Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Biar Aku Saja


__ADS_3

Tubuhnya tiba-tiba membeku seketika, handphone terlepas dari tangan dan terjatuh ke lantai.


"Ada apa, Bos?" tanya Elang padanya. David hanya mengusap wajahnya yang keluar keringat dingin dia nampak bingung untuk menjawab semuanya.


Mark yang dari tadi di sampingnya menyadari perubahan raut wajah David.


"Ada apa, Tuan?" tanya Mark.


David menyerahkan handphone miliknya pada Mark. Dia lalu mengusap wajah kasar dan mengacak rambutnya Kapten Elang yang sedang berjalan melewati ikut penasaran melihat wajah khawatir kedua pria itu.


"Ada apa?" tanyanya juga.


Mark menyerahkan handphone milik David. Elang mulai membaca isinya.


"Istri cantikmu dan anakmu telah bersamaku. Jangan khawatir, aku hanya ingin kau membawa uang 5 milyar untukku. Aku beri kau waktu satu hari untuk menyiapkannya. Besok aku yang akan menentukan di mana kita akan bertemu selanjutnya."


Elang membacakan isi pesan itu.


"Siapa ini?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu," jawab David. Dia terlihat pucat, kakinya terasa lemas, dan pandangan matanya nampak kosong.


"Aku sudah punya firasat buruk dua hari ini dan firasatku benar adanya," kata David.


"Tenang Bos kita akan menemukannya,'' ucap Mark.


Satu pesan lain kembali muncul.


"Jika kau meminta bantuan Polisi dan mereka datang aku pastikan satu dari mereka akan mati. Jika kau tetap bersikeras tidak mau memberikan yang itu, maka dua orang terpenting dalam hidupmu akan jadi mayat esok harinya."


Baca Elang lagi. David langsung meraih handphone itu dan membacanya sembari menggigit ibu jari.


"Tenang kami akan membantumu," kata Elang.


"Dia melarangku untuk menghubungi kalian!" seru David membuat seisi ruangan melihat ke arah mereka.


"Tenanglah kita tidak ingin membuat kegaduhan. Dan membiarkan ini jadi konsumsi publik." Perkataan Elang membuat David terhenyak. Saat ini di depan rumah Sofi banyak orang jika semua orang di ruangan ini tahu permasalahannya maka dapat dipastikan jika masalah ini akan mencuat keluar.


"Sebaiknya kita pergi ke rumahmu saja dan mengatur rencana," ajak Elang. David menganggukkan kepalanya. Elang lalu meminta ijin pada polisi yang lain.

__ADS_1


Mereka bertiga lalu keluar dari ruangan itu. Sesaat langkah David terhenti ketika melihat foto dirinya, Sofi, dan Cantik yang masih dalam gendongan. Dia lalu berjalan mendekat ke arah foto itu dan memandanginya. Rasa penyesalan yang dia abaikan selama ini akhirnya hadir juga. Dia berfikir apakah dirinya yang terlalu egois sehingga ini semua terjadi.


Jika dirinya bisa menerima Sofi apa adanya semua tidak akan seperti ini akhirnya. Tetapi cintanya pada Bella membuat matanya tertutup untuk menerima kehadiran wanita lain dalam hidupnya.


David menyalahkan dirinya sendiri atas semua keadaan yang terjadi pada Sofi, Cantik dan Bella. Bagaimana jika Bella dan Cantik jadi korban selanjutnya. Dia berharap dia saja yang menjadi korbannya dari pada melihat Cantik atau Bella terluka atau tiada. Dia tidak akan sanggup. Hatinya tidak akan bisa menerimanya. Satu buliran air mata sempat mampir di pelupuknya tetapi dia buru-buru menghapus air mata itu.


"Boss!" panggil Mark sembari memegang bahu David. "Aku tahu kau bisa melalui semua ini dengan baik."


"Kita berburu dengan waktu sebaiknya kita bekerja dengan cepat!" kata Elang.


Mereka lalu keluar dari tempat itu. Para bodyguard David sudah siap siaga ketika para wartawan berjalan mendekat dan mengeluarkan beberapa pertanyaan padanya. Kepala David terasa tertusuk seribu jarum. Dia ingin marah namun itu tidak menyelesaikan masalah.


***


Vote nya dong!!!


Like ...


Komennya 😭😭😭 pada lesu bikin authornya g mood up nih....

__ADS_1


__ADS_2