Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Rindu dalam Amarah


__ADS_3

Di tempat lain, di sebuah kota kecil di salah satu provinsi Jawa Barat, tepatnya di daerah Suka Bumi, Dara meniti kehidupan baru yang diinginkannya.


Sebagian uang pemberian Maria dia pergunakan untuk membeli rumah di daerah itu. Harga rumah di sana jauh lebih murah dari harga rumah di Jakarta jadi dia bisa berhemat.


Sebagian uangnya yang lain dia gunakan sebagai tabungan untuk kelahiran dan masa depan anaknya nanti.


Ya, seperti dugaannya bahwa rencananya untuk memiliki anak dari Kris telah berhasil. Dia telah hamil hampir dua bulan, tepatnya enam Minggu lebih. Anak yang akan jadi penyemangat hidupnya. Anak yang akan jadi masa depannya nanti dan anak yang akan menemaninya hingga dia tumbuh dewasa nanti.


Dia telah mendapatkan pekerjaan di daerah ini. Pekerjaan yang tidak akan menguras banyak tenaganya. Hanya dibutuhkan suatu keahlian yang Tuhan telah berikan selama ini. Menyanyi.


Dia menjadi penyanyi untuk sebuah band di cafe. Tidak banyak yang dihasilkan namun cukup untuk biaya makan dan kehidupan sehari-harinya. Jika ada job di luar panggung cafe bisa dia tabung untuk tambahan hidup ke depannya lagi.


Lima lagu telah dia lantunkan semua penonton terkesima mendengar alunan merdu suaranya.


Dan ini adalah lagu terakhir yang dia lantunkan lada hari ini. Lagu yang mewakili perasaannya pada Kris.


Somebody wants you


Ada seseorang yang menginginkanmu


Somebody needs you


Ada seseorang yang membutuhkanmu


Somebody dreams about you every single night


Ada seseorang yang memimpikanmu setiap malam


Somebody can't breathe without you, it's lonely


Ada seseorang yang tak bisa bernafas tanpamu, sepi rasanya.


Somebody hopes that one day you will see


Ada seseorang yang berharap suatu hari kau kan tahu

__ADS_1


That somebody's me [2x]


Bahwa seseorang itu adalah aku


Yeah.


Semua penonton seperti ikut terhanyut dalam lantunan lagu Dara. Isak kecil tangis Dara mulai terdengar. Sesak rasanya melantunkan lagu ini.


''Somebody's me," lirik lagu terakhir telah selesai dikumandangkan. Semua penonton berdiri untuk memberi tepuk tangan.


'Kris apakah kau mengingatku?' batin Dara tersenyum pada semua orang sembari membungkukkan tubuh.


Ray, seorang gitaris band juga pemilik cafe ini lalu mendekat ke arah Dara.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Ray sembari memeluk bahu Dara. Dara tersenyum seketika dia melihat Kris sedang berdiri jauh di depannya, menatap tajam dirinya. Jantung Dara berhenti berdetak. Wajahnya memucat. Tetapi hatinya kembali merasakan perih ketika melihat seorang wanita cantik dan elegan berdiri di samping Kris.


Dara berinisiatif untuk mengecup pipi Ray, lalu memeluk pinggang pria itu dan membalikkan tubuh meninggalkan panggung.


"Dara!" panggil Ray berbisik.


"Pria yang tampan," ujar Ray. Mereka saling memeluk pinggang masuk ke dalam khusus pegawai


"Hum... dia sudah menikah," ujar Dara berjalan masuk ke dalam ruang ganti dengan cepat dadanya kini berdetak dengan cepat. Dia tidak menyangka jika akan bertemu dengan Kris secepat itu. Ray mengikuti lalu menutup pintu ruangan itu.


"Apa kau punya hubungan dengannya?" tanya Ray duduk di meja rias Dara.


Dara mengambil nafas panjang. "Beberapa bulan lalu iya sebelum dia memutuskan untuk menikah dengan wanita lain."


