
"Hemm... Calesta beresi semua bukumu, lalu makanlah. Setelah itu tidur di kamar," perintah Cinta pada anaknya.
"Mom, haruskah aku makan sendiri?" tanya Calesta. Dia terlihat menekukkan wajahnya.
"Om juga belum makan, bolehkah Om ikut makan?" tanya Cristian.
Semua menatap ke arah Cinta. Cinta hanya terdiam, berfikir. Dia lalu melihat ke arah Calesta yang berharap penuh padanya.
Cinta menganggukkan kepalanya dengan lemas. Kakinya juga ikut melemas seolah tidka punya tenaga untuk berdiri. Namun dia harus menguatkan diri demi anaknya.
"Yeay ... nama Om siapa?" tanya Calesta.
"Cristian ... .'' melirik ke arah Cinta.
Cinta lalu duduk di kursi terdekat. Dia sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan.
"Om Ganteng, ikut aku yuk," ajak Calesta.
Cinta hanya bisa menatap mereka berdua masuk ke dalam rumah. Dia enggan untuk beranjak dari tempatnya. Kakinya gemetar dan dadanya masih berdegub kencang setelah melihat kedatangan Cristian ke rumahnya. Apa yang mau dilakukan pria itu. Bagaimana jika dia marah dan mengambil Calesta darinya. Berbagai pikiran buruk datang menghantui diri Cinta.
Dia memijat kepalanya yang terasa pening.
"Om, di mana rumah Om Ganteng?" tanya Calesta sembari mengambilkan piring untuk Cristian.
"Di Jakarta," jawab Cristian.
"Jakarta itu kan jauh ya ,Om,"
Pria itu duduk memperhatikan gerakan Calesta yang lincah. Dia terlihat mandiri sangat berbeda dengan anak seusianya yang masih manja dan kekanakan.
Calesta terlihat kesusahan ketika mau membuka penanak nasi.
"Ih ... Mommi mana sih ... ,"gumam Calesta kesal.
"Biar Om bantu," kata Cristian. Dia membuka penanak nasi itu dan menyendokkan nasi ke piring Calesta.
__ADS_1
"Calesta di sini dulu, ya. Om mau ambil hape yang tertinggal di mobil," kata Cristian.
Calesta membuat tanda O dengan ibu jari dan jari telunjuknya.
Cristian melangkah keluar dari ruang makan yang bersebelahan dengan ruang keluarga dan dapur. Dia hendak ke ruang tamu untuk mencari keberadaan Cinta. Namun melihat wanita itu baru saja keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya.
Cristian berdiri bersandar di pintu dengan tangan di kedua sakunya. Dia memandang ke arah Cinta yang sedang mengusap mukanya dengan handuk kecil berwarna putih.
Cinta terkejut ketika melihat Cristian sedang memandanginya.
"Hapus air matamu dan temani Calesta makan!" perintah Cristian meninggalkan Cinta yang termangu sendiri.
Cristian kembali di sebelah Calesta yang sedang naik ke atas kursi mencoba mengambil sosis bakar kesukaannya.
"Biar Om bantu," ucap Cristian mengambilkan Calesta makanannya.
"Mau tambah lagi?" tanya Cristian menaruh sepotong sosis besar dengan saos daging yang terasa harum aromanya.
"Segini saja, Om. Terima kasih!" ucap Calesta.
Cinta berjalan mendekat.
"Mommi menangis lagi?" tanya Calesta polos. Cinta melihat ke arah Cristian yang duduk dengan santai mengambil sayur ke piringnya.
"Tidak Nak, Mommie hanya sedang pilek," bohong Cinta.
"Calesta kira Mommie menangis lagi." Cinta duduk di sebelah kanan Calesta sedangkan Cristian duduk di sebelah kirinya.
Cinta lalu mulai menyuapi Calesta dengan sabar.
"Mommie Om Ganteng itu rumahnya di Jakarta lho,"
"Hmmm, " jawab Cinta.
"Itu kan yang ada Tugu Monasnya ya?" tanya Calesta.
__ADS_1
"Habiskan dulu makananmu baru bicara," kata Cinta.
"Kau benar,'' jawab Cristian."Memang kau belum pernah ke sana?"
Calesta memandangi wajah Cinta.
"Ibu tidak mau mengajakku jika ibu sedang mendapat panggilan menari di sana, padahal aku ingin sekali ikut ibu ke Jakarta."
Cinta memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Kalau kau mau, kau ikut Om saja ke sana. Kita bisa bepergian ke mana pun kau mau," tawar Cristian
Mata Cinta terbelalak langsung menoleh ke arah Cristian. Matanya menyipit menatap tajam pada Cristian. Pria itu terlihat cuek saja.
"Ayah Calesta kok belum pulang memang di mana?"
"Papa kerja di luar negeri, kata Mommie dan sibuk nggak sempat untuk pulang," jawab Cinta polos.
Perkataan Calesta membuat Cristian tersedak.
"Uhuk ... uhuk ... " Cinta langsung mengambilkan minuman untuk Cristian.
"Lalu apa lagi yang Mommie katakan mengenai papah mu,"
"Jika Calesta tanya bagaimana wajah papa, Mommie cuma bilang wajah papa tampan, hidung dan matanya mirip denganku."
"Tampan, setidaknya itu terdengar baik," Cristian memandang wajah Cinta yang merona merah.
"Makanmu sudah habis Calesta sebaiknya kau pergi ke kamarmu dan sikat gigi kemudian tidur. Mommi ingin berbicara penting dengan Om ini," kata Cinta.
"Jangan membantah dan jangan mengintip pembicaraan orang tua,"
"Kalau begitu aku ke rumah Nek Jum aja, dia sedang sakit. Aku ingin menemaninya. Jika ibu telah selesai mengobrol dengan Om Ganteng nanti jemput aku di sana," kata Calesta.
Dia terbiasa pergi ke rumah sebelah jika ibunya sedang ada tamu di rumah, jika ke rumah sebelah ada Mbah Jum dan Mbah Budi yang akan menemani dan mengajaknya bermain hingga tertidur.
__ADS_1
"Untuk apa kau kemari?" tanya Cinta setelah Calesta pergi.
"Untuk membawa pulang Calesta," jawab Cristian santai.