Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Opini Masyarakat


__ADS_3

David pulang ke rumah pukul empat dini hari. Ketika mobil berhenti di pelataran rumah pintu lalu terbuka. Bella berdiri dengan baju tidur sutera berwarna silver yang tertutup oleh jubah panjangnya di sisi pintu.


Sebuah pemandangan yang dia rindukan selama empat tahun lebih ini akhirnya datang kembali."Kau belum tidur?" tanya David mencium kening Bella sebelum masuk ke rumah.


"Aku menunggumu tidak bisa tidur karena khawatir dengan apa yang terjadi denganmu," kata Bella membuat hati David tenang karena kini ada seseorang yang mengkhawatirkannya jika dia pulang terlambat.


"Aku baik-baik saja, kau tidak usah khawatir," jawab David merengkuh pinggang Bella dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Kau mau aku buatkan susu hangat?" tawar Bella.


"Aku hanya perlu membersihkan diri dan berbaring untuk sejenak," balas David.


"Akan kusiapkan air hangat untukmu,"


"Tidak usah aku bisa melakukannya sendiri, kau carikan saja piyama untuk ku gunakan nanti!"


Setengah jam kemudian mereka berdua telah berada di tempat tidur. Kepala David dia letakkan di paha Bella dan wanita itu memijat kepala suaminya pelan.


"Terima kasih kau telah ada untukku," kata David.


"Sayangnya kau datang di saat yang tidak tepat ketika masalah ini terjadi," kata David kemudian.


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak tahu berita apa yang berseliweran di luar sana mereka menghubungkan hubungan kita dengan kematian Sofi. Sayangnya aku tidak bisa begitu saja membungkam mulut setiap orang yang membicarakan kita. Dunia pemberitaan dan gosip itu begitu kejam bisa membunuh korbannya secara perlahan."


"Maksudmu kedatanganku menyebabkan hubunganmu dan Sofi renggang dan memicu usaha bunuh diri yang dilakukannya?"


"Lebih dari itu. Sofi meninggal bukan karena bunuh diri tapi ada yang mencoba untuk menghabisinya, kali ini mereka menjadikan ibu sebagai pelaku utamanya!" Bella menutup mulutnya.


"Besok mungkin kita yang bisa jadi tersangkanya atau mungkin juga kau," imbuh David.


"Apa alasannya?" tanya Bella polos.


"Perebutan harta gono-gini itu menjadi salah satu pertanyaan mereka. Ini bukan jumlah sedikit Bella, hampir trilyunan rupiah," kata David.

__ADS_1


"Bukankah Sofi sudah kaya tanpa harus meminta harta padamu?"


"Dia ingin hak itu untuk diberikan pada Cantik seutuhnya. Dia tidak ingin hak Cantik hilang ketika aku kembali padamu atau menikahi wanita lainnya," kata David.


"Ya bukankah itu haknya?" tanya Bella.


"Jika harta gono-gini itu harus dari dua-duanya tidak bisa satu pihak saja. Dan Sofi tidak ingin memberitahukan berapa kekayaan yang dia miliki," jawab David.


"Rumit ... jika tidak suka seharusnya tidak mempersulitnya," jawab Bella.


"Karena wanita itu rumit, mereka ingin dimengerti tetapi enggan untuk mengerti pasangannya," jawab David. Bella memukul lengan David.


"Aku tidak seperti itu!" kesal Bella.


"Kau pengecualiannya," jawab David tersenyum.


Pria itu memeluk pinggang Bella dan memasukkan kepalanya di perut wanita itu.


"Biarkan aku tidur sejenak sebelum bergelut dengan masalah ini esok harinya," pinta David.


"Ini tidak nyaman. Biarkan aku berbaring saja."


"Bella jangan tinggalkan aku lagi walau apapun yang akan terjadi. Aku takut ini semua adalah awal dari badai besar yang akan menghantam kehidupan rumah kita," kata David.


"Tidak, bila kau mempercayaiku. Ceritakan semuanya agar aku tahu bagaimana seharusnya aku melangkah di sisimu."


"Apa kita buat adik saja untuk Cantik agar kau tidak bisa pergi dari hidupku?" kata David.


