Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Dia Hamil


__ADS_3

"Lalu mengapa kau menangis di kamar sendirian kemarin? Jika mereka keluarga yang menyayangimu mereka pasti tahu kesedihanmu dan mereka akan memelukmu."


Cinta terkejut dengan ucapan Aura yang seperti menikam hatinya kembali. Sekuat tenaga dia menahan dirinya agar tidak mengeluarkan air mata barang setetes pun.


"Atau mereka bukan keluargamu Cinta?" tanya Aura membuat Cinta naik pitam.


"Atas dasar apa Tante berkata seperti itu?"


Aura mengambil cangkir teh miliknya.


"Aku orang yang baru berinteraksi dengan keluarga kalian. Tapi aku bisa melihat jelas bagaimana perlakuan mereka padamu. Bella terlihat lebih berharga di mata mereka dibanding dirimu. Betulkan apa yang aku katakan!" Aura menyesap tehnya.


Wajah Cinta nampak pias setelah mendengar jawaba Aura. Dia menelan salivanya dalam-dalam. Aura lalu menatap wajahnya.


"Raut wajahmu sudah cukup menjawab pertanyaanku," lanjutnya.


"A-aku anak dari keluarga itu," ucap Cinta gugup.


"Jika kau memang anak mereka, kau akan lebih memilih menceritakan kehamilanmu pada mereka ketimbang menggugurkannya karena mereka pasti akan mengerti walau sedikit marah padamu," ungkap Aura.


Perkataan Aura menyudutkan Cinta hingga dia bingung untuk mengatakan apa. Matanya sudah memanas dari tadi. Perutnya tegang dan terasa mengencang seiring rasa takut jika rahasia keluarga ini akan terungkap keluar. Tidak dia adalah putri dari keluarga itu dan dia tidak akan membiarkan orang berfikir buruk tentang keluarganya.


"Aku mencintai Ardi karena itu aku tidak mau anak itu jadi penghalang hubungan kami," balas Cinta, bangkit berdiri.


"Duduklah dulu Cinta aku belum selesai," kata Aura tenang.


"Ku kira obrolan ini hanya membuang-buang waktu saja. Pekerjaanku sangat banyak di rumah, mereka pasti sudah mencariku untuk melakukan acara siraman nanti." Cinta mengambil handphone yang dia letakkan di meja. Perutnya melilit dan sangat sakit. Keringat dingin mulai membasahi dahinya.


"Aku harus keluar dari rumah ini secepatnya" pikir Cinta.


"Aku mau pulang dulu, Tante. Maaf jika aku berlaku tidak sopan."


"Cinta aku bilang duduk. Aku perlu bicara masalah penting denganmu! Jika tidak Cristian tidak akan datang besok!" ancam Aura. Cinta menghentikan langkahnya. Pikirannya semakin tegang, tidak karuan dan hal itu malah memancing rasa kencang di perutnya. Akhirnya dia memegang perutnya dan terhuyung ke belakang.


Cinta mengigit bibirnya dan merintih. "Aww... ."


Aura terkejut langsung berdiri merengkuh tubuh Cinta.

__ADS_1


"Cinta ... cinta ... kau kenapa?" tanya Aura panik.


Namun pandangan Cinta lama-lama telah pudar, sesaat dia melihat bayangan Cristian yang mendekat ke arahnya lalu tiba-tiba semuanya gelap.


Cristian langsung keluar ketika mendengar teriakan ibunya. Dia melihat tubuh Cinta sudah tergeletak lemah dipangku oleh Aura. Ibunya terlihat sangat panik.


"Kenapa Mom?" tanya Cristian.


"Aku tidak tahu cepat bawa dia ke kamarmu," perintah Aura.


Cristian segera mengangkat tubuh Cinta dan membawanya ke kamar. Dia meletakkan pelan tubuh Cinta. Sejenak dia melihat perut Cinta. Apakah Cinta membohonginya? pikir Cristian.


"Panggil Mike!" seru Aura. Dia mengambil kayu putih untuk membangunkan Cinta. Namun cara itu tidak berhasil.


Cristian segera memanggil Mike untuk datang. Setengah jam kemudian Mike datang. Dia berlari cepat menuju kamar Cristian setelah di kabari semua yang terjadi.


"Mengapa kau baru sampai!" ucap Cristian dengan raut muka kesal.


