Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Luar Biasa


__ADS_3

Tubuh Cinta menegang seketika ketika tangan itu bergerilya ke atas. Menyentuh sebuah kehangatan dan kelembutan yang tercipta dari dua sumber kehidupan.


Sebuah lenguhan kecil tercipta dari mulut Cinta. Membuat Cristian semakin bergairah dan enggan untuk berhenti.


"Tolong katakan padaku untuk menghentikannya, Cinta" ucap Cristian di bahu Cinta.


Cinta memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya ke salah satu sisi. Seolah memberi jalan Cristian untuk mengeksplor lebih, satu tangannya masuk ke sela-sela rambut Cristian dan menariknya lembut.


Cristian mengeram dan mulai menciumi leher Cinta. Tangannya bergerak aktif memainkan pucuk berwarna pink membuat Cinta menegang seketika.


"Mmmm ... .'' lirih Cinta.


"Kau menyukainya?" tanya Cristian menggerakkan tangannya lebih aktif. Cinta sendiri merasakan sensasi tajam dan jelas di sekitar selangkangannya. Dia merintih dan membasahi bibir dengan lidahnya.


Cristian membalikkan tubuh Cinta dan merapikan rambut Cinta ke belakang telinganya.


"Kau cantik, sangat cantik tapi bukan itu yang membuatku tertarik padamu dari awal. Tetapi karena aku menemukan bagian diriku ada pada dirimu. Apa kau merasakan getaran itu ketika tubuh kita saling bersentuhan?" Cristian mengatakannya sembari menelusuri wajah Cinta dengan hidungnya dan memberikan kecupan kecil di seluruh wajah Cinta.


"Jawab Cinta?"


"Ya ... ." ucap Cinta serak yang menandakan gairahnya sedang tinggi.


"Apa kau ingin pergi sebelum semua terlambat," tanya Cristian lagi menegaskan.


"Tidak, kecuali kau mengusirku," jawab Cinta.


Wajahnya memerah setelah mengatakan itu.


"Aku ingin bercinta denganmu, aku harap kali ini kau tidak menyesalinya dan lari lagi."


Cinta ingin memejamkan matanya namun dia terhipnotis oleh mata cokelat yang menatap kuat ke dalam matanya.


Dia mulai membungkuk dan menciumi bibirnya, menuntut, tegas dan lambat menyatu dengan Cinta.


Cinta mengerang dalam mulutnya, dia tidak bisa menahan perasaan liar atau hormon apalah dalam dirinya. Dia begitu menginginkan Cristian lebih dengan amat tidak senonoh.


Dia mencengkeram lengan tangan Cristian, dia bisa merasakan ototnya, kuat dan berotot. Lalu, berpindah ke rambutnya yang halus melalui sela-sela jarinya. Dia menariknya lembut dan Cristian mengerang dengan seksinya.


Cristian mendorong tubuh Cinta lembut ke tempat tidur, Cinta pikir pria itu akan menindihnya, ternyata tidak. Dia berlutut.

__ADS_1


"Lepaskan celanaku Cinta," kata Cristian membuat Cinta terkesiap. Dengan ragu dia menyentuh kancing celana pria itu, tangannya mengenai kulit pria itu dan membuatnya mengerang lagi.


Kali ini Cinta bisa melihat sesuatu di balik kain hitam itu dengan jelas. Wajahnya memerah dan kulitnya terasa panas dan dingin, dia meremas seprai dengan kuat.


Bagaimana Cristian memulainya lagi, Cinta tidak bisa mendeskripsikannya. Dia mulai jatuh ke dalam gejolak birahi yang menuntut. Tubuhnya mengejang, hancur menjadi ribuan keping. Dia menahan jeritnya, rasanya luar biasa. Sekarang Cinta tahu dengan sadar tentang perasaan ini.


Cristian menatapku dan tersenyum puas.


"Kau sangat responsif." Perkataannya membuat Cinta merona.


Pria itu tiba-tiba menarik dirinya yang ada dalam diriku, mengapa? Oh tidak dia sangat menginginkannya ... .Batin Cinta bingung.


Cinta memandang Cristian. Pria itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak, sebelum kau mengatakan bahwa kau hanya milikku," ucap Cristian bangkit dan berlutut.


"Aku hanya milikmu," ucap Cinta. Cristian tersenyum menang.


"Kau benar, kau hanya milikku Cinta. Hanya milikku," kata Cristian meneruskan lagi penyatuan mereka.


