Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Kebahagiaan Yang Sempurna


__ADS_3

Alehandro membuat pesta untuk merayakan kedatangan istri dan putrinya. Jika dulu kelahiran Kaisar dipenuhi Isak tangis kini dia ingin merayakan dengan penuh kebahagiaan.


"Bagaimana persiapannya makanannya?" tanya Cinta pada Bella.


"Semua oke," kata Bella memberikan tanda O dengan dua jarinya.


"Aku juga sudah selesai merancang susunan acara buat nanti. Para tamu sudah ku giring masuk ke halaman belakang rumah ini."


"Kau yang seperti menjadi Tuan rumah karena harus menyapa tamu undangan," ucap Bella memegang tangan Cinta dan membawanya ke ruang tamu.


"Mom Lusi terlihat lemah, dia tidak bisa terlalu lelah. Sedangkan Alehandro tidak punya saudara kandung dan Dara ehm kau tahu," kata Cinta.


"Hanya kita saudara terdekatnya," ujar Bella.


"Kau benar Ale dan Dara menganggap kita sebagai saudaranya."


"Mereka juga pasangan yang unik sama-sama seru dan gila. Alehandro yang suka bercanda dan Dara juga bisa mengimbangi sifat suaminya. Tidak seperti Cristian yang serius," desah Cinta.


"Untung Cristian mendapatkanmu yang seru dan gokil. Kalau tidak hubungan kalian datar-datar saja. Terkadang aku berpikir Tuhan memang memberikan jodoh sesuai dengan diri kita. Jika aku menikahi Cristian yang ada kami hanya bertengkar saja. Aku sama serius dan kakunya dengan Cristian. Sedangkan David itu sepertimu, dia pandai merayu dan membuat suasana ceria."


"Kau benar Kak, kita mendapatkan suami yang terbaik di dunia ini," ucap Cinta memeluk bahu kakaknya.


"Lihat suami kita memanggil," seru Bella menunjuk ke arah luar rumah itu.


"Aku ingin duduk dulu, Kak. Akhir-akhir aku mudah sekali lelah. Punggung bagian bawahku ini rasanya pegal." Cinta lalu duduk di sofa.


"Terlalu banyak olah raga malam mungkin?" ujar Bella.


"Bagaimana hal itu bisa dilakukan dia saja baru pulang dari Amerika setelah dua Minggu berada di sana!"


"Kau tidak marah suamimu pergi sendiri. Biasanya juga kau selalu mengikuti suamimu pergi kemana," ledek Bella.


"Sudah kukatakan jika aku mudah lelah dan gampang sakit. Bukan sakit parah hanya pusing dan tubuh seperti remuk," ungkap Cinta menyeka keringat di dahinya.


"Kau tidak sedang hamil lagi kan?" tanya Bella.


"Hamil?"


"Ya, kapan terakhir kau mens?"


"Aku sering terlambat datang bulan jadi aku menganggapnya hal biasa."


"Ya, Tuhan Cinta kau sudah pernah punya anak dua kali namun kau masih saja ceroboh. Terakhir kali kau hamil Cristian yang lebih tahu terlebih dahulu," rutuk Bella duduk di dekat Cinta. Cinta malah melamun.

__ADS_1


"Akh!" tiba-tiba Cinta berteriak keras. Cristian yang berada di luar mendengar teriakan istrinya langsung berlari masuk ke dalam.


"Ada apa, Sayang?" tanya Cristian memegang bahu Cinta. "Wajahmu terlihat pucat."


"Sayang, kapan terakhir aku menstruasi?" tanya Cinta. Cristian lebih mengingat segala sesuatunya dibandingkan dengan dirinya.


"Dua bulan yang lalu saat eh setelah ulang tahunmu kau sudah tidak menstruasi lagi."


"Waktu itu kau tidak memakai pengaman kan?"


Mendengar pertanyaan adiknya yang blak-blakan di depan banyak orang membuat Bella memukul lengan.


"Aww sakit, Kak!" ucap Cinta mengusap lengannya.


"Ini tempat umum!" gumam Bella kesal dengan muka innocent adiknya.


Cristian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Cinta memang seperti itu. Tiba-tiba wajahnya menjadi serius.


"Jangan bilang jika kau sedang hamil," kata Cristian terperangah.


"Itu yang kutakutkan!" Sebuah pukulan mendarat lagi di bahu wanita itu.


