Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Cemburu


__ADS_3

Acara dimulai Tante Aura walau lebih banyak duduk di kursi roda namun penampilannya masih terlihat cantik dan memakai. Tuan Erick suaminya juga terlihat sangat peduli dan perhatian padanya membuat semua mata yang melihat mereka merasa iri karena kemesraan yang mereka perlihatkan. Mungkin inilah yang membuat Cristian menjadi pria yang selalu peduli pada keluarga karena mencontoh sikap orang tuanya.


Setelah rangkaian acara selesai para wanita berkumpul di sisi lain, membicarakan keseharian dan suami mereka. Sedangkan para pria di sisi lain membicarakan tentang pekerjaan. Seperti biasa, Alehandro memilih duduk di bar sembari berbincang dengan Cristian serta David. Hanya David yang tidak meminum minuman keras, dokter melarangnya karena akan membuat bekas lukanya yang belum sembuh secara sempurna kembali sakit.


"Aku dengar kau sedang membeli salah satu pertambangan di Kalimantan Barat," cetus Cristian.


"Ya, tapi proyek di Kalimantan Barat hampir gagal karena sulitnya mengurus surat perijinan," kata Alehandro pada Cristian.


Tiba-tiba sebuah tangan berbau harum menyentuh bahu Alehandro. Cristian membela lak kan matanya.


"Alehandro, Cristian kalian di sini?" tanya wanita itu.


Alehandro yang mengenali suara itu langsung membalikkan tubuh.


"Natalia?" gumam Alehandro melihat wanita cantik yang berdiri di sebelahnya. Wajah Cristian sejenak terlihat tidak suka tetapi kemudian dia bersikap biasa saja.


Berbeda dengan Alehandro dia nampak terlihat shock. Bagaimana tidak mantan pacaranya kini menjadi ibu mertuanya. Anehnya Natalia lebih cocok terlihat sebagai pasangannya, wanita itu masih terlihat cantik dan menarik. Lekuk tubuhnya memperlihatkan kematangannya dan dia tampil menggoda dengan dress merah ketat yang menutup tubuhnya sehingga aura seksi dan feminim jelas sekali terlihat.


Alehandro mendesah panjang.


"Hai, Natalia?" balas Cristian.


"Aku kira kau sudah tidak mengenaliku lagi," kata Natalia bersalaman dengan Cristian.


"Kau terlihat pucat Ale?" tanya Natalia memegang dahi Alehandro. Alehandro malah makin gugup. Dia segera menyingkirkan tangan Natalia dari dahinya.


"Aku baik-baik saja," jawab Alehandro gugup dan panik.


Natalia tersenyum lalu menarik lagi tangannya. Cristian yang melihat hanya menaikkan alisnya ke atas.


"Apakah kau datang sendiri, cute?" tanya Alehandro.


"Kau masih ingat panggilanmu untukku Ale?" kata Natalia girang, itu adalah panggilan sayang Alehandro untuk Natalia.


Alehandro menganggukkan kepalanya.


"Aku bersama para sahabatku, kebetulan Cinta istri Cristian adalah anggota grup arisan kami," terang Natalia. Alehandro melihat ke arah Cristian. Pria itu membalikkan satu tangannya.

__ADS_1


"Ehmm, aku lupa mengatakannya padamu Alehandro mengingat jarangnya kita bersama akhir-akhir ini," jelas Cristian.


"Lalu dimana suamimu?" tanya Alehandro pada Natalia.


"Aku telah bercerai dengannya satu tahun yang lalu," kata Natalia. Alehandro menyesap minumannya untuk mengatasi perasaannya yang kalut.


"Lalu bagaimana denganmu Ale, aku dengar kau belum menikah?"


"Uhuk... uhuk... uhuk ...," Natalia yang berada di sebelahnya langsung mengusap punggung Alehandro.


"Aku baik-baik saja," kata Alehandro menyingkirkan tangan Natalia dari tubuhnya.


"Natalia, aku mencarimu dari tadi," kata seorang wanita pada Natalia.


"Maaf aku sedang bertemu kawan lamaku," kata Natalia.


"Ayo Natalia, kita harus memberikan kado itu untuk Nyonya Aura sekarang," teriak teman satunya lagi.


"Maaf Alehandro, Cristian, aku harus pergi terlebih dahulu," kata Natalia. Dia lalu melangkah pergi tapi tangannya melewati bahu Alehandro dengan sensual.


