Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Nasihat Pria


__ADS_3

"Itulah yang kutakutkan," jawab David lesu.


"Kukira kau pria tangguh tapi kau lembek seperti perempuan!" seru Cristian yang tiba-tiba saja datang.


"Kau pulang, Sayang?" Cinta berdiri menyambut kedatangan suaminya.


"Ternyata aku datang di saat yang tepat. Hatiku terasa tidak enak memikirkanmu dan ternyata kau duduk bersama seorang pria," ucap Cristian. Cinta mencubit perutnya dengan keras.


"Kau kira kami sedang main-main di belakangmu!" geram Cinta.


"Ampun, Sayang sakit!" seru Cristian. "Aku hanya tidak suka jika milikku ada yang memandangnya," kata Cristian mengerling nakal. Tangannya meraih pinggang Cinta dan mengecup pipinya.


David memutar bola matanya panas. Cristian yang keras, kaku dan arrogant ternyata pandai merayu di depan istrinya. Mereka terlihat serasi.


"Kenapa bro!" tanya Cristian duduk di single sofa. Kakinya direnggangkan dan dua tangannya di letakkan di pegangan sofa. Cinta ke belakang untuk menyiapkan minuman untuk suaminya. David kagum terhadap cara Riska mendidik putri-putrinya sehingga bisa melayani suaminya dengan baik. Sebersit kerinduan hadir di relung hati terdalam David. Dia rindu kopi buatan istrinya.


"Aku meminta bantuan Cinta untuk mendekati Bella," kata David.


"Dia sudah bercerita padaku sebelumnya. Tapi kau memang keterlaluan membuat Bella menjadi istri keduamu. Dia tidak layak mendapat penghinaan seperti itu. Dia terllau baik untuk kau lukai, jika aku tidak mengenalmu dengan baik aku akan memukul dan menendangmu keluar jauh dari rumah ini," kata Cristian marah. Dia adalah mantan Bella sudah barang tentu dia tahu bagaimana Bella dan karakternya.


"Lalu aku harus bagaimana, aku tidak ingin kehilangannya?" tanya David.


"Selesaikan dulu masalahmu dengan Sofi baru kau mendatanginya. Jadilah pria sejati yang hanya mempunyai satu pasangan saja!" terang Cristian. "Satu yang mencintaimu itu lebih baik dari pada seribu wanita yang hanya untuk memuaskanmu saja."


"Bella lebih dari segalanya untukku!" jawab David.


"Wanita itu peka, dia akan melihat cara kita untuk membuktikan cinta dari pada hanya sekedar kata-kata. Jadilah ksatria yang selalu bersedia berkorban demi ratu mereka. Bukan jadi raja yang hanya minta untuk dilayani. Karena raja yang hebat adalah seorang ksatria yang tangguh yang akan berjuang untuk keluarga dan orang sekitarnya."


Cinta lalu datang membawakan kopi untuk Cristian. Dia lalu masuk ke dalam rumah lagi membiarkan pria-pria itu berbicara.


"Lalu apa yang harus kulakukan?"


"Buatlah jalan yang mudah untuk dilalui Bella menuju ke arahmu singkirkan semua penghalang itu entah bagaimana pun caranya. Kau harus selalu siap sedia ketika dia membutuhkanmu. Kau harus selalu bisa membelanya di setiap kesempatan karena itu dia merasa dihargai. Kau juga harus bisa jadi perisai hidupnya. Serahkan jiwamu seutuhnya pada Bella maka dia bisa merasakannya." Cristian lalu mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah David, "Paksa dia untuk selalu berada di dekatmu agar dia tidak punya pikiran untuk lari kemana lagi."


"Lalu bagaimana caraku melakukannya!"


"Itu masalahmu, Bro!"


"Karena itu kau memaksanya untuk tinggal denganmu du ... Aww ... ," pekik David ketika tulang keringnya di tendang keras oleh Cristian.

__ADS_1


"Ya seperti itulah caraku menunjukkan siapa aku. Tapi masing-masing orang punya karakter sendiri kau lakukan apa yang seharusnya dilakukan suami pada istrinya. Hanya itu saranku!" Cristian lalu menyruput kopinya.


