
"Siapa namanya, Bu?" tanya dokter kandungan pria. Dokter ini sangat tampan dan masih cukup muda membuat Cristian meradang. Dia kesal karena asistentnya telah berani merekomendasikan dokter ini.
"Cinta Aurora."
"Kalau ayahnya?" tanya Dokter muda itu lagi sembari mengisi buku kehamilan berwarna merah muda.
"Cristian Slim," kata Dokter itu cepat. "Anda sering sekali masuk ke dalam berita di televisi atau mengisi acara bincang-bincang tentang dunia bisnis. Saya salah satu pengagum anda." Untung saja Dokter itu memuji Cristian sebelum pria itu membawa keluar Cinta dari tempat itu.
"Ini anak pertama, ya?" tanya Dokter itu ramah. Senyum manis terbit dari wajahnya membuat Cinta senang melihatnya sedangkan wajah Cristian ditekuk dari pertama kali dia masuk kemari.
"Ini anak kedua Dok, anak pertama saya sudah berumur lima tahun," jawab Cinta.
Dokter itu membuka mulutnya lebar. Dia menyipitkan matanya.
"Anda seperti belum pernah hamil atau melahirkan," ujarnya.
Wajah Cinta merona dan Cristian sangat membencinya. Waktu terasa begitu lama baginya.
"Anda pandai sekali memuji Dokter."
"Dokter bisakah kita mempercepatnya. Aku ada urusan penting setelah ini," kata Cristian langsung.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu biar suster ini mengambil data Nona eh Nyonya Cinta dari KTPnya. Silahkan berbaring di atas tempat tidur," ucapnya.
Cinta lalu beranjak dari kursi menuju yg tempat tidur khusus. Dia lalu berbaring dan suster membuka bajunya hingga ke atas sehingga seluruh bagian perutnya terlihat jelas. Cristian memalingkan muka kesal. Dia tidak rela jika istrinya dilihat pria lain apalagi disentuh.
Cristian lalu bangkit ketika suster hendak mengoleskan gel ke perut Cinta. Dokter yang sudah berada di dekat Cinta terkejut melihat Cristian sudah berdiri di sampingnya.
"Biar aku saja," kata Cristian.
Dokter itu teringat perkataan assisten Cristian jika pria itu sangat posesif dan dia bisa memakluminya. Apalagi pria ini berani membayarnya mahal berkali lipat dari biasanya tarif yang dia gunakan.
"Tolong sedikit ditekan dan di geser ke bawah," instruksi Dokter itu. Dia lalu mendekati layar monitor.
"Kalian lihat itu! Itu adalah titik keberadaan janin. Pada usia kehamilan 5 minggu, janin sudah berkembang hingga seukuran biji buah apel. Sistem saraf janin dan organ-organ utamanya pun mulai terbentuk, seperti: Jantung. Neural tube, yang kemudian akan berkembang menjadi saraf tulang belakang dan otak," terang Dokter yang dari nametag nya bernama Dokter Faris.
Wajah Cinta terlihat sangat berbahagia dia terlihat antusias dengan kehamilannya. Kali ini ada Cristian yang ada di sampingnya dan akan menemani, mendengar keluh kesah dan memijat ketika tubuhnya terasa pegal. Suaminya juga berjanji akan menemaninya ketika dia melahirkan nanti.
"Kalau Calesta ikut dia pasti akan sangat senang," ucap Cinta.
"Ya, tapi dia juga sedang senang ikut kakek neneknya berbelanja," jawab Cristian yang serius melihat perkembangan anaknya di perut Cinta. Calesta tadi diajak oleh Pak Setiawan Dan Riska untuk pergi berbelanja di Mall, Cristian dan Cinta tidak mungkin akan menghalanginya.
"Apakah ada masalah yang terjadi sehingga anda melakukan sesar?" tanya Dokter itu melihat bekas luka operasi.
__ADS_1
"Ketuban pecah di rumah dan sewaktu diperiksa bukaan masih empat jadi Dokter di sana memutuskan untuk langsung melakukan operasi karena takut jika anakku akan tidak bisa diselamatkan untungnya semua berjalan baik-baik saja dan Calesta lahir dalam keadaan sehat dan normal," cerita Cinta yang tidak pernah mau membaginya bersama Cristian. Dia tidak ingin melihat Cristian sedih mengetahui hal berat apa saja yang dialaminya.
Cristian lalu memeluk istrinya. Hatinya terasa perih mendengar perjuangan Cinta melahirkan anak mereka.
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu merasakan semua itu sendiri," katanya setengah berbisik. Mata Cinta berkabut karena terharu. Dia lalu menganggukkan kepalanya. Cristian mencium dahi istrinya penuh cinta.
"Kalian ini pasangan yang sangat romantis sekali," puji Dokter itu.
Cristian lalu menoleh dan melihat ke arah Dokter itu.
"Dia adalah hidupku dan aku akan melakukan apa saja asal dia bisa bahagia," kata Cristian.
Kali ini hati Cinta terasa lega. Dia yakin jika Cristian akan selalu bersama dan melindunginya.
Mereka lalu kembali lagi ke tempat duduk.
"Dokter apakah jika hamil muda tidak boleh melakukan itu?" tanya Cristian. Ya dulu sewaktu hamil Calesta, dia pernah diperingatkan oleh Dokter soal hal itu karena kondisi kehamilan Cinta lemah.
"Boleh hanya saja tidak boleh membuatnya lemah dan tidak boleh terlalu sering," terang Dokter Faris. Cristian menghela nafas lega. Setidaknya dia tidak akan berpuasa selama tiga bulan ini.
Cinta sendiri merasa malu karena suaminya menanyakan hal yang sangat pribadi pada dokter itu.
__ADS_1
"Dan jangan melakukan gerakan aneh-aneh. Anda bisa membuka di internet bagaimana cara berhubungan yang aman pada masa kehamilan," imbuh Dokter itu lagi.
"Siap, Dok!" jawab Cristian mantap. Cinta hanya bisa menundukkan wajahnya.