Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Jangan Pisahkan Aku.


__ADS_3

Kemarahannya yang telah membuncah tadi hilang seketika berganti bahagia. Gel sudah di oleskan di perut Cinta perlahan Dokter itu menekan alat ke perut Cinta. Cinta ikut melihat layar monitor itu.


Di sana nampak janin mereka sudah terbentuk.


"Dia darah dagingku, anakku?" kata Cristian melihat ke arah Cinta dan mencium dahinya.


Hati Cinta mendesir sakit.


"Usia kehamilan anda sudah memasuki minggu ke tiga belas. Selamat karena anda sudah memasuki trisemester kedua. Panjang janin anda mencapai tujuh sentimeter dari kepala hingga kakinya," terang Dokter itu.


Mata Cristian membulat melihat penampakan calon anaknya di balik layar. Dia menatap takjub.


"Bila sekarang pertumbuhan badannya lebih cepat di bandingkan dulu. Kakinya bertambah panjang, kedua tangannya pun ikut mengejar panjangnya. Kalian bisa lihat dia memasukkan ibu jarinya ke mulut dan menghisapnya," tunjuk dokter itu.


Cristian dan Cinta menganggukkan kepalanya bersamaan. Lalu mereka saling memandang.


Dokter itu lalu menerangkan hal yang boleh di lakukan dan tidak boleh dilakukan oleh Cinta.


Cristian mendengarkan dengan sangat antusias. Dia bahkan menanyakan hal-hal kecil yang bisa berbahaya buat sang ibu dan calon anaknya.


Setelah memberi mereka resep vitamin kedua orang itu keluar dari ruangan itu.


Mike masih berdiri setia menunggu ketika pintu di buka.


"Ambilkan obatnya!" kata Cristian memberikan. resepnya.


Mike memandang sebal pada Cristian. Jika di rumah sakit ini dia orang paling dihormati. Tidak dengan Cristian dia sangat berbeda. Dia tetap memandang Mike sebagai bawahannya.


"Aku ingin pulang!" kata Cinta setengah berbisik dengan muka ditekuk.


"Aku ingin pulang aku akan mengantarkan setelah kita mengambil obatmu terlebih dahulu," jawab Cristian dingin. Dia menaruh satu tangannya di saku dan tangan satunya menggandeng tangan Cinta.


Cinta sedikit malu karena dia berjalan hanya memakai kaos rumahan dan hot pants saja. Rambutnya yang panjang dia ikat asal-asalan di atas kepalanya. Sedangkan Cristian walau memakai kaos putih biasa dan celana kulit hitam tapi terlihat sangat rapih dan elegan. Rambutnya disisir acak-acakkan membuat dia terlihat tampan.


"Kau boleh memandangku puas nanti di rumah," kata Cristian narsis. Cinta menghentikan langkahnya.


"Apa maksudmu?" tanya Cinta lemas.


"Ayo!" ajak Cristian lagi tanpa mau menjawabnya.


Sesampainya di depan rumah sakit, Cinta melirik ke arah penjual jagung manis. Asap terlihat mengepul dari dagangannya. Menimbulkan aroma khas tersendiri yang membuat air liur Cinta keluar.


"Kau mau?" tanya Cristian ketika melihat Cinta memandangi pedagang itu.

__ADS_1


Cinta menganggukkan kepalanya cepat. Cristian membawa wanita itu untuk membeli jagung rebus. Wajah Cinta langsung terlihat riang ketika menerima jagung rebus dari tangan penjual.


Cristian membeli lima buah jagung dan memberikan penjual itu dua lembar kertas uang berwarna merah.


"Ini terlalu banyak Tuan!" ucap penjual itu.


"Kembaliannya untuk bapak saja," ucap Cristian sopan.


"Terima kasih banyak Tuan semoga kalian selalu diberi kebahagiaan oleh Tuhan," ucap penjual itu senang sembari mencium uangnya.


"Aku baru melihat kau berkata tidak angkuh di depan orang yang levelnya tidak sama denganmu," kata Cinta.


"Aku sedang tidak ingin bertengkar untuk saat ini, kau sudah membuatku marah tadi dan akan menerima hukumannya nanti," kata Cristian memeluk bahu Cinta dengan satu tangannya dan mencium rambutnya pelan.


"Lepaskan aku nanti ada yang melihat!" ujar Cinta memberontak. Tapi bukan Cristian jika mau kalah dari wanitanya.


