Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Pengantin Yang Ditukar


__ADS_3

Penghulu mulai memberikan sepatah dua patah kata sebagai pembuka acara. Diselipi dengan beberapa nasihat bijak untuk membina pernikahan.


Setelah itu prosesi ijab kabul dimulai.


"Saya nikahlan dan saya kawinkan engkau saudara Cristian Slim dengan anak saya Bella Maharani dengan emas kawin berupa perhiasan emas berlian dan uang senilai satu milyar di bayar tunai," ucap Setiawan.


Cristian mengeluarkan senyum iblisnya. Drama akan segera di mulai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Aurora dengan mas kawin berupa satu set emas berlian dan uang senilai satu milyar rupiah di bayar tunai," jawab Cristian mantap.


Semua orang terdiam tak ada suara sedikit pun. Hanya saling menatap terkejut dan bingung. Aura menahan tawa dengan menutup mulutnya. Erick menutup wajah dengan tangannya menghindari tatapan dari semua orang.


Bella menutup matanya. Seharusnya dia sadar diri dari kemarin, namun sudah terlambat hanya rasa sakit yang dia dapatkan.


Bella mengusap air matanya dan melepaskan kerudung yang di sematkan. Nafasnya naik turun tidak beraturan. Antara marah, kecewa, sakit hati, dan sedih melebur jadi satu. Riska datang memeluk Bella dan menatap tajam pada Cristian.


"Jika mereka saling mencintai mengapa tidak jujur dan malah mempermalukan aku," batin Bella


"Tu-tunggu dulu, bukankah mempelai wanitanya Bella mengapa jadi nama Cinta yang sebut," ucap Pak Penghulu.


"Tunggu sebentar pak bisakah anda menunggu, saya ingin bertanya pada Cristian," kata Setiawan. Pak penghulu menganggukkan kepalanya.


"Kau ingin menikahi siapa?" tanya Setiawan.


"Aku mencintai Cinta dan dia juga mencintaiku, tapia dia menolak untuk menikah denganku karena rasa cintanya untuk Bella. Aku sudah membujuknya berkali-kali. Namun berkaki-kali namun jawaban tidak yang selalu dia berikan. Dia tidak ingin melukai hati Bella dan tidak ingin mengecewakan ibunya. Haruskah pernikahan ini dipaksakan jika tidak ada cinta di dalamnya?" jawab Cristian.


"Bodoh ... padahal aku sudah menanyainya dan dia mengatakan tidak punya hubungan apapun denganmu, jika pun kalian saling mencintai aku rela menyerahkanmu pada adikku. Tapi cara ini sungguh menyakiti hatiku," isak tangis dan marah Bella.


"Aku tidak bermaksud seperti itu,dia masih memaksaku untuk menikahimu hingga tadi malam. Aku tidak sanggup untuk meneruskan hal ini lagi. Jika pun kita menikah bukankah akan menyakiti semuanya.Aku mencintai Cinta dan harus hidup denganmu, kau akan terluka karena menikah dengan orang yang tidak mencintaimu, sedangkan Cinta dia ... aku tidak rela jika dia menikah dengan Ardi sedangkan ada anak kami di dalam perutnya," jawab Cristian.


Bella semakin membenamkan wajahnya pada perut Riska. Tubuhnya gemetar mengetahui kenyataan pahit yang Cristian utarakan.

__ADS_1


"Aku tahu ini sebuah kesalahan tapi perlu kalian ketahui jika Cinta hamil sebelum aku melakukan lamaran. Dia menyimpan rahasia ini rapat karena tidak ingin menyakitimu Bella. Dia mengorbankan perasaannya dan anak kami hanya demi dirimu, bisakah kau melihat rasa cintanya untukmu?" ucap Cristian.


"Dan dia tidak pernah berniat untuk menyakitimu," imbuh Cristian.


Bella teringat perkataan Cinta ketika gelang warisan milik keluarga Cristian berada di tangannya.


"Ini milik Kak Bella, aku tidak berhak memakainya. Aku akan mengeluarkannya,"


Bella tersenyum dalam tangisnya. Di sana Cinta terlihat sangat bersikeras untuk melepaskan gelang itu walau melukainya. Seharusnya dia bisa melihatnya. Dan gelang itu kini berada di lemarinya setelah Cinta menyerahkannya tadi pagi.


Flash back.


"Kak, aku sudah bisa melepaskan gelang ini, ini adalah milikmu dan aku tidak berhak untuk memilikinya," ucap Cinta.


"Apakah tanganmu terluka?" Bella meraih tangan Cinta dan memeriksanya.


"Kulit tanganmu terkelupas dan terluka." Bella melihat goresan luka di punggung tangan Cinta. Cinta menariknya.


