
Baru kali ini Cristian bisa tertidur pulas selama bertahun-tahun. Sebelum ini dia hanya akan tertidur setelah mabuk karena minuman keras.
Tubuhnya terasa sangat segar. Dia mulai membuka matanya melihat ke sebelahnya, namun dia tidak menemukan mereka di tempat tidur itu. Pikiran buruk mulai menghantuinya.
Dia lalu membuang selimut dan langsung pergi keluar dari kamar. Dia mencari Cinta di seluruh sudut rumah namun wanita itu dan juga anaknya tidak ditemukan.
Cristian duduk lemas di depan latar rumahnya. Hingga suara gelak tawa membuat dia menengadahkan wajahnya. Dia tersenyum lega tatkala melihat Cinta sedang mendorong kursi roda Aura masuk ke dalam pintu gerbang.
Dia mengusap wajahnya dan tersenyum sendiri lalu menopang dagunya melihat kebersamaan mereka.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Cinta ketika dia sudah berada di dekat Cristian di dalam dapur. Dari tadi pria itu memandanginya terus.
"Aku kira kalian pergi kemana?" jawab Cristian jujur.
Cinta menyipitkan matanya lalu tersenyum. "Kau takut jika kami tiba-tiba pergi meninggalkanmu?" ujar Cinta.
Dia lalu menyerahkan secangkir kopi kepada Cristian.
__ADS_1
"Hmmm."
"Kau tidur sangat lelap hingga aku tidak tega untuk membangunkanmu tadi."
"Entah sejak kapan aku bisa tertidur dengan lelap tanpa bantuan obat," ucap Cristian membuat Cinta menghentikan kegiatannya menyiapkan sarapan untuk Cristian.
Di tangannya ada roti baru saja di panggang dia lalu mengolesinya dengan cream alpukat di berikannya sayuran lalu telor ceplok dan cream alpukat lagi setelah itu dia tutup dengan roti panggang yang lain.
"Maaf! Aku pikir ... ." Terdiam. "Kau sudah hidup bahagia bersama kakak."
"Kau selalu berpikir dan melakukan tindakan tanpa bertanya terlebih dahulu," ungkap Cristian.
"Setidaknya hingga aku yakin kau tidak akan lari ku," jawab Cristian.
"Karena takdirmu adalah mencintaiku," kata mereka bersamaan. Mereka lalu tertawa.
"Kau selalu mengatakan itu dalam setiap kesempatan hingga aku selalu mengingatnya," imbuh Cinta.
__ADS_1
Cinta melihat ada cream di bibir Cristian dia lalu berjinjit dan menyesapnya sedikit. Entah darimana keberanian itu berasal, dia hanya meniru adegan itu dari film romansa yang selalu dia lihat dan dia membayangkannya melakukan hal ini pada Cristian.
Cristian terkejut melihat keberanian Cinta kini. Dia terlihat lebih aktif dari terakhir kali kebersamaan mereka. Pikiran buruk hinggap di hatinya. Apakah Cinta pernah melakukan itu pada pria lain?
Cinta menautkan kedua alisnya tatkala melihat Cristian diam membeku di tempatnya. Apakah Cristian tidak menyukai perhatian kecil itu?
"Mom aku ingin mandi!" ucap Calesta yang baru saja datang masuk ke dapur.
"Okey, Mommie akan memandikanmu!" kata Cinta sembari mengusap rambut Calesta.
"Di mana Maria, Cinta?" tanya Cristian sebelum Cinta keluar dari dapur.
"Dia tadi pergi pagi sekali karena hari ini hari pertamanya magang di perusahaan apa ... akh! Aku tidak mengingatnya,'' terang Cinta.
"Mengapa dia tidak memberitahuku jika hari ini mulai magang? Aku bisa mengantarnya," kata Cristian membuat Cinta tidak senang.
Cinta berjalan sembari memikirkan perkataan Cristian. Dia sempat mendengar pembicaraan Cristian dan Erick tentang perjodohan antara Cristian dan Maria.
__ADS_1
Hatinya menjadi ragu jika Cristian masih mencintainya atau tidak. Di sisi lain Cristian terlihat merindukannya tapi dia selalu mengatakan jika dia membencinya. Apakah pria itu ingin balas dendam dengan mempermainkan perasaannya!
Cinta galau dengan hatinya sendiri. Mungkin ini saatnya jika dia harus memperjuangkan cintanya. Dia tidak boleh menyerah. Batin wanita itu.