Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Let Me Go Home


__ADS_3

"Apa kau lapar? Kau mau makan apa biar aku belikan mumpung kita masih di jalan," tawar Kris. Dara lalu melihat deretan gerobak makanan di pinggir jalan.


"Aku mau makan ayam goreng penyet," teriak Dara.


"Oh, tidak Dara bisakah kita memesan makanan di restoran saja?" pinta Kris.


"Oh, ayolah, jika kau tidak mau tidak apa-apa tetapi aku sangat menginginkannya. Makan dipinggir jalan itu mempunyai sensasi tersendiri. Kau bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum menghujat jika makanan itu tidak layak kau konsumsi," ujar Dara.


"Lagi pula aku sangat lapar," imbuh Dara. Akhirnya Kris memarkirkan kendaraannya di warung tenda pinggir jalan.


"Kau disini saja biar aku saja yang pesankan," ujar Kris.


"Kita makan di dalam mobil saja," saran Dara. Kris lalu mencet tombol untuk membuka atap atas mobilnya sehingga pemandangan langit dan bintang terlihat jelas. Setelah itu, dia masuk ke dalam warung untuk memesan makanan. Lima menit kemudian dia kembali dan duduk bersama Dara.


"Bukankah ini sangat romantis," kata Dara. Kris lalu melihat sekitarnya dan berpikir mengapa Dara mengatakan ini sangat romantis.


"Duduk berdua dalam cahaya yang temaram, dengan atap langit dan bulan," ujar Dara. Kris yang mendengarnya hanya mengernyitkan dahi.


"Cobalah putar sebuah lagu,?" pinta Dara.


Kris lalu memutar sebuah lagu milik Ed Sheeran shape of you. Dara mulai duduk bersandar dan ikut mendendangkannya. Kris lalu memandangi Dara yang sedang asik bernyanyi sembari menggerakkan tangan serta kepalanya.


Lama-lama Kris mulai enjoy dan ikut bernyanyi. Wanita itu tipe wanita ceria, dia baru saja melalui hari yang berat tetapi dia menganggapnya hanya angin lalu saja.


"Drinking faster and then we talk slow


(Minum lebih cepat dan lalu kita bicara lambat)


Come over and start up a conversation with just me


(Datanglah dan mulai mengobrol hanya denganku)


And trust me I'll give it a chance now


(Dan percayalah aku akan berikan kesempatan sekarang)

__ADS_1


Take my hand, stop


(Raih tanganku, hentikan)


Put Van The Man on the jukebox


(Taruh Van The Man di alat pemutar musik otomatis)


And then we start to dance


(Dan lalu kita mulai menari)


And now I'm singing like


(Dan kini aku bernyanyi)


Mereka lalu bernyanyi bersama tidak memperdulikan suasana sekitar. Sudah lama Kris tidak merasa sebebas ini. Mereka makan dan bercanda. Orang mengira mereka itu adalah sepasang kekasih pada kenyataannya tidak ada hubungan diantara mereka.


"Aku kira kau hanya menyukai lagu dangdut saja," ujar Kris ketika mereka menyelesaikan makanannya. Dara lalu menengadahkan wajahnya dan melihat ada sambal di bibir Kris. Dia menyentuhnya dengan ibu jari. Membuat Kris terkejut.


"Belum pernah baru kali ini," jawab Kris. Dia mulai merasakan ada sesuatu yang salah dengan dirinya sewaktu Dara menyentuh bibir itu. Seluruh tubuhnya merespon dan darahnya mendesir kencang hingga ke jantung membuatnya berdetak dengan kencang.


Dara lalu mengambil tisu menuangkan air mineral untuk cuci tangan di luar.


"Hei apa yang kau lakukan?" tanya Kris melihat Dara berjongkok untuk mencuci tangannya di luar mobil.


"Cuci tangan," jawab Dara santai mengambil tisu lalu mengelap tangannya yang basah.


"Di sini tidak ada wastafel, jadi kau harus mencuci tanganmu di pinggir jalan," terang Dara.


