
"Baiklah, aku suka menari dan aku adalah ratunya dia setiap acara."
"Wow, kebetulan sekali. Jika kau selalu menjadi ratu berdansa dalam setiap acara maka Cristian selalu menjadi raja dansa di setiap acara pesta," kata Alehandro.
"Kami pernah berpasangan dulunya," jawab Cinta. "Dalam menari."
Alehandro kini mengerti mengapa muka Cristian seketika kecut dan di tekuk ketika melihat David datang bersama Cinta.
"Aku kira kalian pernah punya hubungan spesial," kata Alehandro sembari tertawa hambar.
"Tidak!" jawab Cinta tersenyum.
Cristian masih terlihat cuek tetap melihat ke arah bartender yang sedang menyiapkan minuman untuk para tamu.
"Kami mau kesana dulu," pamit David memeluk pinggang Cinta berjalan ke arah lantai dansa.
"Kau menyukainya?" tanya Alehandro pada Cristian yang terdiam setelah dua orang itu pergi.
"Bukan urusanmu!" ucap Cristian.
"Siapa namanya, aku belum berkenalan dengannya."
"Pria brengsek sepertimu tidak pantas berkenalan dengannya," jawab Cristian santai.
"Aku memang bejat tapi aku juga punya hati. Hanya saja aku belum menemukan wanita yang tepat untuk bisa membuatku jatuh Cinta."
"Umurmu sudah 38, kau sudah butuh pendamping hidup," ujar Cristian.
__ADS_1
"Lalu kau sendiri belum menikah," jawab Alehandro.
"Aku sudah pernah menikah hanya saja gagal sebelum memulai," ujar Cristian.
"Bella?" tanya Alehandro.
"Bukan," Cristian meneguk minumannya lagi.
"Dia?'' tunjuk Alehandro pada Cinta. Dia bisa langsung menebak jika Cinta dan Cristian memiliki hubungan sebelum ini. Dilihat gerak tubuh Cinta dan keengganan Cristian untuk melihat ke arah dua sejoli itu.
"Wanita itu adalah ibu dari anakku, namanya Cinta," tambah Cristian.
"KAU SUDAH MEMPUNYAI ANAK DAN TIDAK MENGATAKANNYA PADA KAMI!" seru Alehandro, Cristian langsung membekap mulut ember pria itu. Sekelilingnya kini menatap ke arah mereka.
"Pelankan suaramu,, ini tempat umum! ucap Cristian.
"Dia ibu dari anakmu, okey aku sekarang mengerti mengapa kau memandang sinis pada mereka." Alehandro lalu melihat ke arah Cinta yang sedang tertawa berdansa dengan David.
"Kau masih mencintainya?" tanya Alehandro.
"Tidak!" jawab Cristian langsung.
"Kau tidak cemburu melihat David dan Cinta menari bersama dengan gembira?" Cristian menutup matanya sejenak, menetralisir emosinya dan kembali meneguk minumannya.
"Aku tidak peduli dia melakukan apapun."
Alehandro tetap saja berceletoh tentang Cinta juga David. Membuat Cristian menoleh ke arah dua sejoli itu.
__ADS_1
"Kau merana sendiri di sini sedangkan mereka berdua nampak bahagia," ledek Alehandro. Dia senang kali ini dia bisa mengerjai Cristian. Karena jarang pria itu akan larut dalam emosinya di depan umum.
"Aku akan berdansa dengan Maria saja?" ucap Alehandro.
"Jangan coba-coba dekati Maria!" ucap Cristian.
"Bukankah kalian itu saudara sepupu!"
"Ya, namun aku sudah menganggapnya adikku sendiri dan aku tidak akan merestui adikku untukmu sampai kapanpun," ucap Cristian serius.
"Kau jahat!" lontar Alehandro.
"Kau itu seorang Cassanova sejati dan aku tidak ingin dia terluka oleh sifatmu itu," jawab Cristian.
"Aku tidak tertarik dengannya Cristian. Aku malah jatuh Cinta dengan Bella mantanmu itu," kata Alehandro.
"Aku terus terang bahagia ketika tahu jika kalian tidak jadi menikah," jujur Alehandro. Cristian memandang Alehandro dan menilai keseriusan di matanya.
"Kalau kau jatuh cinta kejarlah dia sampai dapat." saran Cristian.
"Apa dia sudah punya tunangan atau pasangan lagi?" tanya Alehandro.
"Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi semenjak ada insiden pembatalan pernikahan itu,"terang Cristian.
"Oh!" jawab Alehandro kecewa.
"Kau benar-benar rela melihat Cinta bersama David sekarang ini," kompor Alehandro.
__ADS_1