Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Luka


__ADS_3

"Apa kata-katamu tadi bisa dipercaya, Bella?" David tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya. Memegang apel dan menggigitnya dengan gerakan sensual.


Bella menghunuskan tatapan tajam sekilas, enggan untuk menjawab pertanyaan pria itu. Dia lalu mulai membuat bumbu. Tatapan David serasa menelanjanginya, membuat dia tidak nyaman dan salah tingkah.


Keringat dingin keluar dari tubuhnya. Keberadaan pria itu didekatnya membuatnya merasa terintimidasi. Aroma parfum beraroma Chinnamon's itu menggelitik hidungnya untuk terus menghirup dan memasukkan dalam paru-paru. Dia takut aroma itu akan membuat pikirannya kacau. Dia harus bertahan seraya berfikir bagaimana caranya bisa keluar dari tempat ini.


Kerena tidak fokus dalam memasak tangan Bella terkena pinggiran wajan yang panas.


"Aww ... .'' David langsung mematikan kompor dan menarik tangan Bella melihat luka bakar itu.


"Aku baik-baik saja!" Bella menarik tangannya. Enggan disentuh pria itu. Akan tetapi, David menggenggamnya erat. Dia menatap Bella dengan tajam. Bella tidak takut dia berusaha untuk melepaskan pegangan itu dengan cara memutar pergelangan tangan dan menariknya.


"Kau menyakitiku!" ucap Bella meringis karena cekalan tangan itu semakin kuat.


"Jika kau tidak melawan maka lukamu akan kusembuhkan jika kau masih dengan egomu maka malah bertambah sakit. Turuti aku!" ucap David membentak.


"Huawaa ... kenapa ayah memarahi Ibu ... Ibu kesakitan dan ayah malah memarahinya," jerit Cantik membuat dua orang yang bertengkar terkejut mereka lalu mendekati Cantik bersama-sama.


"Ibu tidak apa-apa, cup ... cup ... jangan menangis lagi!" ujar Bella memeluk Cantik mengabaikan lukanya. David sendiri melangkah pergi. Bella melihat kepergiannya dan mendesah pelan. Dia menenangkan Cantik agar tidak menangis lagi.


"Ayah nakal pada Ibu," isak Cantik. "Tangan Ibu pasti sakit ya .. sini biar Cantik obati," ucap anak itu sembari tetap menangis. Dia terlihat sangat mengkhawatirkan Bella. Bella mengusap rambut Cantik.


"Ibu baik-baik saja," ucap Bella. Cantik melihat tangan Bella yang melepuh karena luka bakar dan tangan Bella yang memerah karena cekalan tangan David.


Tangisnya bertambah keras dia menciumi tangan itu membuat hati Bella tersentuh.


David datang dengan membawa salep luka bakar.


"Ayah jahat, memarahi dan melukai Ibu jadi jangan mendekat biar aku yang mengobatinya saja," seru Cantik marah. David terpaku di tempatnya. Ini pertama kali dalam hidupnya Cantik marah padanya. Dia melihat ke arah Bella.


"Biar Ayah saja, kau tidak akan bisa melakukannya," ucap David.


"Aku bisa melakukannya sendiri."

__ADS_1


"Kau ingin membuatku terlihat buruk di mata anakku sendiri, jika tidak menurutlah agar tidak ada lagi pertengkaran," ujar David pada Bella.


Bella melihat Cantik. Dia memang terlihat marah pada ayahnya.


"Biarkan Ayah mengobati Ibu." Bella tidak mau melihat masalah ini berlarut-larut. Dia benci perdebatan.


Cantik terlihat enggan melepaskan pelukan Bella.


"Jika tidak segera diobati luka Ibumu akan bertambah sakit," kata David. Cantik yang sudah terdiam tidak menangis lagi langsung mengembun matanya menatap Bella. Nafasnya sudah mulai tersengal.


''Ini hanya luka kecil, Sayang," terang Bella. Cantik mulai melepaskan pelukannya. David membawa Bella ke keran dan mengalirkan air ke tangan Bella mengusapnya pelan.


"Jika kau menurut dari tadi masalah ini tidak akan panjang," ucap David menatap manik mata Bella.


