Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Tamu Kejutan


__ADS_3

Bella berjalan dengan anggun memasuki cafe, di usianya yang menginjak usia 30 an dia malah terlihat tambah cantik dan matang. Dia adalah seorang direktur utama sebuah perusahaan garmen. Hampir semua pria single mengejarnya, namun dia masih enggan untuk membina hubungan serius dengan seseorang.Pengalamn buruknya ditinggal menikah oleh Cristian sedikit banyak menyisakan trauma baginya. Trauma terhadap kaum Adam.


"Hai, cantik, Bella!'' panggil Alehandro. Bella yang sedang berbicara dengan relasinya melihat lambaian tangan pria itu. Seorang Cassnova yang sering berganti pasangan. Batin Bella.


Pria itu sudah lama mengejar Bella namun dia selalu menghindarinya.


"Bukankah dia itu Tuan Alehandro Sancez, pemilik serta CEO sebuah perusahaan multimedia yang terkenal itu," ujar relasi Bella.


"Apa kau mengenalnya? Jika iya sebaiknya kita pergi ke sana saja. Kenalkan aku padanya," ajak relasi Bella.


Bella yang enggan untuk mendekat, akhirnya datang menghampiri Alehandro. Posisi Cristian yang tertutup oleh pohon membuat Bella tidak melihatnya.


Dia nampak terkejut ketika tahu jika Cristian duduk bersama Alehandro.


"Kau," tanya Bella.


"Hai, Bella! Lama tidak bertemu," ujar Cristian.


"Hai juga," jawab Bella enggan.


"Kau itu Presdir perusahaan otomotif terbesar di negeri ini kan?" tanya relasi Bella. Cristian tersenyum lalu mulai menjabat tangan relasi Bella.


Mereka akhirnya duduk bersama dan membicarakan masalah bisnis. Relasi Bella pergi setelah menyetujui pertemuan berikutnya.


"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian semua para pembisnis hebat," ujar relasi kerja Bella sebelum pergi.


"Oh, ya Cristian aku ada pertemuan mendadak. Aku harus pergi dulu, salam untuk Cinta juga Calesta," ujar Alehandro.

__ADS_1


Deg!


Bella melihat ke arah Cristian. Cristian tersenyum canggung.


"Cinta bersamamu?" ucap Bella lirih.


"Ya, dia di rumah," jawab Cristian. Dia lalu menatap Bella.


"Bella aku tahu jika aku pernah melakukan kesalahan padamu. Tapi bisakah kau memaafkan aku dan aku, kau dan cinta mulai semuanya dari awal lagi. Bagaimanapun Cinta pasti merindukan keluarganya," ujar Cristian.


"Kita akan membicarakan itu nanti, tapi pertemukan aku dengan adikku. Aku sangat merindukannya!" ungkap Bella dengan mata yang memerah.


Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Cristian dengan mobil masing-masing.


Cinta sendiri sedang berada di luar rumah bersama anak dan Aura. Dia sedang mencoba terapi kesehatan yang diajarkan oleh dokter untuk memulihkan syaraf-syaraf Aura kembali seperti semula hingga dapat di gerakkan.


Terkadang Cinta memberikan pijatan kecil pada tangan dan kaki Aura dengan telaten. Membuat ibu dari Cristian ini terharu.


"Tak apa Mom." Cinta mengangkat wajahnya dan tersenyum.


Dia meneruskan lagi memijat sendi kaki Aura lalu menggerakkannya ke atas ke bawah. Dia terlihat sangat telaten dan sabar.


"Mom, Papa pulang!" ujar Calesta senang. Dia berjingkrak-jingkrak menunggu mobil Papanya mendekat.


Cinta berdiri dan heran mengapa suaminya pulang cepat.


Ada mobil lain di belakang mobil Cristian. Cinta melihat siapa yang berada di dalamnya. Kaca mobil yang hitam menghalanginya melihat sosok itu.

__ADS_1


Mobil milik Cristian berhenti tepat di depan Calesta, serta merta anak itu berlari mendekat.


"Papa ... papa ... ," panggil Calesta di depan pintu mobil.


"Wa ... !" Cristian membuka pintu mobil. Lalu berdiri dan menggendong tubuh Calesta. Cristian bahagia karena bisa merasakan ada yang menunggunya pulang ke rumah dan di suguhi pemandangan anak dan istri yang menyambutnya dengan senyuman lebar. Cinta mendekat ke arah Cristian. Cristian mengecup pipinya.


"Siapa, Pa?" panggilan untuk Cristian setelah mereka berbaikan.


Pintu mobil Ferrari merah yang berada di belakang mobil Cristian mulai dibuka.


Muncul satu kaki langsing dengan high heels berkelas berwarna putih. Rambut Cokelat dan panjang lurus sebahu mulai nampak terlihat. Cinta semakin mendekat. Jantungnya berdetak dengan keras. Dia tidak bisa bernafas ketika tahu siapa wanita yang baru saja keluar dari mobil itu.


Matanya memerah, dua bibirnya bergetar menyebutkan sebuah panggilan.


"Ka-kakak," panggil Cinta lirih serak hampir tidak terdengar. Kakinya terasa berat untuk melangkah. Bukan karena enggan lebih kepada rasa bersalah yang selama ini dia pendam selama bertahun-tahun.


Bella pun sama, dia menyeka air matanya dan mendekati adiknya.


"Bodoh!" ucap Bella.


***


Aku tuh bingung, cerita Cinta memang sudah selesai tinggal memperbaiki keadaan saja.


Nah ada cerita Bella dan David yang tidak kalah seru.


Mereka itu udah bersama semenjak acara pernikahan dengan Cristian belum terjadi...

__ADS_1


Ada beberapa part yang memang kubuat menyambung di bab awal karena cerita ini itu udah dibuat dari awal. Cuma memang akan kubuka setelah Cinta dan David bertemu kembali lagi 5 tahun kemudian.


Cerita antara duda kesepian dan Perawan tua yang highclass


__ADS_2