
David pulang ke rumah tengah malam. Seperti biasa Bella sudah turun dari kamarnya dan menunggunya di depan rumah. Semburat senyum hadir di wajahnya, hal itu yang paling dinantikan David ketika pulang ke rumah.
Bella mengambil jas dan tas David dari tangannya. Satu kecupan ringan mampir di pipinya yang kenyal seperti jelly. Tangan besar David melingkar di bahunya dan membawa mereka naik ke tangga kayu menuju kamar mereka.
Bella meletakkan jas David di kotak pakaian kotor dan tasnya di atas meja sofa. Dia lalu menghampiri pria itu dan melepaskan dasi yang melingkar di lehernya.
"Apa kau mau makan atau minum?" tawar Bella. Dia tidak mungkin bertanya sesuatu yang akan membuat pikiran David tegang. Dia tahu jika dia perlu merelaksasi pikiran suaminya dari masalah yang menderanya satu hari ini.
Tangan besar David memeluk pinggang Bella erat.
"Aku hanya ingin dirimu," bisiknya.
"Setelah kau membersihkan diri," jawab Bella.
"Bagaimana jika sekarang saja atau kau bisa membantuku membersihkan diri," kata David setengah berbisik.
Bulu mata lentik Bella bergerak, manik mata hitam itu melihatnya dengan tatapan menggoda. Matanya lalu menyipit dan bibir mungil itu mengerut.
Satu sentilan mampir ke hidung David.
"Kau harus menuruti diriku karena aku adalah bos di rumah ini. Kau tidak bisa melawan perkataan bos besar," ucapnya.
__ADS_1
Tangan David kini menarik Bella lebih dalam ke tubuhnya sehingga Bella bisa merasakan bukit cinta David kini telah menegang.
"Tapi aku adalah pemilik saham rumah ini dan aku berhak membatalkan keputusan yang bisa merugikan perusahaan," balas David.
Bella tertawa keras dengan renyah dan ceria. David kini bisa menemukan kembali Bella yang dulu.
"Apa kau akan mengganti direkturmu ini jika kau tidak suka pada keputusannya?" tanya Bella.
"Tidak harus menggantinya jika dia sangat berkompeten di perusahaan ini tapi sebagai pemilik dari perusahaan ini aku bisa meminta hakku padamu," jawab David.
"Hak apa yang kau inginkan?"
"Tapi aku lebih suka jika mencium aroma sabun dari tubuhmu bukannya aroma knalpot," ujar Bella membuat David menghentikan rayuan bibirnya di tenggorokan Bella.
"Baiklah Nyonya Besar Sinclair kau adalah bosnya dan aku akan mematuhinya aku lebih takut jika tidak mendapat hakku sebesar yang seharusnya aku dapatkan."
"Memaksakan dan menyerahkan diri adalah hal yang berbeda. Kau akan memilih mana, aku hanya menuruti langkah yang kau pilih," ujar Bella.
Dengan hati yang berat David membuka bajunya di hadapan Bella lalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku masih disini menunggumu," seru Bella sebelum pria masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Gunakan lingerie warna merah yang aku kirimkan tadi siang," balas David lalu menutup kembali pintu kamar mandinya.
Di kamar mandi David mulai memikirkan lagi setiap kejadian. Berusaha untuk menyatukan potongan demi potongan informasi yang diterimanya. Dia lalu membasahi tubuhnya dengan air shower. Mencoba menyingkirkan pikiran tentang pembunuhan Sofi dari otaknya sejenak.
Dia mulai memikirkan Bella dan lingerie merahnya yang baru. Dia mulai mandi dengan cepat dan mengambil handuk lalu melilitkannya begitu saja. Membiarkan air itu tetap membasahi seluruh tubuhnya yang dipenuhi oleh otot-otot yang menawan.
David mulai membuka pintunya berharap dia bisa menyalurkan hasratnya malam ini hingga dia lelah dan terlelap dalam dekapan wanita itu.
David membuka pintu kamar mandi dan raut wajahnya terlihat sangat kecewa tatkala melihat Cantik sedang tertidur di ranjangnya dalam dekapan Bella.
Walau Cantik itu anak kandungnya namun saat ini dia sedang tidak menginginkannya ada ditengah-tengah. Dengan raut wajah lesu, David kembali menutup pintu kamar mandi. Dia yang tadi sudah turn on harus turn off.
***
Authornya ngantuk...
Like jangan pelit
Komentar nya dong!!!
Vote yang belum
__ADS_1