Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Impian yang Terwujud


__ADS_3

Acara ulang tahun anak David dilangsungkan di sebuah hotel mewah di Jakarta. David yang melihat kedatangan Alehandro langsung mendatangi sahabatnya itu.


"Hai Ale-ale," sapa David memeluk Alehandro.


"Memang minuman," gerutu Alehandro. Dia lalu membalas pelukan sahabatnya.


"Kau menikah tidak memberi tahu semua orang, aku tahu mengapa kau melakukannya. Istrimu itu terlihat sangat muda dan cantik kau takut jika dia digaet oleh pria muda dan tampan lainnya," bisik David tapi kasih terdengar oleh Dara.


"Brengsek kau, kau kira aku sudah kakek-kakek sehingga takut bersaing dengan yang muda," kata Alehandro. Namun dalam hati dia juga was-was. Banyak pria nakal yang tidak peduli dengan status wanita, seperti dirinya dulu yang akan menjalin hubungan dengan istri orang asal wanita itu yang menawarkan diri padanya.


"Oh Tuhan ampuni dosaku semoga karma itu tidak ada," batin Alehandro.


Dia cukup merasa takut dan pusing memiliki istri yang kelewatan cantik dan masih muda pula. Sehingga tindakan possesif selalu dia lakukan.


David lalu menyuruh pelayan di dekat mereka untuk memanggil Bella.


"Hallo, Nyonya Cortez?" sapa David sembari mengulurkan tangannya. "Namaku David, aku dan Alehandro berteman baik dari dulu kami sempat gila bersama jadi tahu bagaimana keadaan otaknya jika melihat wanita," ledek David.


Alehandro menepis tangan David. "Jangan pegang istriku tidak muhrim."


"Brengsek kau. Tidak ada bagus-bagusnya menceritakan aku dari tadi," gerutu Alehandro.


Dara tertawa melihat tingkah dua sahabat ini.


"Kau itu pelit sekali, aku hanya ingin berkenalan dengannya," ujar David sembari melihat ke arah Dara dan mengulurkan tangan lagi. "Baru kali ini aku melihat Alehandro sangat posesif pada wanita. Kukira dia sudah bertaubat."


Seorang wanita yang berpenampilan seperti putri pada jaman kuno mendatangi mereka. Wajah wanita itu sengat lembut dan terlihat anggun tanpa dibuat-buat. Dara sangat terpukau dibuatnya.


"Alehandro sudah lama kami tidak melihatmu, sepertinya sudah beberapa tahun ini kita tidak pernah bertemu," sapa Bella suaranya terdengar lembut dan menenangkan tidak seperti dirinya yang cempreng ketika berbicara. Padahal suaranya aslinya akan terdengar indah bila sedang bernyanyi.


"Aku memang menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan anak sehingga jarang keluar untuk urusan yang tidak penting. Sedangkan David dan Cristian akan bertemu denganku jika kami ada urusan bisnis," jawab Alehandro jujur.


Bella lalu melihat ke sebelah David di sana ada Kaisar dan Rose serta wanita muda yang cantik. Alehandro mengetahui apa yang Bella pikirkan.


"Oh ya perkenalkan ini istriku Dara, dan anakku Rose juga Kaisar," ucapnya bangga.


"Hai namaku Bella dan ini suamiku," ucap Bella mengulurkan tangan ramah.


"Namaku Dara," jawab singkat Dara, sungkan dan gugup.

__ADS_1


"Kau tidak perlu takut kami tidak mengigit mu," ujar Bella tahu apa yang dirasakan Dara terasa dari telapak tangan wanita itu yang basah.


"Kita ini keluarga." Imbuh Bella.


Bella lalu berjongkok. "Hai Sayang kau sudah besar sekarang, terakhir aunty melihatmu ketika kau masih bayi dan berada di rumah sakit. Kau sangat tampan seperti ayahmu."


Bella mengusap lembut kepala Kaisar hatinya merasa sedih merasakan kehidupan Kaisar yang sudah hidup tanpa ibunya dari bayi.


"Oh, ini juga princess cantik. Siapa namamu?" tanya Bella.


"Rose," jawab Rose memegang ujung baju ibunya malu.