"Jangan ulangi yang telah lalu. Biarkan semuanya berjalan sesuai apa adanya, yang penting kau percaya padaku bahwa aku tidak akan meninggalkanmu. Soal anak kita bisa membicarakannya lain kali. Selesaikan dulu masalah ini," jawab Bella.


David kesal karena Bella tidak peka pada keinginannya kali ini. Sesuatu di sana telah bergerak membutuhkan sarang yang membuatnya nyaman. Selain itu dia butuh relaksasi atas semua masalah yang mendera.


"Sayang maksudku itu bukan itu tapi ... ?"


Bella menarik kedua alisnya ke atas lalu menggerakkannya.

__ADS_1


David yang tidak sabar langsung saja mengungkungnya.


"Aku butuh kau saat ini!"


***


Akhirnya Bella tidak bisa tidur lagi setelah melayani David karena matahari sudah mulai bersinar terang. Sedangkan suaminya tertidur lelap setelah mendapat apa yang dia mau.


Bella mandi lalu mempersiapkan diri sebelum turun ke bawah.


Dia langsung menuju dapur tetapi sebelum sampai di dapur dia mendengar bisik-bisik pelayan rumahnya.


"Nah, benarkan pasti nyonya Bella akan masuk dalam lingkaran kasus ini. Lihat semua komentar netizen mereka mengira jika Tuan atau Nyonya yang terlibat dalam pembunuhan ini. Ini cinta segitiga yang rumit," kata pelayan wanita yang gemuk dan pendek.


"Aku kira Tuan dan Nyonya bukan tipe seperti yang para netizen katakan. Nyonya terlihat lembut dan Tuan David, kita tidak pernah melihatnya marah atau membentak siapapun."


Pelayan dengan rambut berwarna pirang karena disemir membela Bella.


"Kita tahu itu tapi netizen mana mau mengerti mereka hanya menyuarakan sudut pandang mereka saja tanpa tahu kebenarannya. Lagi pula kita tahu jika Tuan dan Nyonya ada di rumah seharian kemarin. Jadi tidak mungkin jika pembunuhan ini dilakukan oleh mereka," jawab pelayan gemuk itu lagi.


"Seperti katamu netizen mana tahu kebenarannya. Aih jempol mereka mah jahat sekali mengatai nyonya kita dengan sebuatan buruk. Coba lihat ini!" pelayan muda itu hendak memberikan handphonenya pada temannya tapi Bella langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil handphone itu.


"Nyo-nya maaf," ucap mereka berbarengan disertai rasa terkejut dan bersalah.


Bella tersenyum, "Aku hanya ingin meminjam ponsel kalian. Aku tidak membawa ponsel kemari dan Tuan kalian belum membelikannya padaku."


Dua orang itu merasa tidak enak. Mereka menggaruk rambut mereka yang tidak gatal.


Bella mulai membaca semua berita tentang kematian Sofi dan membaca berita menyakut dirinya. Bahkan foto dirinya pun ada di laman akun gosip dengan tanda garis silang merah bertuliskan pelakor. Hal yang selama ini dia takutkan akhirnya terjadi juga. Hujatan dan cacian masyarakat luas akhirnya memenuhi Instagram dan Twitter miliknya. Wajah dan profilnya kini tersebar di dunia jagat dunia Maya.


Masalah apalagi ini? Baru saja dia menyelesaikan masalahnya dengan David kini timbul masalah besar yang menyeret namanya. Benar apa kata David, jika hubungan mereka pasti nanti akan terseret dalam kasus kematian Sofi. Buruknya mereka ikut menjadi tertuduh di kasus ini.


"Ayah, Ibu," gumam Bella khawatir. Dua orang tuanya pasti akan cemas dengan keadaan anaknya. Semoga ayahnya tidak mengalami serangan jantung mendadak. Batin Bella.


"Berita ini cepat sekali tersebar padahal para Polisi belum berani memberikan keterangan dan kesimpulan penyelidikan tapi para netizen sudah membuat suatu kesimpulan tersendiri."

__ADS_1


Perkataan Bella diangguki oleh dua pelayannya.


"Itu juga yang saya katakan Nyonya mereka tida ada yang tahu masalah sebenarnya tapi menarik opini tersendiri."


__ADS_2