Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Jebakan


__ADS_3

Semua berjalan lancar selama satu bulan ini. Tidak ada halangan apapun. Seperti biasanya Bella menemani David di siang hari, melayaninya di ranjang maupun kehidupan sehari-hari namun tidak di malam hari walau mereka bersama tapi setiap malam David akan meninggalkannya sendiri. Marah itu pasti, sayangnya dia tidak tahu harus mencurahkan hatinya pada siapa.


Seperti biasa David akan mengerjakan tugasnya sebagai seorang direktur pemasaran cabang Asia sebuah merk baju yang mendunia.


Dia juga mengerjakan proyek yang dijalaninya dengan Bella. Bella hanya menerima bersih tanpa bersusah ria berfikir. Semua konsep dan perencanaan David yang mengaturnya. Dan perusahaannya maju dengan pesat berkat kerja keras pria itu. Ayahnya sangat bahagia dan ibunya Bella tidak tahu apa yang di rasakan ya. Mungkin kecewa terhadapnya atau bangga, Bella tidak bisa menebaknya.


Beberapa kali David mengajaknya ke luar negeri memberinya pelajaran bagaimana caranya memajukan dunia bisnis garment. Bella sangat menyukainya. Dia kini berkenalan dengan banyak relasi papan atas yang bisa membantu usaha ayahnya agar lebih maju lagi. Dia sangat bangga pada suaminya itu.


Bella akan kesal dan marah ketika David tidak datang menemuinya atau ke kantor karena harus menemani istrinya. Salahkah itu? Dia cemburu namun dia tidak pernah mengakui perasaannya. Dia sadar bahwa dia hanya selingan David untuk sementara. Setelah itu pasti ada wanita lain yang menggantikan posisinya. Sedangkan Sofi itu ratu dia tidak akan tergantikan kecuali jika mereka bercerai baru dia akan jadi ratunya. Sepintas pikiran jahat itu muncul.


Sejak kapan Bella yang lemah lembut menjadi Bella yang serakah? Dia sudah tidak mengenali dirinya sendiri semenjak bersama David, hatinya kecilnya menginginkan pria itu hanya untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, dia tidak akan berusaha merebut David dari istri pertamanya. Dia hanya melakukan apa yang ibunya lakukan pada ayah. Tetap memberikan ketenangan pada pasangannya walau hatinya sendiri tidak karuan. Berat menjadi simpanan karena tidak di dapat marah atau protes jika tidak, kau akan di tendang tanpa harga diri lagi.


Sudah beberapa hari ini Bella merasa tidak enak badan. Dia lalu melihat tanggal menstruasi terakhirnya. Dia lupa jika dia sudah terlambat datang bulan selama satu Minggu ini apa itu artinya?


Wajah Bella memucat seketika. Dia lalu mencari tasnya. Bukankah dia telah meminum pil KB selama ini. Pikirnya sembari mengaduk isi tasnya. Keringat dingin sudah membanjiri tangannya.


Akhirnya strip pil KB itu dia temukan. Sebagian banyak telah habis diminumnya setiap hari. Namun dia terkejut ketika melihat merk yang tertera. Ini bukan pil KB miliknya. Secara bentuk hampir sama namun ini bukan Pil KB miliknya.


Bella mengigit bibirnya cemas. Tangannya gemetar mengambil handphone dan mencari kolom pencarian tentang merk obat yang dikonsumsinya.


Tiba-tiba dia melemparkan handphone ke lantai. Tubuhnya terasa lemas dan lalu jatuh terduduk di lantai menangisi segalanya.

__ADS_1


Hati Bella begitu hancur mengetahui apa yang dia minum itu adalah obat penyubur kandungan bukan Pil KB yang biasa konsumsi. Mengapa dia begitu bodoh tidak membacanya sebelum meminum. Tapi sejak kapan obat itu diganti?


Tidak lama kemudian handphonenya berbunyi, ada panggilan masuk dari David. Mukanya berubah menjadi sengit, dia menyingkirkan handphone itu dengan kakinya hingga masuk ke kolong tempat tidur.


