Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Berbagi Suami


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Bella bekerja di perusahaan David. Dengan percaya diri dia masuk ke dalam gedung itu. Resepsionis langsung menyambutnya.


"Anda sudah ditunggu Tuan David Nona," ucap Resepsionis itu. Bella menganggukkan kepalanya. Semua orang menatap kagum padanya. Bukan tanpa sebab selain cantik Bella adalah wanita fashionable, dia selalu mengikuti tren busana terkini. Tentunya dari gaji yang dia miliki.


Hari ini Bella memakai Bella memakai kemeja putih dengan kerah lebar berbentuk segitiga yang menempel di bajunya. Lengan baju dia tekuk sampai ke siku dan kemeja itu dia masukkan ke dalam rok lipat berwarna hitam dengan panjang selutut. Kakinya yang panjang dan langsing dia beri alas sepatu merk Jimmy Choo berwarna putih. Hadiah dari Cristian dulu, tidak pernah dia pakai dan baru sekarang dia ingin mengenakannya. Di tangannya dia menenteng tas kremes berwarna putih senada dengan kemeja dan sepatunya membuat orang yang melihat akan iri.


Ini debutnya bekerja di gedung ini. Dia harus terlihat sempurna dari semua sisi. Bella adalah orang yang sangat perfeksionis, dia tidak pernah mau tampil biasa saja di setiap kesempatan. Bahkan di rumah dia selalu terlihat rapi, make up walau tipis selalu dia gunakan. Orang menilai dari apa yang dia lihat maka dia akan tetap menjadi Bella yang selalu terlihat anggun dan sempurna. Walau hidupnya sendiri tidak sempurna.


Sekretaris David langsung berdiri ketika melihatnya. Dia nampak kagum melihat penampilan Bella yang cantik namun ramah sangat berbeda dengan istri David yang selalu terlihat angkuh bila berhubungan dengan bawahannya.


"Selamat siang Tika, saya punya janji dengan Tuan Sinclair," kata Bella sembari tersenyum sopan.


"Tuan Sinclair sudah menunggu anda dari tadi Nona, anda boleh masuk," ucap Tika.


"Terimakasih. Engkau terlihat sangat cantik sekali hari ini," puji Bella tulus sebelum pergi.


"Anda juga terlihat sangat menawan, saya selalu kagum jika melihat penampilan anda," ucap Tika lagi.


"Kau terlalu memuji, kau juga tidak kalah cantik. Mungkin pria di sini akan memperebutkan dirimu," canda Bella.


Wajah Tika tersipu malu. Bella lalu permisi dan masuk ke ruangan David. Tika sendiri melihat bayangannya sendiri di pantulan kaca. Dia tersenyum dan melihat penampilannya kali ini. Di puji atasan adalah suatu kebahagiaan buat pegawai sepertinya.


Bella masuk ke ruang David dengan pelan. Dia melihat pria itu sedang asik dengan timbunan map di meja kerjanya. Sesekali dia mengernyitkan dahi, di saat lain dia membenarkan gagang kaca matanya.


Prianya ini memang tampan dan maskulin walau memakai apapun, tapi lebih terlihat wow jika dia tidak memakai apapun. Otak Bella sudah travelling walau masih pagi. Bagaimana jika dia selalu bersamanya. Yang ada otak mesumnya akan berkelana setiap saat mengagumi keindahan yang Tuhan buat di depan matanya.


"Ekhem ... ," Bella berdehem. David terkejut dia mengangkat wajahnya dan melihat Bella ada dihadapannya.


David melihat penampilan Bella dari ujung kaki hingga ke atas kepalanya. Wajahnya terlihat sangat tidak senang. Dia melepaskan kaca mata dan menyilangkan tangan di atas meja.


Bella lalu melihat penampilannya sendiri dari bawah hingga ke baju yang dia kenakan. Sepertinya tidak ada masalah. Tapi mengapa pria ini terlihat jengkel.


Tangan David melambai, menyuruhnya agar mendekat. Dengan langkah ragu Bella bergerak maju dan mendekati David.

__ADS_1


David berdiri dan mengelilingi Bella.


"Kau ingin membuatku kesal karena penampilanmu?" tanya David.


"Apa yang salah, bajuku tidak kotor dan tidak sobek," jawab Bella.