"Yea aku tahu maksudmu. Dia telah membohongimu? Mengatakan cinta tetapi menikahi wanita lain?" ujar Ray penasaran.


"Ya, hampir seperti itu tetapi aku sudah tahu dari awal jika dia akan menikah. Aku saja yang berharap bahwa cintaku bisa mengalahkan segalanya," ucap Dara.


"Aku turut prihatin tetapi aku suka mendengar hal itu."


Dara melihat ke arah Ray. "Kenapa?" tanya Dara.

__ADS_1


"Karena artinya kau sedang sendiri dan aku bisa mengejar cintamu," ujar Ray senang.


"Hummm maumu?" kata Dara. Ray memegang tangan Dara. Di saat itu pula pintu ruang ganti terbuka lebar. Dua insan itu langsung melihat ke arah pintu. Bulu mata lentik milik Dara melebar ketika melihat seorang pria yang berdiri tegap di hadapannya.


Wajahnya sempat memucat tetapi dia cepat menelan Salivanya dalam-dalam.


"Kris kau ada di sini?" tanya Dara mencoba bersikap biasa. Ray lalu pasang badan berdiri di samping Dara hingga lengan mereka bersentuhan.


Nafas Kris memburu, jakun terlihat naik turun. Mata memerah dan tatapannya tajam seolah ingin mencabik dua insan yang saling berdekatan di dalam kamar.


"Aku bodoh selama ini khawtir akan keadaanmu. Nyatanya kau di sini baik-baik saja," ucap Kris dengan nada kecewa.


"Sayang, siapa dia?" tanya Ray memegang bahu Dara. Dara menoleh. Ray memejamkan mata memberikan isyarat agar Dara mengikuti rencananya.


"Dia adalah temanku," ujar Dara dengan suara yang terasa tercekat di tenggorokan.


Kris yang mendengarnya hanya bisa memejamkan mata menahan amarah. Kedua tangannya mulai dikepal erat dan wajahnya menggelap.


Ternyata Dara yang dirindukannya tidak lebih dari seorang wanita ****** yang mau dengan semua pria. Batin Kris sakit.


"Kris kau rupanya di sini," ujar seorang wanita mendekati Kris dari belakang dan memegang bahunya dengan lembut.


"Aku bertemu temanku dan ingin menyapanya," jawab Kris tenang dan terlihat datar melirik ke arah Dara. Dia melihat Ray menggenggam tangan Dara yang berdiri kaku melihatnya.


Wanita itu menatap angkuh dua orang dalam ruangan itu. Dia seperti terlihat jijik melihat mereka.


"Kalau kau sudah selesai dengan semua urusanmu, sebaiknya kita masuk kembali ke dalam karena klien kita sudah menunggu," ujar wanita itu memegang lengan Kris dan menariknya pergi dari tempat itu.


Kris hanya mengikuti Sheila tanpa mengatakan sepatah katapun. Hatinya hancur berantakan saat ini. Kepergian Dara sangat berefek buruk bagi harinya dan kini melihat Dara sudah bersama pria lain membuat semangat hidup dan keyakinannya akan sebuah cinta pudar seketika.


Baru satu bulan dan Dara sudah memilih pria lain sebagai penggantinya. Mengapa begitu mudah dia tertipu oleh wajah polos dan senyum lugu wanita itu?


Dara menarik sebuah kursi dan duduk dengan tubuh yang terasa lemas. Pikirannya kosong seketika. Ternyata Kris benar-benar telah menikah dengan wanita pilihan kakeknya. Seharusnya dia bahagia melihat hal itu, tetapi hatinya merasa tidak rela. Dia cemburu tapi tidak bisa marah. Dia ingin menangis tetapi dia sendiri yang memilih untuk pergi dari pria itu. Dia ingin berlari memeluk pria itu tetapi status pria itu menahan dirinya.


Kris bukan miliknya dan dia juga tidak menjawab cintanya, jadi untuk apa Dara harus berlari mempermalukan dirinya sendiri dengan mengatakan pada Kris jika dia rindu.

__ADS_1


__ADS_2