
"Kau tidak bisa melakukannya?" jawab Cinta.
"Kenapa? Bukankah aku punya hak untuk memilikinya sama seperti dirimu?" balas Cristian.
"Dia anakku Cinta kau tidak bisa merubah kenyataan itu," jawab Cristian.
"Aku sudah merajut hidup baruku di sini dan aku pikir kau pun sudah hidup berbahagia di sana. Lalu untuk apa kau kemari?"
"Hidupku sangat bahagia dan sempurna aku punya anak dan istri. Apa yang kurang? Namun aku ingin Calesta ikut denganku dan hidup denganku,''
Cinta membelalakkan matanya. "Aku tidak akan mengijinkannya," jawab Cinta menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak perlu ijinmu untuk membawanya pergi," kata Cristian.
"Jangan harap kau bisa membawanya pergi dariku?" kata Cinta.
"Kenapa? Apa kau akan melarikan diri lagi dan turut serta membawa Calesta, wanita bodoh!" umpat Cristian.
"Aku tidak sebodoh itu hanya saja aku ingin hidup damai dan tenang," jawab Cinta. "Dan kau datang membuatku ... ," Cinta menghentikan kata-katanya ketika Cristian mendekat ke arahnya. Dia menengadahkan kepalanya melihat kepala Cristian yang menjulang ke atas.
"Aku membuatmu hidup tidak tenang? Lalu kau sendiri juga mengacaukan hidupku dan pergi begitu saja, meninggalkan luka!" Cristian memukul meja keras.
Brak!
__ADS_1
Cinta melonjak kaget memegang dadanya. Dia menelan salivanya dalam-dalam.
Cinta membalikkan tubuhnya dan berjalan berusaha menghindar dari Cristian. Namun sayang tangan Cristian dengan cepat meraih lengan Cinta. Dia menarik Cinta mendekat ke dadanya.
"Kau pikir bisa pergi dariku selamanya?" tanya Cristian geram. Keratan giginya terdengar di telinga Cinta.
"Kau harus membayar perbuatanmu, padaku dan keluargaku dengan mahal."
Cinta menoleh ke atas sehingga rahang Cristian terlihat jelas di depannya.
"Aku tidak melakukan hal yang buruk. Aku hanya berusaha berbuat hal yang seharusnya kulakukan," jawab Cinta.
Cristian membalikkan tubuh Cinta keras hingga mereka saling berhadapan.
"Kau salah Cinta! Kau telah membuat sesuatu yang buruk yang akan kau sesali seumur hidupmu," jawab Cristian memegang keras dagu Cinta sehingga wanita itu meringis kesakitan.
"Bahkan ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan rasa sakitku," jawab Cristian mendekatkan bibirnya dan ******* bibir Cinta kasar. Cinta menolak dan satu gigitan keras mengenai bibirnya sehingga darah keluar dari bibirnya namun Cristian tetap menciumnya dengan buas.
Cinta memukul tubuh liat Cristian. Namun sepertinya itu tidak berarti apa-apa untuknya.
Cinta akhirnya terdiam menerima kekasaran Cristian. Hingga Cristian mendorongnya kasar sehingga Cinta terhuyung ke belakang dan jatuh. Dia mengelap bibirnya sendiri yang terkena darah Cinta dengan ibu jarinya.
"Apakah Ardi juga merasakan bibirmu itu? Tentu saja kalian telah berbuat lebih selain ini."
__ADS_1
Cinta tersenyum sinis.
"Kau tidak tahu betapa hebatnya dia. Aku sendiri selalu dibuat kagum olah semua perlakuannya," jawab Cinta ambigu.
"Aku tidak heran dulu kau mengatakan A padaku tapi melakukan B dengannya. Aku dulu terlalu bodoh untuk mempercayai muka polosmu itu tapi kini tidak lagi!" ucap Cristian.
"Ya, kau terlalu bodoh untuk ku perdaya!"
Cristian menatap tajam pada Cinta seakan ingin memakannya hidup-hidup. Dia tahu jika Cristian tidak akan membiarkannya hidup tenang kini.
Mata Cristian yang selalu memandangnya penuh Cinta kini penuh kebencian.
Cristian melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Tiga puluh menit lagi pesawat jetku akan lepas landas dari Bali untuk kembali ke Jakarta. Aku akan membawa Calesta pergi. Jika kau mau ikut, ambil Calesta sekarang dari rumah selingkuhanmu. Jika tidak aku akan membawa paksa dirinya sekarang!" ucap Cristian.
Cristian melangkah keluar dari rumah Cinta. Cinta mengikutinya.
"Kau tidak bisa melakukan ini" teriak Cinta namun terlambat beberapa pria bertubuh tegap dan besar sudah berada di depan rumahnya menunggu perintah Cristian. Cinta tertegun sesaat.
"Satu menit Cinta," ucap Cristian berdiri di dekat mobilnya dan melihat ke arah Cinta.
"Kau atau orangku, berikan keputusanmu?"
__ADS_1
Beberapa pria terlihat mendekati rumah Ardi.
"Cristian aku membencimu!"