasi, dia mengacak rambutnya kasar. Pintu kamar dibuka. Alehandro tersenyum tetapi sebuah bantal melayang ke wajahnya dengan keras lalu suara pintu dibanting terdengar.


"Tidur di kamar lain. Aku tidak sudi satu ruangan denganmu!" teriak Maria serak.


"Sayang kau salah paham!" bujuk Alehandro.


Lusi yang berada di ujung lorong tersenyum melihat ulah menantu dan anaknya. Alehandro langsung membalik badannya setelah mengetuk pintu berkali-kali namun tidak kunjung memperoleh tanggapan.


"Mom kau disini?" tanya Alehandro terkejut tetapi terlihat lesu.


"Tidak. Hanya saja Mom teringat jika dulu kau selalu malas jika dikejar oleh wanita tetapi sekarang kau yang merajuk pada Maria," ucap Lusi mengangkat bahu dan berbalik berjalan menuju lantai kamarnya.


"Mom tunggu, apakah kau punya cara agar aku bisa berbicara dengan Maria?" tanya Alehandro meminta saran pada ibunya.


"Bujuklah dia semalam suntuk di depan kamar jika perlu tidurlah di depan pintu kamarnya. Dia pasti akan terkesan melihat kegigihan mu!" kata Lusi.

__ADS_1


"Sungguh Mom!" tanya Alehandro antusias. "Apakah Daddy juga melakukannya?"


"Ya, dia adalah pria paling pengertian dan romantis," jawab Lusi tersenyum kecut mengingat almarhum mendiang suaminya.


"Kalian memang selalu terlihat romantis," kata Alehandro.


"Karena itu contoh ayahmu dalam memperlakukan istrinya!" ucap Lusi. Alehandro mencium pipinya.


"Baik Mom, I love you . Kau memang ibu terbaik."


"Sudah sana, bujuk istrimu!" kata Lusi mendorong tubuh Alehandro. Setelah itu dia turun melalui lift. Tubuh tuanya terasa lelah setelah melalui hari yang sulit. Tetapi dia sudah tenang melihat anak dan istrinya sudah kembali ke rumah. Dia berjanji akan menjaga pernikahan anaknya selama dia masih hidup.


Alehandro mengikuti instruksi ibunya. Dia bersandar pada pintu dan mengetuknya berkali-kali. Nyamuk di luar kamar mulai memangsa kulit putihnya. Dia menabok kesal pada nyamuk itu.


"Maria, aku bisa jelaskan semuanya. Kau jangan marah seperti itu. Biarkan aku masuk. Tidakkah kau kasihan melihatku duduk di sini, ditemani oleh nyamuk."


Plak! Plak! plak!


Suara Alehandro memukul nyamuk di luar pintu membuat Maria tertawa di dalam kamar. Dia sudah berbaring cantik di tempat tidur tetapi terganggu oleh suara di luar pintu kamarnya.

__ADS_1


"Biar sesekali dia merasakannya," gumam Maria menutup telinganya dengan kapas lalu menarik selimut dan mulai tertidur.


Alehandro sendiri akhirnya tidur di lantai hanya ditemani oleh bantal gulingnya saja. Malam pertama pernikahannya gagal dan kini malam pertama Maria kembali ke rumah ini lagi pun gagal. Nasib ... nasib anak Soleh... . Gagal maning ... gagal maning.


__ADS_2