"Kalau tidak ada yang melihat berarti kita bisa berbuat apa-apa?" tanya Cristian setengah tertawa.


Mike berlari menghampiri mereka. "Aku mencari kalian dari tadi rupanya kalian sudah ada di sini. Ini obat dan vitaminnya. Jangan lupa di minum!" kata Mike. Dia menyerahkannya pada Cristian.


"Kirimkan saja tagihannya kepadaku, nanti," ucap Cristian tanpa berterima kasih.


"Terima kasih, Mike!" ucap Cinta dengan tersenyum.


Cristian menendang udara karena kesal dengan kata-kata Mike tadi. Cinta malah tertawa dan membuat Cristian terpana.


"Kau cantik bila sedang tertawa," ungkap Cristian.


Cinta hanya menggerakkan hidungnya dan tersenyum. Cristian kembali membawa Cinta ke mobilnya.


Sesampainya di mobil Cinta langsung membuka bungkusan jagung tadi dan memakannya.


Cristian lalu menjalankan mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya.


Dua bonggol jagung telah habis tidak bersisa dan dia masih menimang jagung ketiganya. Lalu memakannya lagi. Melihat Cinta yang makan dengan rakus Cristian mengernyitkan dahinya. Cinta sempat melihat ekspresi Cristian itu.


"Kau mau?" tawar Cinta.


"Aku tidak pernah memakan itu?" ungkap Cristian.


"Ini enak!"


"Sungguh! Kalau begitu biarkan aku mencobaanya?" ucap Cristian.

__ADS_1


Cinta menyerahkan plastik yang berisi jagung lain pada Cristian. Namun Cristian menggekengkan kepalanya.


"Aku sedang menyetir."


Cinta lalu menyerahkan jagung miliknya dan Cristian menggigitnya.


"Manis dan enak," kata Cristian.


Cinta lalu memegangi jagung itu hingga Cristian menghabiskannya. Bonggol jagung itu di kumpulkan di tas plastik tadi. Wanita itu melihat kotoran di sekitar mulut Cristian.


Cinta mengambil tissu dan mengelap bekasnya. Sejenak manik mata mereka bertemu. Dengan cepat Cristian mengecup bibir merah Cinta.


"Kau," ucap Cinta manyun namun Cristian hanya tertawa saja. Wanita itu kembali duduk melihat jalanan ibukota yang padat merayap.


"Ini bukan jalanan ke rumah Cristian!" ujar Cinta.


"Ini jalan menuju rumah kita," jawab Cristian.


"Kembalikan aku ke rumahku,'' ucap Cinta lagi.


"Tidak! Untuk kali ini jangan memancing kemarahanku lagi, aku sudah sangat bersabar," ujar Cristian.


Cinta hanya bisa diam. Dia tidak ingin Cristian mengemudi dengan ugal-ugalan seperti tadi.


Bagaimana dia akan menjawab pertanyaan orang rumah nanti? Pikir Cinta.


Memikirkan semua orang membuat Cinta lelah dan tertidur di mobil. Kehamilan ini membuatnya sering mengantuk dan tidur.


Cristian mengelus lembut rambut Cinta. "Takdirmu adalah mencintaiku Cinta. Sampai kapan kau akan terus berlari dan menolak cintaku ini."


Sesampainya di rumah Cristian, pria itu langsung menggendong dan membawa Cinta naik ke kamar lalu membaringkannya di kasur besar. Dia menyelimuti Cinta dan membuka kaos lalu ikut berbaring di sisinya.


Suasana yang damai dan tenang itu membuatnya ikut tertidur di sisi Cinta. Mereka terlelap ke dalam mimpi masing-masing.


Cinta terbangun ketika merasakan sebuah benda berat dan hanya menyusup ke dalam bajunya. Mengusap perut Cinta pelan.


Dia membuka matanya dan terkejut melihat Cristian yang sedang tertidur di sampingnya. Cinta bergerak untuk menyingkirkan tangan itu dari perutnya. Namun tangan itu memeluknya erat.


"Jangan pisahkan aku dari anakku Cinta. Biarkan dia selalu bersama ayahnya," ucap Cristian tanpa mau membuka matanya.


***


Bantu aku dengan memberikan " Like " itu menunjang popularitas novel ini.

__ADS_1


Votenya bagi kalian yang mendukung karya ini agar tetap maju ke depan.


__ADS_2