"Aww sakit, kenapa sekarang kau yang memukulku!" teriak Cinta.


"Kau takut bertambah gemuk!" tuduh Bella mengerti. Adiknya ini tidak mau gemuk dan menjadi jelek, dia takut jika Cristian akan berpaling darinya.


"Ya, Tuhan, Sayang kau masih berpikir seperti itu. Kurang apa perhatianku selama ini padamu."


"Itu yang membuatku takut, jika perhatianmu akan berkurang sedikit demi sedikit."


"Cinta itu tidak selalu berpikir tentang kesempurnaan fisik seseorang tetapi tentang kenyamanan berada di dekat orang itu. Mereka yang saling mencintai akan saling melengkapi kekurangan pasangannya."


"Dengarkan apa kata suamimu," ucap Bella. "Setelah ini kalian bisa ke dokter kandungan untuk mengecek apakah berita ini benar atau tidak."


"Aku masih punya test pack di kamar," kata suara dari arah pintu utama. Semua mata menatap ke arah asal suara itu. Ternyata Dara dan Alehandro sudah berjalan ke arah mereka.


"Aku sampai lupa kalau mau mengatakan jika baby Jasmine sudah datang," kata Cristian.


Cinta dan Bella lalu berdiri mendekat ke arah Dara dan Alehandro.


"Wah, calon menantuku sudah datang," seru Cinta mencium pipi Jasmine.


"Ini indah sekali Kak," kata Dara melihat ke sekeliling rumah yang telah didekor oleh Cinta.

__ADS_1


"Di belakang pestanya," bisik Bella. Mata Dara terbuka lebar. Dia tidak mengira jika akan mendapat surprise party seperti ini.


"Aku sudah menyuruh pelayan untuk mengambilkan test pack di kamarku. Kalian bisa melihat hasilnya dan katakan pada kami jika kita akan mendapatkan berita baik lagi." Alehandro menunjuk pada pelayannya.


"Kalau begitu aku akan ke sana saja bersama suamiku," Cinta langsung menarik tangan suaminya naik ke lantai atas rumah Alehandro.


Sedangkan Alehandro dan Dara segera diserbu oleh para tamu undangan yang mengucapkan selamat atas kelahiran anak mereka. Mom Lusi duduk di kursi roda sembari tersenyum melihat kebahagiaan dalam rumahnya.


"Semuanya akhirnya berakhir bahagia," kata Aura pada Lusi.


"Betul, semuanya akhirnya membaik dan aku senang melihat kebahagiaan keluarga kita."


"Jika melihat seperti ini kita jadi merasa tenang meninggalkan mereka suatu hari nanti." Naura memegang bahu Lusi.


"Ya, kau benar kita hanya tinggal menunggu waktu saja. Aku juga sudah rindu pada suamiku," ujar Lusi tersenyum pada dua sahabatnya itu.


"Kau jangan berkata seperti itu. Kau masih harus menemani menantu dan anakmu kedepannya." Aura memeluk Lusi.


"Semoga saja umur kita bisa sampai melihat cucu kita menikah," doa Naura yang diamini semua orang.


"Bagaimana jika kita saling foto untuk Kenangan," kata Bella.


"Tunggu Kak Cinta datang," ucap Dara. Tidak lama kemudian dari jauh Cinta datang dengan di peluk oleh Cristian berjalan ke arah mereka dengan wajah yang berseri-seri.


"Kalian benar jika aku sedang hamil," teriak Cinta.


"Wah, Selamat kebahagiaan kita bertambah lagi."


"Akan ada anggota keluarga baru lagi yang hadir."


"Sekarang kita berfoto dulu dengan semua anak-anak," ajak Bella.


"Kris ayo ikut," panggil Dara pada Kris dan istrinya.


Mereka pun akhirnya berfoto bersama. Sebagai tanda bahwa saat ini kebahagiaan telah hadir di keluarga besar ini. Tiga sahabat yang akhirnya menjadi satu keluarga besar. Cristian, David dan Alehandro. Istri mereka pun kini seperti kakak adik yang saling mendukung. Dan berharap anak mereka bisa meneruskan persaudaraan yang datang dari persahabatan ini.


Klik!


Foto itu pun akhir jadi.


***


Baca Rahim Sewaan dan Gadis untuk presiden ya ...

__ADS_1


__ADS_2