Dia sudah menduga jika dia sedang hamil saat ini? Perasaannya terlalu rumit untuk di jelaskan. Dia takut dengan masa depan anak ini kelak. Dia akan jadi anak tanpa seorang ayah.


Jika dia tetap mau jadi istri kedua David karena anak dalam rahimnya, itu akan sangat memalukan bagi keluarga dan karirnya. Apa kata orang nantinya? Mereka akan menamai calon anaknya dengan embel-embel anak pelakor. Nasibnya akan sama seperti Cinta.


Entah sudah berapa lama Bella duduk di sana dengan posisi yang sama. Kakinya di tekuk hingga ke dada, wajahnya masuk di antara dua lutut, rambut yang panjang terurai menutupi tubuhnya.


David yang baru datang terkejut melihat istrinya duduk di lantai dengan posisi seperti itu.


Bella mengangkat wajahnya dan menatap ke arah David. Wajahnya masih terlihat sembab dan kacau. Mata dan hidungnya memerah, rambut yang menutupi wajahnya basah oleh air mata.


"Jangan dekati aku!" teriak Bella. David terkejut untuk pertama kalinya dia melihat Bella marah.


"Kau kenapa? Apa yang terjadi?" tanya David dengan wajah khawatir dan bingung. Dia lalu melihat sekeliling. Matanya tertuju pada satu benda yang tergeletak di lantai.


David menutup matanya kini dia mengerti apa yang membuat kacau Bella. Dia tadi sangat khawatir ketika Bella belum juga datang ke kantor padahal sudah jam sembilan pagi. Dia menelfon Bella namun wanita itu tidak mengangkatnya, padahal ada rapat yang harus dia hadiri. Akhirnya dia pergi meninggalkan rapat yang baru saja mulai untuk menengok keadaan Bella.


David memegang wajah Bella walau wanita itu menepisnya dan memukul kedua tangannya.

__ADS_1


"Lihat aku, Sayang. Lihat aku!" kata David.


"Hu ... hu ... ," suara tangis Bella terdengar semakin kencang.


"Kau marah karena aku memberimu obat itu?" kata David menatap Bella yang masih menundukkan pandangannya.


"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini," teriak Bella marah, matanya yang merah kini menatap David.


"Karena ku ingin seorang anak denganmu, anak yang akan mengikat kita!" jawab David.


"Apa kau pernah berfikir masa depan apa yang akan dimiliki anak itu jika dia ada, nanti? Dia hanya akan hidup sebagai orang kedua. Anak yang tanpa nama dan tidak dihargai oleh semua orang karena statusnya hanya anak dari seorang pelakor," murka Bella.


"Bella!" bentak David dengan menatap tajam Bella. Dia tidak suka dengan ucapan wanita itu.


Bella semakin berani, dia lalu menepis kerasa tangan David.


"Kau kira aku akan terus mau berada di sisimu? Tidak David. Aku tidak segila itu. Asal kau tahu jika istrimu pernah sekali menemuiku dan aku berjanji untuk melepaskanmu setelah lima bulan menyelesaikan kontrak kerja kita yang tidak tertulis. Aku tidak ingin hubungan ini! Aku bukan wanita murahan yang akan merebut suami orang dan ayah dari seorang anak." Bella mengatakannya dengan terengah-engah. David terkejut mendengar ungkapan hati Bella.


'Kau ingin membuat perangkap agar aku terus berada di sisimu dengan cara membuatku hamil? itu salah David. Aku tidak akan membiarkan anak yang kau inginkan ada. karena kehidupan kelam akan menghampirinya jika dia ada di situasi kita yang pelik ini," ungkap Bella dengan berapi-api.


"Apa kau sedang hamil?" tanya David menangkup wajah Bella dan menatap matanya. Dia sama sekali tidak terprovokasi oleh perkataan Bella. Dia sudah menduga hal ini sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2