
"Aku pergi dulu," kata David. "Kau tetap bersama Ayah. Aku khawatir dengan mereka yang ingin menyakitimu."
"Aku baik-baik saja," jawab Bella tegar tetapi jauh di dalam hatinya dia juga sangat terluka mendengar hinaan dan cacian yang dilayangkan ke arahnya.
"Kak," panggil seseorang. Bella menoleh dan melihat Cinta datang menghampirinya. Dia datang bersama Cristian mereka terlihat mesra. Ada rasa rendah diri yang menghampirinya tatkala melihat sosok Cristian. Harga dirinya serasa turun. Apa yang dipikirkan pria itu jika tahu dirinya menjadi istri kedua dari seseorang?
"Tante Cinta!" panggil Cantik ketika melihat Cinta. Bella menyatukan dua alisnya tidak paham. Mengapa Cantik terlihat telah akrab dengan Cinta? Adakah yang tidak dia ketahui?
"Hallo, Cantik!" sapa Cinta mencubit pipi Cantik lalu mencium dua pipinya.
"Tante Cinta juga ada di sini!" tanya Cantik.
Cinta menganggukkan kepalanya. Dia lalu melihat ke arah David.
"Aku turut berduka atas meninggalnya istrumu," kata Cinta tidak mau menyebut nama Sofi takut jika hal itu akan mempengaruhi Cantik.
"Aku juga turut berduka cita semoga kau tabah dalam menjalaninya," lanjut Cristian.
David menerima uluran tangan dua orang sahabatnya ini.
"Terima kasih karena kalian telah datang. Aku harus pergi dulu acara pemakaman akan segera dilaksanakan," ucap David.
"Biar aku menemanimu," ujar Cristian. Dua pria itu lalu pergi ke tempat pemakaman. Bella dan keluarga David berjalan di belakangnya.
Acara prosesi pemakaman mulai dilakukan. Sesekali David terlihat menyeka air matanya. Air mata tanda penyesalannya karena tidak pernah bisa menjadi suami yang baik bagi Sofi.
__ADS_1
Peti mati mulai diturunkan masuk ke dalam liang lahat. (Jangan protes kok mayatnya g dikeluarkan). Ini sesuai permintaan keluarga Sofi yang meminta agar mayat Sofi tetap berada dalam peti saja.
"Bunda kenapa dimasukkan ke dalam tanah!" teriak Cantik keras membuat orang-orang terkejut.
"Ayah tolong Bunda mereka mau memasukkan Bunda ke dalam tanah. Bunda takut gelap. Kita bawa pulang saja Bunda!" seru Cantik makin histeris.
"Cantik tenanglah ... ," kata Bella sembari menangis ikut merasakan kesedihan anak itu. Dia berusaha menenangkan Cantik. Tapi anak itu memberontak dan jatuh dari gendongan Bella. Dia berlari ke lubang kubur Sofi. David memegang pinggang Cantik.
"Cantik tenanglah!" teriak David. Bella menggelengkan kepalanya pada David dia lalu mengambil alih tubuh Cantik dan memeluknya. Mereka terjatuh terduduk bersama di tanah.
"Ayah tolong Bunda! Kenapa tidak ada yang menolong Bunda kenapa semua terdiam. Bunda ... !" Cantik terus memberontak ketika lubang itu mulai tertutup oleh tanah. Bella berusaha untuk menenangkannya walau sesekali tangan Cantik mencakar wajahnya agar diturunkan dari pegangan Bella.
"Bunda ... Bunda ... !!!" Cantik meraung, menangis semua yang melihatnya ikut bersedih dan meneteskan air mata. Hingga lubang itu telah tertutup rata oleh tanah. Canti. yang sudah lemas memeluk tubuh Bella dan menangis di pangkuannya.
"Bukankah Bunda tadi bilang, jika Bunda mau ke langit bersama Tuhan. Jadi Bunda masuk ke tanah untuk bisa tidur lelap dan pergi bersama Tuhan. Cantik harus kuat. Ada Ibu di sini, Ibu akan temani Cantik agar tidak kesepian lagi," terang Bella.
"Cantik mau Bunda ... hu ... hu ... hu... ," kata Cantik.