"Ini hanya luka kecil, akan sembuh sendiri. Kakak bersiap saja dengan pernikahan kakak jangan khawatirkan aku! aku bisa mengatasi masalahku sendiri,"


"Sebesar itu rasa sayangmu untukku hingga kau rela menyerahkan sesuatu yang berharga dalam hidupmu walau itu melukaimu," buliran air mata itu merangsek keluar dari pelupuk mata Bella.


Riska hanya terdiam mendengar semuanya berbicara. Dia merasa bersalah karena telah menuduh Cinta merebut Cristian darinya. Seharusnya dia mendengarkan Cinta bukannya langsung menuduh. Apakah dia layak disebut sebagai ibu? Sedangkan Cinta berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya.


Aura mendekat ke arah Cristian dan berdiri di belakangnya. Memberi kekuatan pada Cristian.


"Jadi Cinta hamil anakmu! Dan kau malah mau menikahi Bella,pria macam apa dirimu?" tanya Setiawan marah dan kesal. Dia tidak terima jika kedua anaknya dipermainkan diwaktu bersamaan.


"Aku memang pria yang tidak baik karena telah mempermainkan perasaan keduanya seharusnya aku bertindak lebih tegas pada Cinta. Namun dia berkali-kali mengiba agar aku mau menikahi Bella. Aku kesal dan marah namun tidak tega melihat air mata di wajahnya, ditambah kondisi tubuhnya sangat rapuh. Hal itu mengurungkan niatku untuk langsung berkata jujur. Takut jika Cinta akan tertekan dan mengalami keguguran." Cristian menghela nafasnya yang terasa berat. Matanya memerah, sejenak dia memejamkan matanya dan menekan kuat pangkal hidungnya. Dia sangat terpukul dan terluka mengingat tindakan aborsi yang dilakukan oleh Cinta.


"Dia bahkan bersandiwara kalau sudah mengugurkan kandungannya," ucap Cristian dengan suara serak dan bergetar. Membuat semua orang terkejut dan menantikan kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


"Aku bahkan memegang janin palsu yang entah dia dapat dari siapa, hatiku hancur mengetahuinya. Aku menguburkan janin itu dengan tanganku sendiri." Cristian tak mampu untuk membendung tangisnya lagi. "Aku hancur saat itu, hancur hingga tidak bersisa."


Aura menyeka air mata yang sempat keluar mengingat betapa hancurnya Cristian pada saat itu. Dia lalu mengambil sebuah sapu tangan dari tasnya dan menyerahkannya pada Cristian. Cristian mengambilnya sembari menghela nafasnya panjang.


"Hal itu dilakukan hanya untuk membuatku mengurungkan niat membatalkan pernikahan ini. Tuhan sendiri yang akhirnya membuka kebohongan itu di saat yang tepat, terbuka dengan sendirinya kemarin. Aku harap, aku bisa memperbaiki semuanya sebelum terlambat. Dan untuk itu aku berharap anda mau menikahkan kami walau Cinta sendiri menolaknya," pinta Cristian penuh harap.


Setiawan mengambil nafas panjang. Menatap wajah Cristian yang terlihat mantap. Setiawan menatap Bella.


Bella tersenyum dan menghapus air matanya. Dia berdiri dibantu oleh ibunya. Kakinya terasa sangat lemas setelah mengalami kejadian ini.


"Bagaimana jika kita melakukan ijab ini baru memanggil mempelai wanitanya," usul penghulu untuk menghindari drama penolakan lagi yang panjang.


Setiawan dan Cristian menganggukkan kepalanya. Entah mengapa namun Setiawan lebih lega ketika Cristian ingin menikahi Cinta. Walau tidak mengatakan apa-apa tapi dia bisa melihat kesedihan dan luka dimata Cinta.


Prosesi ijab kabul akhirnya mulai dilakukan.


"Saya terima nikahnya Cinta Aurora binti Setiawan Hadiningrat dengan mas kawin seperangkat perhiasan dan uang satu milyar di bayar tunai." Cristian mengucapkannya dengan mantap. Terlihat semburat senyum dari wajahnya.


''Bagaimana sah ..." tanya penghulu pada para saksi.


"Sah ... sah ... ," ucap mereka. Disertai dengan ucapan hamdallah.


"Aku akan memanggilnya," ucap Bella membuat semua mata menatap ke arahnya. Wanita yang tegar, batin mereka.


Bella naik ke atas ke arah kamar Cinta. Memanggilnya namun Cinta tidak menjawabnya. Pintu kamar Cinta dia buka.


Bella membuka mulutnya lebar.


***


Kesel... karena menggantung? Dua bab di pagi ini. Likenya dulu baru, aku kirim bab ketiganya.

__ADS_1


Votenya, karena ini hari senin yah...


Komentar...aku tunggu selalu.


__ADS_2