"Jalanan ibukota itu padat dan jarak dari rumah sakit kemari itu jauh. Aku harus melajukan kendaraan dengan kecepatan penuh agar lekas sampai kemari," jawab Mike sembari meletakkan tas dokter di atas meja.


"Tekanan darahnya sangat rendah hanya 80/60mmHg. Ini sangat buruk, mungkin dia sedang tertekan atau banyak pikiran. Terlihat dari lingkaran hitam di matanya."


Mike mulai memeriksa detak jantung Cinta dan perutnya.


"Perutnya kosong dan sangat kencang, ini tidak baik untuk kehamilannya," ujar Mike menekan perut Cinta. Mendengar hal itu Cristian mencekal kerah Mike.


"Kau bilang apa? Dia hamil?" tanya Cristian dengan mata yang sudah merebak dan berembun. Dadanya seperti ingin meledak mendengar perkataan Mike.


"Kau itu aneh, bukankah kau sudah tahu hal ini dari awal kalau dia sedang hamil," ujar Mike.


Satu tetes air mata jatuh dari mata Cristian. "Kau tidak bohong!" lanjutnya dengan suara gemetar.


"Ada apa denganmu Cristian? Untuk apa aku membohongi dirimu! Jelas-jelas dia sedang hamil tapi perutnya terasa sangat kencang jika ini terus berlanjut dia bisa keguguran nantinya."


Tangis Cristian pecah dia mendekati tubuh Cinta dan mencium pipinya, menyatukan dahi mereka.


Aura yang melihat ikut meneteskan air mata dengan perasaan lega. Ternyata kecurigaannya memang benar adanya. Instingnya sebagi seorang wanita tidak salah.

__ADS_1


"Kenapa kau lakukan ini semua, apa sebabnya katakan padaku, aku akan mendengarkanmu, jangan kau buat aku jadi gila karenamu!" tangis Cristian menangkup wajah Cinta. Aura memeluk bahu Mike dan tersenyum sembari mengalirkan air mata. Mike sendiri hanya bisa diam, tidak mengerti apa yang terjadi sebelum ini.


Cristian menyeka air matanya dan melihat ke arah Mike.


"Apa yang terjadi padanya mengapa dia sampai pingsan?"


"Lapar, dia belum makan apa-apa mungkin dari semalam. Kelelahan dan banyak pikiran. Tebakanku dia tidak tidur tadi malam bahkan selama berhari-hari tidurnya tidak nyenyak. Ada yang dipendam di dalam hatinya. Kesedihan akan memperburuk keadaannya, bisa-bisa dia keguguran jika tekanan yang dia terima semakin banyak. Jangan menekan atau membebaninya lagi. Kau harus membantunya menyelesaikan masalah yang dia alami."


"Dan beri dia makan yang banyak, anaknya membutuhkan itu,'' kata Mike.


"Aku akan mengikuti semua saranmu, Mike. Terima kasih banyak,"


"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi tapi dia sangat depresi dengan semua permasalahan yang dia hadapi. Dia hanya butuh sedikit jujur untuk mengungkapkan semua isi uneg-uneg di otak agar hatinya ringan dan jauh lebih baik."


Mike menerangkan semua yang harus Cristian lakukan nantinya.


Cristian menganggukkan kepalanya sembari melihat Cinta dengan seulas senyum yang hilang selama beberapa hari ini. Aura yang berada di sampingnya mengelus pundak Cristian.


Mike pamit untuk kembali ke rumah sakit setelah memberi obat untuk diminum Cinta.


Cristian memeluk tubuh ibunya.


"Terima kasih, Mom! Kau sangat membantuku kali ini. Aku kira aku telah hancur karena dikhianati oleh Cinta ternyata dia hanya membohongiku. Lalu mengapa dia melakukannya?" tanya Cristian.


"Ibu juga tidak tahu. Tapi tadi Mike mengatakan jika kita tidak boleh menekannya. Jadi kita tidak boleh memaksa Cinta untuk mengatakan apa sebabnya. Kau sendiri yang harus mencari tahu dan menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi Cinta tanpa dia sadari?" ucap Aura.


Cristian menengadahkan kepalanya tidak mengerti.


"Waktumu hanya sampai besok pagi untuk mencari tahu kebenarannya. Jika tidak ... kau harus menikahi Bella kalau tidak ingin bayi di perut Cinta keguguran karena tekanan yang dia terima nantinya."


***


Biasakan beri like pada karya setelah membacanya.


Votenya dong!


Komennya yah...

__ADS_1


__ADS_2