"Aku merasa tidak nyaman kau menyentuhku," balas Bella dengan suara berbisik.


"Aku tahu kau merindukannya Bella," bisik David ditelinga Bella lalu meniupnya pelan membuat tubuh Bella menegang. Bulu romanya naik seketika.


"Kau jangan ambil kesempatan dalam kesempitan," geram Bella dengan nada rendah, melihat Cantik yang sedang mengawasi mereka.


"Jika kau membuka hatimu sedikit saja maka ini akan mudah untuk kita," katanya. Deru nafas mereka saling menerpa kulit masing-masing. Fokus David tertuju pada bibir Bella yang berwarna merah menantang.


Bella bergerak sedikit sehingga bibir mereka saling bersentuhan. "Jangan harap!"


Bella lalu memundurkan tubuhnya dan tersenyum sinis. Dia yakin David tidak akan berbuat lebih di depan anaknya.


"Cantik tutup matamu ... ." kata David.


Akan tetapi tidak, David merengkuh pinggang Bella dan mencium bibirnya membuat wanita itu terkejut dan lupa melawan karena mendapat sentuhan mendadak.


Melihat hal itu Cantik langsung menutup mata dengan dua tangannya.


David mengigit bibir Bella hingga Bella membuka mulutnya karena sakit. Dia mulai memperdalam ciumannya sedangkan tangannya bergerak masuk ke dalam blouse yang Bella gunakan menggodanya. Bella mendorong tubuh David namun gagal. Mereka lupa jika ada seorang anak di sana.

__ADS_1


"Ayah, sudah selesaikan?" tanya Cantik mengintip di sela jarinya. David yang mendengar melepaskan Bella.


Dia terkejut melihat mata Bella yang basah. Wanita itu langsung berlari pergi ke lantai atas.


"Ayah, kenapa kau nakal pada Ibu lagi?" tangan Cantik dikepalkan di kedua pinggangnya dan mencondongkan tubuhnya ke depan.


"Ayah tidak nakal. Kau bisa melihat jika ayah hanya ingin menyayangi Ibu," bela David.


"Tapi Ibu menangis," kata Cantik. "Aku jadi tidak makan masakan Ibu karena Ayah," seru Cantik memarahi ayahnya.


"Sus!" panggil David pada pengasuh Cantik. Tidak lama kemudian pengasuh Cantik datang.


"Tolong kau suapi dia dengan nasi goreng itu"


"Ayah akan membujuk Ibumu terlebih dahulu. Kau jangan masuk kamar sebelum Ayah selesai berbicara dengan Ibu. Okey!"


"Okey Ayah, tapi jangan buat Ibu marah sehingga Ibu pergi lagi. Aku suka Ibu di sini," kata Cantik.


"Ayah janji, Sayang, dia akan selalu menemanimu," jawab David.


"Jaga Cantik baik-baik," kata David pada pengasuh.


"Baik Tuan!"


David segera pergi naik ke atas kamar. Dia hendak membuka pintu depan kamar. Namun terkunci dari dalam. Dia lalu melangkah masuk ke kamar satunya. Sepertinya hari ini dia akan libur bekerja dan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.


David lalu mengambil handphone miliknya dan menghubungi asisten.


''Mark, kau cancel semua acara hari ini. Aku ada hal penting yang harus kuselesaikan hari ini juga," kata David langsung menutup telephonnya. Hari ini ada tanda tangan proyek senilai milyaran rupiah tapi hidup pribadinya jauh lebih berharga dari pada masalah uang itu.


David melepaskan jas miliknya dan menarik lalu membuang dasinya. Melepaskan sepatu dan kaos kakinya lalu berjalan ke kamar Bella melalui pintu penghubung dengan bertelanjang kaki.


Dia membuka pintu itu pelan dan melihat Bella menelungkupkan tubuhnya. Badannya terlihat bergetar, David datang secara perlahan.

__ADS_1


"Bella kita harus bicara," panggil David membuat Bella menghentikan tangisnya. Dia mengambil bantal, melemparkannya keras pada David.


"Pergi kau! Aku membencimu!" teriak Bella marah. Dia melakukannya hingga bantal di tempat tidur habis David hanya menangkisnya saja.


__ADS_2