Kris membuka mulutnya untuk menolak tetapi Dara mendekat ke arahnya dan mulai menarik tangan Kris ke arah luar mobil dan menuangkak. bekas sisa air mineral itu ke tangan Kris dan menggosoknya pelan. Tubuh mereka saling berdekatan dan bersentuhan. Kris bisa melihat wajah Dara yang tidak berada dua centi dari wajahnya. Rambutnya menyentuh wajah Kris dan bau harum tubuhnya membuatnya menggila.


Ingin rasanya dia mengecup pipi itu. Namun kesadarannya kembali lagi. Dia menggelengkan kepalanya. Dia tidak mungkin membuat Dara semakin menderita karena ulahnya. Dia akan menikah dengan seorang wanita dan Dara wanita baik-baik bukan wanita nakal yang mau dengan setiap pria yang dekat dengannya.


Dara lalu menjauhkan tubuhnya setelah mencuci tangan Kris, menyerahkan tisu itu. Kris lalu mengelap tangannya dengan tisu.

__ADS_1


Dara tersenyum. " Sebenarnya kita sendiri yang membuat hidup sulit semua akan terasa mudah


jika kita membuatnya menyenangkan. Sama saja ketika kita punya masalah ketika kita terlalu terpuruk dengan perasaan kita makan akal sehat kita tidak bisa berpikir jernih namun jika kita percaya jika ada jalan dalam setiap masalah maka semua akan terasa mudah."


"Ingat Tuhan tidak berjanji, tidak memberi kita masalah tetapi dia berjanji akan membantu kita keluar dari masalah," ucap Dara.


"Masalah terbesarmu adalah bersikap perfeksionis sehingga kau selalu berpikir bagaimana caranya agar hidupmu terlihat sempurna sedangkan manusia itu tidak ada yang sempurna. Sedangkan hidup mengajarkan kita untuk menyukai ketidaksempurnaan, sehingga kita bisa memahami segalanya dengan baik," ujar Dara panjang lebar.


"Apakah kau pernah mengeluh?" tanya Kris.


"Apa untungku dengan mengeluh, yang ada hanya rasa terpuruk karena menganggap hidupku mempunyai takdir yang buruk. Padahal aku juga mempunyai sesuatu hal yang tidak semua orang miliki, tubuh sehat dan jiwa yang kuat. Tuhan juga memberikanku sebuah keistimewaan yaitu wajah yang cantik dan suara yang bagus. Apakah mau sadar akan hal itu tidak?" Dara mengeringkan matanya. Kris memutar bola matanya malas


"Kau terlalu percaya diri," ujar Kris.


"Itu lebih baik dari pada merasa rendah diri," jawab Dara.


"Kita pulang," kata Kris.


Dara menghela nafasnya. "Pulang," gumamnya.


"Apa ada yang salah?" mendengar nada sedih dari kata pulang yang Dara ucapkan.


"Tidak ada yang pernah mengajakku pulang," jawab Dara tersenyum canggung lalu menunduk.


Kris terdiam, dia lalu menutup kembali atap mobilnya setelah itu menyalakannya dan pergi dari tempat itu.


Sebuah lagu dari Michael Buble berjudul home mulai mengiringi perjalanan itu.


Let me go home... petikan lagu itu berdengung di telinga Dara. Bawalah aku pulang Kris ... batin Dara. Namun, dia sadar semuanya hanya untuk sementara karena sebentar lagi pria itu akan menjadi milik wanita lain. Wanita yang lebih sempurna bagi pria itu.


Dara lalu melihat ke arah Kris. Bagi Dara, Kris adalah sebuah bulan yang tidak bisa dia raih. Dia sadar diri akan hal itu.


Apakah dia sudah jatuh cinta dengan mudah pada pria itu? Dara tidak tahu yang dia tahu bahwa dia ingin berada di samping pria itu. Apakah itu tidak boleh?


Jika itu adalah hal terlarang baginya dia akan tetap berada di sisi pria itu hingga waktu yang akan memisahkan mereka nantinya. Entah kapan, tetapi Dara berharap itu tidak akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2