Sepeninggal Natalia Cristian tertawa keras.


Alehandro mendesah. Terlalu rumit dirasakannya.


"Kau bahkan tidak mengatakan jika kau telah menikahi putri nya kenapa?" cecar Cristian.


"Kau lihat aku tidak punya kesempatan untuk itu," kata Alehandro kesal.


"Tunggu dulu wanita tadi itu ibu dari Maria?" tanya David tidak mengerti.


"Ya, akan tetapi mereka berpisah dari Maria masih kecil dan selama ini mereka tidak pernah saling bertemu maka wajar jika ibu dan anak itu tidak saling mengenal," jawab Cristian ironi. Mereka bertiga lalu melihat Natalia dan Maria bersamaan.


Dari jauh Maria melihat Alehandro sedang bersama dengan seorang wanita yang seksi, mereka terlihat dekat dan intim. Maria mengepalkan tangannya erat. Wajahnya berubah menegang seketika.


Dia lalu membalikkan tubuhnya mencoba mengikuti pembahasan yang Cinta dan Bella ucapkan. Tetapi pikirannya kalut, pikirannya kini berada di tempat lain. Ingatannya yang melihat Alehandro bermesraan dengan intim bersama wanita lain mulai mengganggunya. Maria mendesah lirih.


"Kau kenapa, Maria?" tanya Bella memegang tangan Maria. Maria menarik dua sudut bibirnya ke atas membentuk suatu lengkungan senyum tapi tidak sampai mata.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, hanya merasa lelah."


"Oh ya tadi kau bercerita jika kau baru saja kembali dari Surabaya," sela Cinta. "Aku juga sudah lelah menemui para tamu dan aku ingin segera berbaring dan meluruskan kakiku."


"Aku akan memanggil Kak Cristian untuk datang kemari," ucap Maria.


"Sebaiknya begitu," ujar Cinta yang mulai merasa sedikit kram karena kelelahan.


Tetapi sebelum Maria bangkit tiga orang wanita mendekat ke arah mereka. Satu diantaranya adalah Natalia, wanita itu membawa sebuah kado ditangannya.


"Cinta, aku mencarimu dari tadi. Syukurlah aku menemukanmu di sini. Aku mau menyerahkan kado ini untuk Tante Aura namun sepertinya beliau sedang ada di kamarnya."


"Oh ya, ini sudah malam saatnya Mom Aura untuk istirahat. Biar aku yang akan menyerahkannya pada Mom Aura," balas Cinta.


"Maria, Kak Bella kenalkan dia Natalia teman satu arisanku, sedangkan yang di sebelahnya Sara juga Carla," kata Cinta.


"Hai," kata mereka lalu saling berjabat tangan dan berkenalan.


Maria melihat ke arah Natalia dan tersenyum canggung, hatinya seperti pernah melihat wanita ini tapi siapa, dia tidak tahu.


"Dia Natalia, seorang presenter di salah satu stasiun televisi. Dia melakukan itu hanya sebagai hobi aslinya dia adalah anak dari pemilik perusahaan Adi Sakti," terang Cinta yang melihat Maria menatap Natalia terus.


"Pantas saja wajahnya tidak begitu asing," balas Maria.


Natalia tersenyum, "Aku juga seperti tidak asing melihat wajahmu, kau cantik dan manis," ujar Natalia memegang dagu Maria.


Maria tersenyum kecil.


"Cinta, sebaiknya aku menitipkan kado ini padamu, ya?" kata Natalia menyerahkan kado itu pada Cinta.


"Aku mewakili Mom mengucapkan banyak terima kasih," kata Cinta.


"Ya sudah, aku punya acara lain setelah ini jadi sebaiknya aku pamit terlebih dahulu," kata Natalia.


"Maria,Bella, Cinta aku pergi dahulu ya,Bye... ," pamit Natalia lalu mencium pipi mereka bertiga diiringi dua temannya yang lain.


Mereka bertiga lalu meninggalkan tempat itu. Tetapi sebelum Natalia pergi Maria melihat jika Natalia mendekati Alehandro dan mencium pipinya dengan mesra.

__ADS_1


Maria yang melihat mendesah. Cinta memegang tangan Maria.


"Kau cemburu?" tanya Cinta pada Maria. Mereka bertiga melihat apa yang dilakukan wanita itu pada Alejandro dan bisa merasakan ketidaksukaan Maria terhadap hal itu.


__ADS_2