"Kau tidak usah malu, kita itu satu keluarga. Kalian bisa memanggilku aunty Bella," kata Bella.


"Dan aku aunty Cinta," sela Cinta yang datang mendekat dengan menggandeng tangan Cristian.


"Ale keluar dari guanya setelah menemukan istri cantik," ledek Cinta.


"Hai namaku Cinta dan Ini suamiku Cristian," sapa Cinta pada Dara mengulurkan tangannya.


"Kau jangan bersalaman dengannya, Si Ale tidak memperbolehkan, bukan muhrim," bisik David di telinga Cristian namun bisa terdengar oleh semua orang yang ada di sana.


"Sialan kalian," umpat Alehandro.


"Keanu, Briana," panggil Cinta pada dua anak kecil yang sedang berlarian dari tadi.


Dua anak itu lalu mendekat.


"Ada apa Mom?" tanya Keanu.


"Kalian punya teman baru."


"Kaisar dan Rose kenalkan ini Keanu anak Aunty dan yang cantik itu Briana anak aunty Bella," kata Cinta mengenalkan putranya dan putri Bella.


"Hai aku Rose, asalmu dari Bali dan aku adalah adik dari Kaisar," kata Rose yang percaya diri jika bersama teman seusianya.


Kaisar lebih suka menampilkan wajah angkuhnya di depan orang asing. Padahal ayahnya itu orang yang supel dan periang sangat berbanding terbalik. Mungkin dia ikut sifat Maria yang introvert pada lingkungan baru. Batin Cinta.


Keanu lalu mendekati Rose dan melihatnya dari bawah ke atas. Setelah merasa jika Rose itu adalah gadis kecil yang cantik dan pantas digandeng.

__ADS_1


"Di sana ada badut dan peri biru yang akan memberikan hadiah pada anak-anak kita kesana yuk," ajak Keanu, dia lalu mengambil tangan Rose dan membawanya pergi meninggalkan Kaisar dan Briana.


Kaisar mengepalkan tangannya kesal karena Rose teman bermainnya diambil oleh orang yang baru mereka kenal.


"Briana ajak Kaisar pergi melihat peri biru," kata Bella pada putrinya.


"Ayo Kaisar, aku ajak melihat peri," ajak Briana. Kaisar lalu berjalan terlebih dahulu mencari keberadaan Rose.


"Anakmu seperti dirimu, Cristian," sindir Alehandro.


"Dia pandai memilih temannya," imbuh Cinta melihat tingkah anak-anak itu.


"Ya tidak bisa melihat gadis cantik," sela David.


"Itu adalah Alehandro," kata Bella dan Cinta berbarengan.


"Aku lupa," lanjut David.


"Dimana Cantik, pemilik acara ini malah tidak terlihat," kata Alehandro mencari keberadaan anak pertama David.


"Cantik sedang berada di pojok ruangan bersama Calesta teman-temannya."


Mereka kemudian melihat sisi yang ditunjuk oleh Bella.


"Ale istrimu sangat pendiam sekali?" tanya Cinta. "Atau dia masih malu bertemu dengan kita?"


Alehandro lalu memeluk lengan Dara penuh Sayang, "Dia masih canggung dengan suasana seperti ini."


"Tidak apa-apa jika sering bersama maka akan terbiasa."


"Ayo kita naik ke atas podium menemaniku merayakan ulang tahun putri kami," ajak Bella.


"Kalian saja aku biar disini," tolak Dara.


"Bukankah sudah kukatakan jika kita adalah satu keluarga sudah seharusnya bersama, betulkan Cinta?" Bella lalu menarik tangan Dara sebelah kanan dan Cinta memegang tangan Dara sebelah kiri. Mereka bertiga naik ke atas panggung di sana anak mereka sudah naik ke atas.


Mata Dara berkaca-kaca. APA YANG KURANG DARI HIDUPNYA KINI SEMUA TELAH DIA DAPATKAN. Cinta dan Keluarga yang hanya ada dalam mimpinya kini telah dia miliki.


"Terima kasih Tuhan karena kebaikanmu aku mendapatkan semua ini walau di lalui dengan berat awalnya."

__ADS_1


Mereka semua merayakan ulang tahun Cantik dengan suka cita.


__ADS_2