Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Permintaan Maafku


__ADS_3

Mereka lalu terdiam ketika melihat Maria masuk dengan membawa baki berisi dua cangkir teh herbal. Dengan sopan dia memberikannya pada dua orang itu.


Alehandro lalu menarik tangan Maria untuk duduk di sebelahnya.


''Apa kau tahu siapa dia Maria?" tanya Alehandro. Maria lalu mengamati pria tua dihadapannya. Seketika dia menggelengkan kepalanya.


"Aku sangat yakin tidak mengenalnya. Tidak mungkin bagiku bertemu dengan orang sebesar beliau lalu melupakannya, kecuali saat aku masih kecil dan tidak bisa mengingatnya," ujar Maria tersenyum canggung.


"Apa ayahmu tidak pernah memberitahu lewat foto atau apa siapa dia?" desak Alehandro.


"Tunggu dulu, sebenarnya ada apa?" tanya Maria curiga.


"Maria, kita memang belum pernah bertemu sebelumnya tetapi beberapa tahun ini aku sedang mencari keberadaanmu," kata Putra Tanjung.


Maria menyatukan kedua alisnya dan dua garis di keningnya mulai terlihat jelas. Dia melihat ke arah suaminya yang duduk bersandar di kursi dengan tangan di sandarkan di atas sandaran kursi belakang tubuh Maria.


"Kenapa?" tanya Maria berdegub kencang. Dia takut jika pria itu ada hubungannya dengan keluarga ibunya. Intuisinya mulai buruk.


"Karena kau adalah cucuku, anak dari Natalia," jawab Putra Tanjung berharap Maria akan senang dan antusias mendengarnya.

__ADS_1


Maria mengangkat satu sudut bibirnya ke atas, tersenyum sinis.


"Sejak kapa kau menyadari aku adalah cucumu," Putra Tanjung terperangah mendengar jawaban Maria.


"Atau lebih tepatnya sejak kapan kau mulai membutuhkanku sebagai cucumu?" tanya Maria.


"Aku tahu orang seperti Anda tidak akan datang kemari dan mengakui aku sebagai cucumu jika kau sendiri tidak mempunyai maksud tertentu," cecar Maria.


"Jika kau merasa aku akan merasa terhormat menjadi seorang cucu Putra Tanjung kau salah."


"Aku Maria anak Dicky seorang sopir pribadi bukan seorang bangsawan atau hartawan. Jadi status ayahku saya kira akan mempermalukan. Jadi sebaiknya Anda menutup kenyataan bahwa saya adalah cucu Anda karena kalimat itu terasa menggelikan di telinga saya!"


Maria menghela nafas panjang, tangan Alehandro kini meremas tangannya memberi kekuatan. Maria lalu melihat ke arah Alehandro. Alehandro menganggukkan kepalanya memberi dukungan pada Maria apapun keputusannya.


"Di mana perempuan yang mengaku sebagai ibuku itu?" tanya Maria.


"Natalia memang ibumu, dia ada di rumah mengharapkan kau hadir untuk menemui dann memaafkannya!" ujar Putra Tanjung.


Maria membasahi bibirnya yang terasa kering, lalu menelan Salivanya dalam-dalam, serta menarik nafas dalam.

__ADS_1


"Apakah dia juga merasa menyesal telah menelantarkan aku semenjak aku masih kecil terlalu kecil hingga wajahnya pun tidak pernah kuingat," kata Maria.


Putra Tanjung terdiam. Wajahnya memucat seketika.


"Apakah alasan wanita itu meninggalkan putrinya yang masih balita?" tanya Maria lagi.


Putra Tanjung terdiam. Putrinya pergi karena dia tidak tahan hidup susah dengan Dicky. Dia memang yang membuat sulit hidup Dicky sehingga sulit untuk mencari pekerjaan dan uang. Alasan itu yang akhirnya membuat satu-satunya putrinya kembali ke rumah, meninggalkan suami dan anaknya.


"Kau tidak bisa jawab Tuan Putra Tanjung, dia meninggalkan aku karena tidak tahan hidup miskin. Kemana kau pada saat itu apakah kau mengingatku sebagai cucumu? Tidak!" seru Maria.


"Aku tahu banyak kesalahan yang telah kuperbuat tetapi sebelum aku menghembuskan nafas terakhir aku berharap aku bisa meminta maaf atas semua kesalahanku itu. Kau adalah satu-satunya cucuku dan kau adalah satu-satunya ahli waris yang ku miliki karena..."


"Tidak semua kesalahan bisa dimaafkan. Karen kau sepanjang hidup ayahku menjadi menderita karena kau hidupku penuh dengan kegelapan dan karena kau aku menjadi membenci ibuku, jadi semuanya karena keangkuhan dan kesombonganmu," ujar Maria berapi-api


"Bukankah aku sudah memainta maaf padamu,"


"Kau datang bukan menjadi seorang kakek yang menyayangi cucunya! Kau meminta maaf bukan karena penyesalan tetapi kau melakukan semua ini karena keserakahan mu," Maria tertawa sinis.


"Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu? Atas dasar apa?"

__ADS_1


"Jika kau memang kakekku, kau akan datang karena rasa cintamu bukan karena membutuhkanku sebagai ahli waris mu!" ucap Maria lalu menyeka air matanya dan meninggalkan tempat itu. Dadanya terasa panas dan sesak karena api kemarahan yang terpendam selama ini akhirnya meledak juga.


__ADS_2