Jari David bergerak di leher Bella. Membuat wanita itu merinding dan memejamkan matanya. "Kau ingin membiarkan semua pegawaiku menatap leher indahmu ini?" bisik David di belakang telinga Bella lalu menggigit daun telinganya pelan, membuat Bella terkejut.


"Lalu kenapa kemeja ini harus dimasukkan ke dalam rok?" Kedua tangan David bergerak masuk ke dalam rok dengan pelan sengaja membuat wanita itu menggila dengan ulahnya.


Lalu mengeluarkan kemeja itu. "Setidaknya mereka tidak akan melihat lekuk indahmu."


David membalikkan tubuh Bella. Menyapu bibir Bella dengan bibirnya, bodohnya Bella selalu takluk jika mulai di sentuh pria itu. Atau pria itu mungkin punya ilmu pelet yang membuatnya takluk di dekatnya.


Setelah menciumnya pria itu mengusap bekas lipstik di bibirnya lalu di bibir Bella.


"Aku mau bekerja bukan mau tidur denganmu!" ungkap Bella dengan wajah polosnya.


David menangkup wajah Bella dan mencium pipinya.


"Kau itu?" jawab Bella merona . Dia tahu dengan jelas, maksud kata dari 'Kebutuhan'. Dia lalu menyingkirkan tangan David dari tubuhnya.


"Kau jangan merusak penampilanku," kata Bella merapikan lagi kemejanya yang dikeluarkan oleh David.


"Keluarkan!" ucap David.


"No!"


"Kau melawanku!"


"Kau harus tahu bahwa aku tidak bisa berpenampilan asal-asalan," ucap Bella mundur.


"Kau akan kutelanjangi jika berani melakukan itu!"

__ADS_1


"Dan aku tidak akan pernah bekerja di sini jika kau menginginkanku berpenampilan konyol. Aku itu pemilik sebuah pabrik garmen, aku adalah contoh wajah pabrik itu jadi aku harus selalu tampil sempurna!" jelas Bella.


"Aku tidak suka berbagi dengan pria lainnya!" kata David.


"Kalau begitu kau bisa mengurungku di dalam menara tertinggi agar aku tidak bisa keluar dan para pria itu tidak melihatku," ucap Bella kesal. Dia lupa jika ini adalah lantai tertinggi dari sebuah gedung bertingkat.


"Sungguh!" Terlihat seringai nakal dari mata David. Bella tahu apa artinya itu.


"No! Kita akan bekerja," kata Bella. David menjilat bibirnya sendiri. Membuat Bella bergidik ngeri.


"Ini masih pagi!" Bella hendak menghindar tapi tubuh rampingnya di rengkuh oleh David. Pria itu lalu meletakkan tubuh Bella di atas bahu dan menabok pantatnya keras.


Pria itu lalu membawa Bella masuk ke ruang kerjanya dan mengunci.


"Tidak, kau menjebakku dengan perjanjian ini," teriak Bella yang tidak bisa dengar oleh siapapun kecuali dirinya dan David.


"Waktuku masih 135 hari lagi aku akan membuatmu terikat padaku lebih dalam setiap harinya, Sayang," ucap David mengungkung Bella.


"Kau punya istri dan anak, David? Kau harus ingat itu," ucap Bella terdengar pahit.


"Dan kau adalah istriku!" jawab David.


"A-Aku hanya istri sementaramu saja," batin Bella.


"Biarkan aku memperoleh vitaminku pagi ini. Itu akan membuatku bekerja lebih giat lagi," ujar David.


David mulai bertingkah nakal membuat kecupan kecil di wajah Bella dan turun ke lehernya.


Bella pasrah dan menikmati semuanya. Persetan dengan istri David, jika dia ingin suaminya kembali maka dia harus bekerja keras agar suaminya jatuh cinta padanya.


Dia telah merasakan apa artinya kehilangan dan mengalah. Kali ini dia ingin egois. Dia ingin memiliki David.


Perkataan ibunya menyadarkannya jika dia harus menyerahkan David pada istrinya. Akan tetapi jika David tidak ingin berpisah dan kami juga saling mencintai, apakah itu juga sebuah kesalahan?

__ADS_1


Banyak pria mapan beristri lebih dari satu dan dia tidak peduli dengan status istri kedua. Berbagi suami itu tidak buruk bukan?


__ADS_2