Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Hancurnya Cristian


__ADS_3

Dengan langkah tergesa-gesa Cristian keluar dari mobilnya. Kakinya terasa lemas tatkala menginjakkan kakinya di sebuah tempat praktek aborsi ilegal.


"Tuan mereka ada di dalam sana," ucap seseorang yang mendekati Cristian. Dia adalah orang yang dipekerjakan oleh Cristian untuk memata-matai Cinta pergerakan Cinta selama ini. Kemana pun Cinta keluar dari rumah, Cristian akan mendapat laporan dari anak buahnya termasuk saat dia keluar bersama Ardi selama ini.


Itu lah sebab mengapa Cristian sangat membenci Ardi karena pria itu selalu berada di dekat bersama Cinta. Dan Cinta selalu mengatakan keluh kesahnya pada pria itu bukan dirinya. Termasuk rencana pernikahan palsu dan lamaran palsu yang dilakukan oleh mereka, Cristian tahu berita itu dari anak buahnya.


Dan batas kesabarannya kini telah habis, salah satu pelayan milik keluarga Setiawan memberi kabar jika Cinta akan melakukan aborsi. Anaknya tidak boleh kenapa-kenapa batin Cristian marah.


Cristian masuk ke dalam klinik yang berbentuk seperti sebuah rumah kebidanan. Beberapa orang duduk dengan cemas. Dua orang wanita sedang memegang perutnya di dampingi kerabat atau pasangan mereka. Yah, merrka juga salah satu pasien aborsi itu.


Keringat mulai membanjiri dahi Cristian. Rasa gugup, marah, khawatir, cemas juga kesal berubah menjadi satu. Di mana Cinta? Batinnya.


Di mulai membuka satu persatu pintu ruangan. Hingga satu pintu terbuka.


Deg! Matanya nanar melihat Cinta terbaring terkejut melihat dirinya. Ardi berada di depannya, lalu dokter memegang sesuatu dan darah ada di bagian pahanya.


Perutnya seketika merasa mual.Kakinya langsung melemas seketika. Dia berpegangan pada pintu dan tubuhnya luruh, jatuh seketika.


Cristian mengusap wajahnya kasar. Buliran air mata itu turun dan meraung menangisi calon anaknya yang kini berada di tangan dokter gadungan itu. Dia menangkupkan wajahnya di antara dua lutut dan memegang belakang kepalanya.


Cinta yang terkejut melihat kedatangan Cristian hanya memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia tidak sanggup melihat wajah kecewa Cristian. Hatinya terlalu sakit dan lemah untuk merasakan penderitaan pria itu. Dia takut jika dia akan goyah dan kalah, dalam permainan ini karena rasa cinta yang dimilikinya.


Dokter dan perawat di tempat itu melirik pada Cinta serta Ardi meminta keterangan. Ardi menutup matanya sebagai bahasa isyarat agar dia tetap meneruskan pekerjaannya.


Janin uang berlumuran darah itu di letakkan di sebuah wadah baskom. Ardi hendak mengambilnya.

__ADS_1


"Jangan kau sentuh anakku dengan tangan kotormu!" teriak Cristian marah.


"Apakah hatimu sudah mati sehingga kau membunuh calon anakmu sendiri. Aku sudah bersedia bertanggung jawab tapi kau! Akh! percuma berbicara dengan iblis wanita sepertimu." Cristian mencaci maki Cinta dengan sedemikian rupa. Tak cukup sampai di situ Cristian juga menendang dan membuat berantakan seisi ruangan.


Ctistian memegang seonggok daging yang tak bernyawa itu dengan tangan yang gemetar. Menangisinya, dan menciumnya dengan sepenuh hati. Dadanya terasa sangat sesak dan panas. Dia bahkan tidak bisa bernafas untuk sejenak.


"Akh!!!" teriaknya melampiaskan kemarahan yang terpendam selama ini.


''Maaf sayang ayah tidak bisa melindungimu,'' ucap Cristian sedih lalu mengambil sapu tangan miliknya dan membalut tubuh anaknya. Dia keluar dengan tubuh membungkuk dan terkulai sembari memegang janin itu di kedua tangannya. Tidak peduli dengan banyaknya darah yang mengenai di kemeja putihnya. Wajahnya terlihat sangat berkabung dan hancur. Semua dapat melihatnya.


Wanita yang duduk menunggu giliran segera bangkit setelah melihat janin yang di pegang Cristian.