"Pulang ke rumah, melihat istri yang tersenyum dan di beri kopi panas Itu adalah suatu kenikmatan tiada tara. Seperti mendapatkan surga setelah pulang dari Medan pertempuran."


Mereka lalu berbincang mengenai bisnis dan lain-lain.


***


Malam harinya Bella yang sedang untuk membersihkan wajah di depan meja riasnya dikejutkan oleh suara orang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk saja Bu," ucap Bella.


Pintu terbuka dan dia terkejut melihat David ada di pantulan kaca.


Dia lalu berdiri dan membalikkan tubuhnya seketika.


"Ka-kau mengapa kau ada di sini?"


"Untuk menjemputmu pulang ke rumah. Sudah terlalu lama kau pergi kini waktunya kau kembali lagi pulang ke rumah kita," kata David.


"Rumahku di sini dan kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi," jawab Bella.


"Kau masih istri sahku!" jawab David semakin maju.


"Aku sudah mengajukan pembatalan nikah," jawab Bella.


"Itu tidak kuterima," jawab David. Terlihat bayangan gelap di sebagian wajahnya yang membuat wajah David terlihat garang dan tegas.


"Aku akan mengajukan perceraian," jawab Bella. Dia menahan nafasnya agar aroma parfum David tidak tercium olehnya yang bisa mempermainkan hatinya nanti. Dia meyakinkan diri jika dia membenci pria itu.


"Kau mau ikut dengan baik-baik atau aku harus menculikmu!" tanya David.


"Ibu, Ayah, penjaga!" teriak Bella memanggil semua orang.


"Mereka semua telah tidur nyenyak!"


"Kau ... aku membencimu ... ," seru Bella marah.


David sudah tidak sabar lagi dia langsung menggendong tubuh Bella meletakkannya di bahu pria itu dan pergi dari kamarnya.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Bella memukul pria itu dan memberontak tapi satu pukulan keras ke pantatnya membuat Bella terkejut dan terdiam.


David melewati pintu kamar dan di luar sudah ada beberapa orang yang menunggunya.


"Di mana Ayah dan Ibu, Ayah, Ibu!" tapi teriakannya berhenti ketika melihat ayah dan ibunya hanya terdiam menatapnya di bawa pergi oleh Cristian tanpa berbuat sesuatu. Ayahnya bahkan memalingkan muka tidak ingin melihat kejadian itu.


Riska menghapus air matanya tanpa bisa berbuat apapun. Seseorang pengacara di hadapannya menerangkan jika David berhak membawa istrinya pulang ke rumah.


"Ayah, Ibu mertua aku akan membawa pulang istriku dulu. Maaf hanya cara ini yang bisa kulakukan untuk membawanya kembali kepadaku. Kali ini aku berjanji akan menjaganya dengan baik," pamit David sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan tamu itu.


"Aku tidak ingin ikut! Lepaskan!" berontak Bella di atas bahu David.


David membawa Bella masuk ke mobilnya. Dia mendorong wanita itu masuk ke dalam.


Bella berusaha membuka pintu mobil samping tapi nihil.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan!" teriak Bella ketika David sudah duduk di sampingnya dan menutup pintu.


"Seharusnya aku melakukan ini dari dulu padamu!" jawab David sembari memegang dagu Bella. Bella memalingkan wajahnya sengit.


"Pak jalan!" kata David pada sopir. Mobil mulai keluar dari kediaman Setiawan.


"Tidak bisakah kau membiarkan aku hidup sendiri dan tenang!" ucap Bella dengan mata yang basah.


"Kau akan tenang dan hidup dengan nyaman bersamaku. Aku berjanji sebisa mungkin akan selalu membahagiakanmu," jawab David mengerlingkan matanya.


"Aku membencimu,'' seru Bella marah.


"Aku sangat mencintaimu," jawab David santai merengkuh bahu Bella. Bella melawan tapi David malah mengeratkan pelukannya. Hingga wanita itu terdiam menyerah.


"Kau menyakitiku!" Isak Bella.


"Aku yang akan menyembuhkan luka itu."


***


Vote yang belum yah... Ni bayar utang kemarin. Nanti akan aku up dua lagi sore an dan malam.


Likenya sedikit banget

__ADS_1


Komentar ya


__ADS_2