Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Lamaran Ardi


__ADS_3

"Sebabnya adalah aku mencintainya dengan ketulusan hatiku dan kau malah menjadikannya hanya sebagai pemuas nafsumu," sulut Ardi yang berakhir dengan bogeman keras dari Cristian di wajah Ardi. Darah keluar dari mulut Ardi seketika.


"Aku tidak melakukannya hanya karena ***** semata!" teriak Cristian tidak terima.


"Itu kenyataannya! Aku mencintai Cinta oleh karena itu aku selalu menjaga kehormatannya dan kau malah menghancurkan kehormatannya yang membuat semua masalah ini ada. Dan di sini kau yang bersalah!" tunjuk Ardi.


Merasa tidak terima perkataan Ardi, Cristian memukul pria itu lagi. Ardi menangkis namun Cristian yang lebih ahli menendang perut Ardi dengan lututnya keras. Lalu mendorong pria itu ke tanah. Ardi bangkit.


"Kenapa kau cemburu? Kau sakit hati ketika tahu bahwa cinta menyerahkan dirinya padaku ketimbang dirimu?"


Ardi meludahkan darah dari mulutnya dan bangkit lagi.


"Itu langkah seorang pengecut yang berusaha membuktikan dirinya dengan menjadikan seorang wanita sebagai miliknya tanpa pernikahan lebih dahulu." Ucapan Ardi menampar hati Cristian.


"Kau bangga dengan penyerahan Cinta namun kau gagal menjadikannya istri karena sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan. Di sinilah aku yang menjadi pemenangnya. Dan kau hanya bisa menjadi pecundang yang mempermainkan wanita, cari saja wanita-wanita lain yang bisa kau tiduri namun Cinta mulai detik ini akan selalu ku lindungi. Kau tidak pantas untuknya!" kata Ardi.


"Aku akan menggagalkan pernikahan kalian nanti!" Tunjuk Cristian di dada Ardi.


"Kau belum mengenalnya Cristian, kau belum tahu bagaimana keras kepalanya dia jika menginginkan sesuatu. Kau tidak akan bisa meruntuhkan tembok yang dia buat untukmu," kata Ardi tajam.


Cristian tersenyum memalingkan wajahnya, lalu dengan cepat membalik lagi dan memukul kembali Ardi. Kali ini Ardi mencoba melawan sehingga ada pergumulan sengit antara keduanya.


Setelah puas melampiaskan emosi masing-masing dan lelah mereka berdua berbaring sembari memegang lukanya.


"Ini sangat menyakitkan dan kita menjadi korban cinta seorang wanita," kata Cristian.


"Dia juga berat melakukan semua ini. Kau bisa memenangkan hatinya tapi permasalahan ini terlalu rumit baginya. Sehingga kau harus belajar melupakannya. Itu saran dariku," kata Ardi.


"Memang apa permasalahan yang dia alami sehingga Cinta bersikeras meninggalkan aku?"


"Kau cari saja akar permasalahan itu. Aku hanya bertindak sebagai sahabat yang akan selalu mendukung apapun yang dia inginkan. Walau aku harus melawanmu dan dunia, akan kulakukan!" Ardi bangkit dan meninggalkan Cristian sendiri.


"Cinta takdirmu adalah mencintaiku, tidakkah kau lelah berusaha lari dariku," gumam Cristian.

__ADS_1


Ardi segera ke ruangan HRD menyerahkan surat pengunduran dirinya setelah itu dia mengambil barang-barangnya untuk dibawa pulang ke rumah.


Cristian mendekati Ardi yang berada dalam ruangannya.


"Aku dengar kau telah mengajukan surat pengunduran dirimu?" tanya pria itu.


"Aku hanya tidak kau statusku sebagai karyawanmu akan menghalangi jalan yang akan kubuat nantinya."


"Apa yang kau rencanakan dengan Cinta?" tanya Cristian penuh selidik.


"Nanti malam aku dan keluargaku akan melamarnya. Mungkin acara pernikahan ku akan berbarengan dengan acara pernikahanmu. Itu rencana Pak Setiawan sendiri," ucap Ardi hendak keluar dari ruangannya.


Cristian mengepalkan tangannya kuat. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ujarnya.


"Coba saja kau katakan ini pada Cinta. Kita lihat apa kau bisa meyakinkannya atau tidak," Ardi meninggalkan Cristian sendiri dalam pikirannya.


