
Sore itu juga Cristian memanggil semua orang yang berkaitan dengan penggelapan uang perusahaan. Dan Cinta masih di suruhnya duduk di ruangan itu untuk menerangkan penemuannya itu.
Cristian menatap mereka tajam. Aura dingin dan mengerikan yang keluar dari tubuhnya membuat orang di depannya menggigil ketakutan. Wajah mereka sudah memucat dan terlihat gelisah walau Cristian belum mengucapkan satu patah kata pun.
"Aku tidak tahu jika kalian mengkhianati perusahaan yang telah memberi makan anak dan istri serta keluarga kalian. Berapa banyak karyawan bawah yang dirugikan akibat perbuatan kalian. Dan yang baru kita teliti adalah penjualan bulan ini. Kita masih menyelidiki penjualan bulan-bulan sebelumnya, jika kalian melakukannya bukan hanya sekali maka dapat di pastikan kalian akan masuk penjara dan mengganti semua kerugian perusahaan yang kalian buat."
Seorang pria bertubuh tambun dengan kain jas yang tidak tersematkan menjatuhkan diri bersujud di hadapan Cristian. Di ikuti oleh semua orang.
"Saya mohon maafkan kesalahan kami, kami akan mengganti semua kerugian perusahaan yang disebabkan oleh kami. Tapi jangan memasukkan kami ke dalam penjara," pinta Pria itu.
"Betul, Tuan bagaimana nasib keluarga kami jika kami di penjara nantinya, mereka akan kelaparan," sahut yang lainnya.
Cristian berdiri dan merapikan jasnya yang tidak kusut. Dia berjalan bagai seorang aristokrat dalam cerita dongeng. Anggun dan maskulin. Mendekati empat orang yang ada di depannya itu.
"Apa kalian memikirkan hal itu ketika akan melakukannya? Tidak! Ini sebagai pelajaran bagi para pegawai yang lain. Barang siapa yang berani bertindak di luar jalur yang ditentukan oleh perusahaan maka mereka akan mendapat hukuman dua kali lipat. Mengembalikan uang perusahaan dan menjalani hidup dalam teralis besi yang dingin," ucap Cristian pelan namun mematikan.
Dia lalu mengambil gagang telephon. "Bawa para polisi itu kemari," perintah pria itu.
"Tuan saya mohon jangan penjara kami," ucap salah seorang berempat sembari bersujud di kaki Cristian. Terlihat buliran air mata jatuh ke lantai.
Cristian menyentakkan kakinya keras, membuat orang itu jatuh tersungkur ke belakang. Dia bagai pria tidak berperasaan. Pikir Cinta.
Cinta yang melihat itu terkejut. Beberapa orang berpakaian seragam polisi mulai masuk ke dalam ruangan bersama sekretaris Cristian.
"Tuan, kami mohon!" pinta orang-orang itu tetap bersujud di hadapan Cristian.
Cinta yang tidak tega akhirnya berdiri dari kursi sofa dan mendekati empat orang itu.
"Bukankah mereka sudah meminta maaf dan berniat untuk mengembalikan uang itu mengapa kau masih ingin menghukum mereka?" tanya Cinta.
"Agar mereka jera," jawab Cristian.
"Kita bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," saran Cinta.
__ADS_1
Tapi saran Cinta malah seperti sebuah penghinaan baginya karena itu secara tidak langsung Cinta menganggap keputusannya salah.
"Pak, bawa mereka secepatnya dari sini," ucap Cristian tanpa mengindahkan perkataan Cinta.
Cinta hanya bisa menatap orang-orang itu di borgol dan dibawa pergi tanpa bisa menolongnya.
Cristian memerintahkan sekretarisnya keluar dengan bahasa mata. Cinta mengikuti sekretaris itu hendak pergi.
"Kau tetap berada di sini!" seru Cristian membuat langkah kaki Cinta terhenti. Sekretaris itu menutup pintu ruangan dengan pandangan yang sulit dimengerti oleh Cinta.
Cristian mendekat ke arah Cinta, membuat bulu kuduk Cinta merinding seketika. Hawa dingin dan menakutkan kembali menyergapnya. Sejenak dia memejamkan matanya menetralisir hatinya. "Apakah dia marah karena kata-kataku tadi?'' batin Cinta.
"Aku tidak suka jika ada orang memprotes keputusan yang ku buat,'' ucap Cristian dingin dan datar.
"Nah, benar 'kan dugaanku tadi,"
"Aku hanya kasihan pada nasib mereka dan hanya sekedar memberi saran!" Cinta membela dirinya sendiri.
Cinta menelan salivanya dalam-dalam diperlakukan seperti itu. Belum pernah ada yang berani melakukan itu sebelumnya.