Dia mempercepat gerakannya, Cinta mengerang tapi Cristian tetap melakukannya, sesuai dengan iramanya, mendorongnya lebih kuat. Tubuh Cinta bergetar dengan kuat, mengeluarkan keringat. Dia baru tahu jika rasanya seperti ini dan akan merasakan nikmatnya. Sensasinya seperti itu, pikiran Cinta berhambur keluar. Hanya ada aku dan dia saja. Lalu terbujur kaku.


"Ya, hanya namaku yang kau selalu kau sebut Cinta." Kedua merasakan ledakan di dalam bawah sana. Mengerang bersamaan saat mencapai klimaksnya. Cristian mengosongkan dirinya dan memenuhi diri Cinta. Mereka saling memandang dengan nafas yang sama terengah-engah.


Dahi Cristian menyentuh dahi Cinta, katanya tertutup dan nafasnya memburu. Mata Cristian terbuka lalu menatap ke arah Cinta, gelap namun lembut. Mencium pelan dahi Cinta lalu menarik pelan kepemilikannya dalam diri Cinta.


Dia menyentuh perut Cinta, "Apa dia baik-baik saja?"


Cinta mengangguk. Ada nada kelegaan terlihat dari matanya.


Pria itu mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Cinta.


"Apa kau lapar? Kau belum makan sedari tadi," tanya pria itu.


"Sangat tapi kau tidak menanyakannya darj tadi."


"Maaf aku hanya fokus pada masalah kita saja. Aku ingin segera menyelesaikannya."


Cinta tersenyum kecut. Pria itu bangkit dan mengambil baju dari paper bag tadi. Sebuah dress selutut berwarna ungu dengan model sederhana namun cantik.

__ADS_1


"Kita bersihkan diri kita dahulu baru makan." kata Cristian. Dia mengambil handphonenya, melakukan panggilan, meminta seseorang untuk membelikan mereka makanan.


Setelah itu Cristian menyibak selimut itu lagi dan menggendong Cinta tiba-tiba membuat Cinta terkejut. Dia membawa wanita itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.


Kini mereka telah duduk di ruang makan. Cristian ternyata memesan makanan yang banyak.


"Aku tidak tahu apa makanan kesukaanmu jadi aku memesan semua ini agar kau bisa memilih mana makanan yang ingin kau makan."


Cinta melihat antusias ke arah makanan itu.***** makannya memang mulai naik. Dia jadi sering merasa lapar. Cristian sendiri telah membuatnya melakukan aktifitas yang menguras banyak energi.


Cinta mulai mengambil satu ayam Crispy yang sangat disukainya. Memakannya dengan cepat. Cristian melihat cara makan Cinta yang seperti orang kelaparan.


"Pelan-pelan," ucap Cristian sembari membersihkan bekas makanan Cinta si bibirnya.


"Aku sangat lapar," kata Cinta lalu meneruskan makannya lagi. Tidak peduli dengan pendapat Cristian mengenai dirinya.


Semua makanan itu hampir habis di makan oleh Cinta. Cinta menghentikan makannya ketika melihat Cristian hanya terdiam tanpa makan satu suap pun.


"Kau tidak makan?" tanya Cinta.


"Aku sudah kenyang melihat kau makan." Mata Cinta berkedip dan mengerjap dengan indahnya.


"Okey, aku akan makan." Cristian lalu mengambil sedikit makanan dan mulai makan bersama Cinta. Dia kali ini merasa sangat bahagia. Semoga setelah ini semua permasalah akan segera teratasi. Pikir Cristian.


Cinta menghentikan makannya ketika perutnya sudah merasa kenyang. Dia hendak merapikan meja itu tapi di cegah oleh Cristian.


"Biarkan pelayan yang akan membereskan ini semua," cegah pria itu. Cinta mengangguk dan berjalan. Dia bingung mau pergi kemana lagi setelah ini. Mengingat tentang kamar membuat pipinya merona lagi.


Cristian memeluk Cinta dari belakang dengan tiba-tiba. Cinta merasakan kehangatan dan kedamaian dalam pelukannya.


Tiba-tiba dia teringat akan kakak dan keluarganya. "Cristian bagaimana nanti dengan orang rumah? Mereka pasti curiga."


***


Likenya jangan lupa yah...


Votenya dong buat besok...


komen ya...

__ADS_1


__ADS_2