
"Jaga dirimu baik-baik di sana karena kali ini kau hidup tanpa aku," kata Ardi memeluk Cinta.
"Aku sangat menyayangimu," ucap Cinta Ardi mengecup dahi Cinta sebelum cinta masuk untuk melakukan Check in.
Satu orang mengambil gambar mereka berdua dan mengirimkannya pada seseorang.
Cristian membanting hapenya tatkala melihat ada foto Cinta bersama Ardi yang sedang berpelukan mesra dan foto lain yang memperlihatkan Ardi sedang mencium kening Cinta.
Tidak lama pintu ruang kerjanya di ketuk oleh seseorang.
"Masuk," teriak Cristian.
"Tuan Nona Calesta tidak mau makan. Dia berdi keras ingin pulang kembali pada ibunya. Dia bahkan hendak keluar dari rumah ini." terang pelayan tersebut.
"Sekarang di mana dia?" tanya christian.
"Nona Calesta ada di depan pagar Tuhan dia berteriak histeris ingin agar pagar itu segera dibuka dan dia bisa pergi dari rumah ini," jawab pelayan itu.
Bagas segera berlari menuju keluar rumahnya dia lantas menuju ke arah kalesta yang sedang menangis histeris."
"Papa .... Aku ingin pulang ke rumah Mommie, Jangan halangi aku Pah!"
"lovebird akan membiarkanmu pergi sedang menuju kemari bersabarlah!" ujar christian.
__ADS_1
"Benarkah itu, Pa!" kata Calesta.
"Papa tidak berbohong bersabarlah!" christian memeluk erat tubuh Calesta.
"Aku ingin cepat-cepat bertemu Mommi. Aku tidak bisa hidup tanpa , Pa!" kata Calesta.
"Papa paham, Sayang,"
Malam harinya Cinta sudah tiba di Jakarta di langsung memesan taksi dan menuju ke kediaman Cristian.
Ketika dia telah sampai ke rumah Cristian. Rumah itu terlihat ramai seperti ada pesta besar-besaran semua orang tertawa gembira.
Hati cinta sakit melihatnya, mereka pasti merayakan kedatangan Calista dan mereka berupaya membuat Calesta melupakannya.
"Mau kemana Mona?" tegur salah seorang Satpam.
"Aku ingin menemui Tuanmu!" jawab Cinta ketus.
"Tuhan hari ini sedang ada pesta besar-besaran. apakah anda sudah punya janji dengan beliau?" tanya satpam itu lagi.
"A-Aku akan menunggu pestanya selesai, setelah itu panggil dia untuk menemuiku!"
"Memang ada urusan apa nona datang kemari!"tanya Satpam itu curiga jika ada orang asing masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"tuhanmu pasti tahu siapa aku dan dia pasti mau menemuiku. Cukup katakan saja jika Cinta datang. dia pasti akan langsung menemuiku,"
Sudah 3 jam cinta duduk di luar pagar dia menunggu sang pemilik rumah. namun pemilik rumah itu kelihatannya enggan untuk menemuinya, jadi dia menyabarkan diri untuk duduk di depan pintu gerbang walaupun udara terasa dingin menusuk kulitnya tapi dia tetap bertahan.
Akhirnya penantian yang tidak sia-sia nampak sebuah bayangan mendekat Dia memakai baju jas lengkap hanya saja raut wajahnya tertutup oleh gelapnya penerangan yang ada.
Cinta berdiri untuk menyambut kedatangan christian dia sudah mempersiapkan hati dan kata-kata yang tepat untuk berbicara dengan pria itu.
"Christian! Di mana Calesta! Aku ingin menemuinya!'' seru cinta penuh amarah dan kekesalan.
"Calesta siapa dia aku tak mengerti mengenalnya dan siapa christian?" jawab suara.
Cinta memundurkan langkah kakinya ketika melihat siapa yang ada di hadapannya. pria tinggi besar yang sangat tampan mungkin usianya beberapa tahun di atasnya.
"Maaf aku salah orang!" kata Cinta malu.
"Tidak apa-apa hanya saja kau menanyakan christian, apakah yang kau masih dia adalah Christian Slim pemilik lama rumah ini?"
"Ya, Dia yang aku maksud," jawab Cinta.
"Oh, dia sudah lama tidak tinggal di sini. Rumah ini sudah 5 tahun yang lalu darinya dengan harga yang murah. Mungkin karena kami sahabat baik jadi dia memberikan diskon yang besar untukku!"
"Kalau boleh tahu siapa namamu dan apa hubunganmu dengan Christian?"
__ADS_1