"Bukankah mereka sudah mendapat hukuman dengan pemecatan serta uang ganti rugi perusahaan," ucap Cinta lantang.
"Tidak ada efek jera jika seperti itu. Kita harus membuat orang lain takut untuk melakukan hal seperti itu. Jika terlalu lembut maka akan ada yang mengikuti jejak mereka. Belajarlah dari negara-negara maju, bagaimana cara mereka menghukum para koruptor!"
"Tapi me ... mbeph," ucapan Cinta terputus ketika sebuah ciuman mendarat ke bibirnya membuat matanya terbelalak karena terkejut. Tekuknya di tahan dengan keras. Pria itu menciumnya dengan kasar.
Cinta mendorong keras tubuh Cristian tapi tubuhnya tidak sekuat itu menggoyahkan tubuh kekar pria itu. Pria itu melepaskan ciumannya dan membuat nafas Cinta terengah-engah.
Serta merta wanita itu hendak melayangkan tamparan namun pria itu memegang tangannya begitu cepat.
"Tanganmu lembut tidak cocok untuk berbuat kasar," kata Cristian menyentak tangan itu. Pria itu ke meja dan mengambil tisu lalu mengelap bibirnya. Cinta membulatkan mulutnya lebar-lebar hendak mengatakan sesuatu. Tapi jari telunjuk Cristian menunjuk padanya.
"Aku tidak suka dibantah, sekarang keluar dari ruanganku!" perintah pria itu marah.
__ADS_1
Cinta menghentakkan kakinya kuat kuat ke lantai dan berjalan meninggalkan ruangan itu. Seharusnya dia yang marah karena dilecehkan mengapa pria itu yang marah dan mengelap bibirnya seakan jijik. Jika jijik mengapa dia memaksa mencium. Apakah dia mencium semua pegawai wanita yang membantahnya?
Sekelumit pertanyaan hinggap di pikiran Cinta. Langkahnya terhenti ketika sekretaris Cristian menghadangnya.
"Jadi begini caramu merayu si bos hingga kau langsung menjadi perhatiannya." Sekretaris centil itu berkacak pinggang di hadapannya. Beberapa pegawai mulai melihat ke arah mereka.
"Apa maksudmu?" tanya Cinta yang maju tidak gentar. Mumpung ada yang menjadi pelampiasan kemarahannya.
Wanita itu tertawa, "Seharian kalian berada di dalam satu ruangan tanpa ada yang boleh mengganggu, bahkan bos membatalkan rapat serta pertemuannya dengan klien besar. Jika sedang tidak melakukan apa-apa bos tidak akan berbuat seperti itu," ucap sekretaris itu sambil memainkan dua jari di tangannya.
"Jangan sok suci di hadapanku." kata sekretaris itu lagi.
Cinta melayangkan bogeman mentah ke hidung wanita itu hingga terjungkal ke belakang. Darah mengalir dari hidungnya.
"Beraninya kau berbuat seperti ini padaku," ucap sekretaris itu tidak terima. Dia lalu berdiri dan menjambak rambut hitam Cinta. "Dasar jalang, menjual tubuh untuk sebuah posisi."
"Akh!" pekik Cinta kesakitan memegang rambutnya. Tapi dia tidak diam saja menerima perlakuan itu. Dia memukul lagi wajah wanita itu. Hingga cakar mencakar dan tarik menarik rambut terjadi.
Kegaduhan itu terdengar hingga ke ruangan Cristian. Pria itu keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dia terkejut ketika mendapati Cinta berdiri di atas tubuh sekretarisnya dan menampar mukanya berkali-kali.
"Berani kau mengatakan aku jalang," kata Cinta penuh api amarah. Tiba-tiba tubuhnya diangkat ke belakang.
Cinta lalu menoleh,melihat siapa yang menghentikannya menghajar wanita berambut kuning.
"Hentikan tingkah bar-bar kalian ini kantor bukan arena gulat," kata Cristian melepaskan tubuh Cinta. Cinta lalu mendorong tubuh pria itu keras di hadapan karyawannya.
"Dan ini semua karena mu!" seru wanita sambil berlari pergi memasuki lift dengan berurai air mata.
Cinta yang sedang kacau penampilannya langsung berjalan ke bilik ruangan dan mengambil tas kerja miliknya. Pergi meninggalkan ruangan divisinya dengan tatapan mencemooh dari pegawai lain. Mereka sudah mendapat video dari grup wa tentang pertengkarannya tadi.
Pantas wanita itu langsung mendapat promosi ternyata karena ada main dengan bosnya. Pikir mereka semua.
Cinta yang kacau segera pergi dari gedung itu untuk mencari ketenangan.
__ADS_1