"Aku tidak ingin calon anakku menjadi seperti itu!" pekik histeris wanita itu lalu berlari cepat mendahului Cristian. Pria yang berada di sebelahnya mengejar wanita itu.


''Dia bahkan ingin melindungi anaknya walau pasangannya menolak anak itu, sedangkan Cinta walau aku sudah menawarkan diri untuk melindungi dirinya dan anaknya dia tidak peduli. Ternyata dia iblis berwajah malaikat." gumam Cristian meninggalkan tempat itu.


Ardi mengambil handphonenya dan menghapus video yang gagal untuk di ambil.


"Kita berniat untuk mengambil gambar itu namun Cristian malah datang di saat yang tepat. Tapi aku bingung, darimana dia tahu kita berada di sini," ucap Ardi sembari memencet tombol hapus.


Cinta menyeka hidungnya dan menghapus air mata yang keluar.


"Terima kasih atas bantuan kalian," ucap Cinta pada dokter dan perawat gadungan itu. Bukan gadungan tapi pekerjaan mereka ilegal.


Cinta meminta maaf atas tindakan Cristian dan akan membayar semua kerugiannya.

__ADS_1


Setelah sedikit perbincangan dua orang itu pergi.


Ardi dan Cinta memang memesan sebuah janin yang baru dikeluarkan oleh orang yang baru melakukan aborsi. Dia ingin membuat video seolah dia yang sedang melakukan aborsi dan mengirimkannya pada Cristian. Namun Cristian malah memergoki mereka. Dan untungnya di saat yang tepat. Tapi mengapa hatinya terasa sangat sakit.


"Jika ingin menangis menangis 'lah tapi berjanji lah ini untuk yang terakhir kalinya. Setelah ini aku tidak ingin melihatmu menangis lagi karena semua rencana ini, kau yang mengaturnya. Jadi kau harus kuat untuk menghadapinya. Apapun yang terjadi aku aka. selalu berada di sisimu," ucap Ardi memeluk Cinta.


Cinta menangis keras pada hari itu. Melepaskan semua sesak yang ada di dadanya.


Cristian sendiri mendekap janin itu selama dalam perjalanan. Rasanya sakit, benar-benar sakit. Ini saja memberinya dua kesedihan kehilangan calon anak sekaligus kecewa dengan sikap dan tindakan Cinta yang keterlaluan.


Jika dia keberatan dengan hubungan mereka mengapa dia bertindak seolah masih mencintainya. Apa sebenarnya alasan Cinta mengugurkan janin itu? Apa karena Cristian bersikeras untuk menikahi wanita itu dan dia menganggap janin itu penghalang hubungannya dengan Ardi. Dia selalu mengabaikan foto kebersamaan Cinta dan Ardi yang dikirimkan oleh anak buahnya. Dia terlalu naif karena berfikir Cinta gadis baik-baik. Pikir Cristian


Jika tidak ingin menikah tidak apa-apa tapi jangan membunuh calon bayi yang tidak berdosa ini!. Rutuknya dalam hati.


Semua ini benar-benar menghancurkan hati juga jiwanya.


Sesampainya di rumahnya dia meminta para pelayan untuk membuat acara pemakaman sendiri untuk anaknya di belakang rumah itu.


Cristian masuk ke dalam kamarnya. Menaruh janin itu di dengan lembut di atas wadah kaca yang pelayan siapkan. Dia lalu membawa calon anaknya ke sebuah keran membersihkannya dengan lembut dan hati-hati. Sesekali dia menyeka air matanya yang keluar.


Pelayan membawakannya selembar kain sutera putih berbentuk persegi berbentuk seperti saputangan.


Cristian mulai membungkus janinnya dan meletakkan kembali di wadah itu, lalu membawanya ke lubang kecil yang khusus di siapkan oleh pelayan tadi.


Dia meletakkannya di dalam tanah itu. Seolah sebagian dirinya juga ikut masuk ke sana. Dia sendiri yang menguburkan janinnya sembari sesekali mengusap air matanya yang mengalir.

__ADS_1


Para pelayan ikut merasakan kesedihannya. Mereka bertanya itu janin milik Cristian dengan siapa? Apakah dengan wanita yang dibawanya kemarin? Batin sebagian pelayan.


"Cristian!'' Panggil Aura heran melihat keadaan Cristian yang kacau balau dan berlumuran darah.


__ADS_2