Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Takut


__ADS_3

"Ibu aku takut," tangis Cantik dalam dekapan Bella. Mereka dibawa oleh beberapa orang pria bertubuh besar ketika sedang berada di tempat perbelanjaan.


Pria itu menodongkan pistol ke tubuh Bella. Dia meminta Bella membawa Cantik dalam keadaan tenang. Setelah mereka sampai di tempat parkiran mereka langsung dibekap dan pingsan.


Bella tidak tahu ini masih siang atau sudah malam. Tidak ada penerangan, hanya ada berkas cahaya yang keluar dari celah-celah kusen di atas pintu.


Pintu ruangan itu lalu terbuka, nampak seorang pria datang. Tubuhnya yang tinggi besar terlihat menyeramkan ketika cahaya menyorotinya dari belakang tubuh. Raut wajahnya tidak terlihat jelas. Bella dan Cantik hanya melihat sebuah kantong plastik berwarna transparan berisi makanan dan botol air mineral yang berada di tangannya.


Wajah pria itu lonjong, hidung besar dan mata bulatnya menatap mereka dengan tajam. Bibirnya tebal dan ada anting anting berbentuk bundar di telinganya. Rambutnya ikal dan acak-acakan. Dahinya lebar yang terdapat garis-garis memanjang yang terlihat jelas walau dalam kegelapan sekalipun.


Dia memakai baju hitam dengan jaket lusuh berwarna senada, jins belel yang terlihat buluk.


serta sepasang sepatu sneaker murahan berwarna biru Nany dengan garis-garis berwarna putih.


"Ini untuk kalian!" ujar pria itu. Dia juga mengulurkan sebatang senter tangan pada Bella.


Bella hanya diam menatap tajam pria dihadapannya. Pelukan tangan Cantik di lengannya semakin erat.


"Ini bisa membantumu menerangi ruangan ini."

__ADS_1


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan dariku?" teriak Bella marah.


"Bos kami hanya ingin kau ada di sini saja sekarang. Ha ... ha ... ha ... ," Pria itu kembali membalikkan badan dan pergi keluar dari pintu. Pintu Kembali tertutup suasana kembali gelap gulita.


Bella dengan cepat menyalakan lampu senter itu. Dia lalu meletakkan tubuh Cantik di lantai.


Cantik keberagaman turun dalam pangkuan Bella. Ibu aku tidak mau.


"Kau harus turun agar ibu bisa menyuapimu," ujar Bella.


"Cantik haus dan lapar kan?" tanya Bella. Cantik menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu Cantik harus makan dan minum. Kita harus mengumpulkan banyak tenaga untuk melawan para penjahat itu." ujar Bella.


"Ibu juga takut sama seperti Cantik tapi Ibu tetap bertahan untuk menunggu ayah datang. Kalau kita tidak makan dan sakit, nanti ketika ayah datang Cantik tidak bisa membantu ayah dalam melawan penjahat itu. Nanti ayah akan ikut tertangkap karena kalah melawan musuh."


"Cantik akan bantu ayah melawan musuh itu," ucap Cantik penuh semangat.


"Kalau begitu kita harus mengumpulkan tenaga dulu, yah!" ajak Bella Cantik menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Itu makanan apa, Bu,'' tanya Cantik bergidik yang baru melihat bungkusan nasi dalam kertas lalu bercampur jadi satu dengan sayur. Dia lalu menutup mulutnya.


"Aku tidak mau makan itu, Ibu," tolaknya sembari menyingkirkan makanan itu menjauh.


"Sayang kita harus makan jika tidak mau sakit," bujuk Bella.


"Tapi itu merah pasti pedas dan baunya, aku tidak suka Ibu," ujar Cantik lagi.


Bella menurunkan bahunya lemas. Dia tidak tahu bagaimana memberi pengertian pada anak itu untuk bertahan hidup di saat seperti ini. Mereka tidak mungkin melawan penjahat yang tidak tahu ada berapa di luar sana.


"Aku mau minum saja, Bu," kata Cantik meminta botol minuman itu. Bella lalu membukanya dan menyerahkan pada Cantik.


"Jika kau tidak mau makan maka Ibu akan sangat sedih," kata Bella pura-pura menangis. "Nanti bagaimana jika kita melarikan diri dan kau tidak punya kekuatan lebih untuk berlari karena kelaparan. Setidaknya makanlah beberapa suap saja," bujuk Bella.


Melihat tangis Bella, Cantik lalu mulai berfikir. Dia tidak tega jika melihat ibunya bersedih.


" Ya, sudah lah. Aku akan memakan makanan itu tapi jangan yang bagian pedasnya ya Ibu,' ujarnya.


Bella menganggukkan kepala lalu mulai menyuapinya

__ADS_1


Dia tidak bisa melawan penjahat yang ada di hadapannya karena ada Cantik yang harus dia lindungi. Lebih baik jika dia tetap tenang dalam menghadapi ini semua. Dia juga berharap jika Cantik bisa tetap tenang seperti ini hingga David datang untuk membantu.


"Suamiku, kau dimana? Aku sangat takut," batin Bella .


__ADS_2