"Jika Cantik rindu Bunda, Bunda pasti nanti datang menengok Cantik."
"Sungguh, Bu."
Bella menganggukkan kepalanya. David lalu memeluk keduanya. Semua orang terdiam melihat drama mengharukan dalam rumah tangga David. Mereka tidak menyangka jika istri kedua David begitu menyayangi anak tirinya. Akan tetapi, bagi mereka yang tidak suka menganggap bahwa itu hanya akting semata.
Mereka lalu berdoa di atas pusara Sofi. Cantik tetap berada di pelukan Bella.
__ADS_1
Semua orang mulai berlalu pergi. Hanya tersisa beberapa orang yang dekat dengan Sofi. Sepupu wanita Sofi yang tadi melabrak Bella juga masih berdiri di sana bersama Roni. Mereka berdua terlihat terpukul dengan kematian Sofi.
"Maafkan aku Sofi di akhir hidupmu aku malah memberikanmu kesedihan bukan kebahagiaan. Maafkan aku pula yang tidak pernah mengerti akan dirimu, dan maafkan aku jika selalu mengecewakanmu. Aku berjanji akan mencari keadilan untukmu dengan menemukan pembunuhmu. Aku yakin jika bukan ibu pelakunya. Satu lagi maafkan keluargaku juga jika banyak melakukan kesalahan padamu. Tidurlah dengan tenang bersamaNya. Semoga kau akan mendapatkan kebahagiaanmu di surga." David menghela nafas panjang lalu melihat ke arah Bella dan Cantik.
"Hai Sofi ini ketiga kalinya kita bertemu dan sayang sekali di saat ini kita tidak saling berhadapan. Walau aku tidak punya bukti tentang usaha pembunuhan yang kau lakukan pada janin dalam perutku tapi aku tahu jika pelakunya adalah dirimu. Tapi kini aku sudah memaafkanmu karena kau memberikan anakmu sebagai ganti anakku. Tenang saja aku akan merawatnya seperti anakku sendiri jadi kau tidak perlu khawatir jika nantinya aku akan menjadi ibu tiri yang kejam karena itu tidak pernah akan kulakukan," batin Bella.
"Aku tetap berharap kau akan beristirahat dengan tenang di sana," ucap Bella.
"Bunda jangan menangis di sana. Bunda yang ingin tidur di sana jadi jangan sedih jika nanti kami meninggalkan Bunda." kata Cantik polos yang belum tahu apa itu pemakaman. "Aku sayang Bunda. Nanti aku akan sering mengunjungi Bunda bersama Ayah."
Mereka bertiga lalu berdiri berjalan meninggalkan tempat pemakaman itu.
"Apakah kalian telah tenang karena Sofi telah pergi dari kehidupan kalian saat ini!" ucap Roni sengit.
David hanya mengepalkan tangannya menahan emosi yang dari tadi dipendamnya hingga terasa sampai ke ubun-ubun. Segala gerak geriknya sedang diperhatikan pihak berwajib dan dia tidak ingin memancing permasalahan baru.
"Sebenarnya bukankah kalian orang yang paling tahu jika pernikahan kami tidak baik-baik saja selama ini jadi jangan bertindak seolah Sofi hanya korbannya saja!" jawab David.
"Dan kau Silvi aku tahu apa yang Sofi lakukan bersamamu di Villa Bali tahun baru kemarin. Jadi jangan terlalu banyak cakap atau kubuka semua kedokmu!" ucap David telak.
"Roni aku tahu kau sangat menyayangi Sofi tapi aku pun muak melihatmu selalu mendukung setiap kelakuan buruknya," imbuhnya lalu merangkul pergi keluarganya.
Bella menatap David. Dia bangga pada suaminya itu yang pandai menahan dirinya walau di saat terpojok sekalipun. Dia adalah pria paling bijak yang dia temui dan dia merasa tidak salah dengan keputusannya kali ini untuk tetap mendampingi David. Apalagi kini pria itu sedang sangat membutuhkan pendampingan.
Di sisi lain terlihat seorang pria yang menangisi kematian Sofi. Dia adalah orang yang paling sedih dan terpukul namun tidak ada satu orang pun yang sadar akan hal itu.
__ADS_1