Acara lamaran memang benar-benar dilakukan pada malam itu. Semua orang terkejut dengan kehadiran Ardi dengan wajah lebam lebam bekas pukulan seseeorang. Namun pria itu tetap tersenyum cerah seolah tidak ada apapun yang terjadi.


"Kenapa mukamu, Ardi?" tanya Setiawan heran.


''Preman, menyerang! Lalu bagaimana keadaan Cristian?" tanya Bella cemas.


"Dia baik-baik saja hanya penampilannya saja yang kacau. Mungkin sebentar lagi dia akan kemari menyaksikan acara lamaran ini," ucap Ardi tenang tidak terlihat mencurigakan sama sekali. Cinta sendiri takut mengatakan apapun yang akan memancing kecurigaan mereka semua. Dia berusaha untuk tetap cuek, tetapi jauh di dalam hatinya dia bertanya bagaimana keadaan pria itu saat ini.


Dan benar saja Cristian datang membawa ibunya datang. Aura pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Ada acara apa ini?" tanya Aura yang melihat keluarga Ardi yang sedang duduk di sofa panjang.


"Tante!" sapa Bella langsung bangkit dari duduknya dan mendekati Aura memeluk ibu Cristian dan memeluknya. Matanya terlihat berbinar-binar. "Kebetulan sekali tante, ada acara lamaran Cinta."


"Oh ya! Kalau begitu selamat Cinta, sebentar lagi kau akan segera menikah mengikuti jejak Cristian," ucap Aura mendekati Cinta dan memeluknya.


"Terima kasih tante," balas Cinta canggung. Tubuhnya membeku dalam pelukan Aura.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu, apakah kau sehat?'' tanya Aura.


"Sehat tante," Cinta menundukkan pandangannya.


"Syukurlah, aku berharap keadaanmu selalu baik-baik saja." Nada bicara Aura terlihat tulus.


Riska melihat tidak senang atas perlakuan Aura yang terlihat lebih memperhatikan Cinta daripada anaknya.


Bella tersenyum kecut memandang semua ini. Bagaimanapun ada sedikit rasa iri mengapa Aura terlihat lebih memperhatikan Cinta dari pada dirinya.


"Tante silahkan duduk, itu Ardi calon suamiku dan mereka adalah ayah dan ibu Ardi." Cinta memperkenalkan ayah dan ibu Ardi yang hanya memakai stelan batik biasa.


"Pria itu bukan apa-apanya dibanding Cristian. Tapi mengapa Cinta menolak Cristian dan memilih pria itu?" pikir Aura.


"Kebetulan Jeng Aura datang kemari bisa menyaksikan acara pertunangan ini. Haduh bagaimana ya, kalau cinta memang tidak memandang status. Cinta dan Ardi memang sudah dekat dari kecil seiring berjalannya waktu timbul benih-benih Cinta antar keduanya sehingga mereka memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat ini. Sangat romantis bukan." terang Riska. Cinta menarik paksa sudut bibirnya untuk tersenyum.


"Orang yang mendapatkan Cinta pasti sangat beruntung, benar 'kan Cristian?" kata Aura.


Cristian hanya bisa memandang Cinta tanpa mengucap apapun. Bella menatap keduanya bergantian. Riska memalingkan wajahnya tidak senang.


"Kau benar Bu Aura, aku sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Cinta," kata Ardi mengatasi kecanggungan itu.


Cristian menatap tajam pada Ardi.


"Aku yang beruntung karena mendapat calon menantu yang baik seperti kalian berdua. Aku harap pernikahan ini akan dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana calon besan apa kalian setuju?," ucap Setiawan.


"Kami tidak masalah sepanjang ada cinta diantara mereka. Menikah tanpa Cinta itu akan menyakiti keduanya," Aura memandang tajam pada Cinta lalu tersenyum pada Setiawan dan Riska.


Mendengar perkataan Aura, Cinta tambah menundukkan kepalanya. Sebisa mungkin dia berusaha agar matanya tidak mengeluarkan tetes-tetes air. Dadanya terasa sesak dan panas dari tadi. Dia menautkan jari-jarinya dengan tidak tenang.


"Kami juga tidak masalah Tuan dan Nyonya," jawab ayah dan ibu Ardi bersamaan.


"Aku juga ingin melihat Cinta menikah terlebih dahulu." suara Cristian membuat semua orang mengangkatkan kepalanya terkejut.

__ADS_1


"Kenapa kalian semua memandangku seperti itu? Aku hanya ingin melihatnya bahagia saja." Cristian memandang sendu pada Cinta.


__ADS_2