Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Ingin Memiliki


__ADS_3

"Boleh," jawab David, matanya berbinar-binar bahagia.


"Kau ingin kopi hitam asli atau dicampur dengan cream," Bella menatap David menunggu jawabannya.


"Apapun yang kau sediakan itu sudah cukup untukku." Ada kegetiran dalam suara dan tatapan matanya. Bella tahu itu tapi dia tidak ingin terjerumus masuk terlalu dalam.


Bella menatap dengan tidak sabar.


"Baiklah, kopi pahit dengan sedikit gula.'' David tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipitnya yang menonjol. Itu hal yang paling di sukai oleh Bella dari awal. Wanita itu lalu melepas kucir lalu membundel rambut panjangnya dengan asal-asalan. Dia mulai masak air dan menyiapkan dua kopi satu kopi hitam untuk David, satu lagi kopi dengan cream untuk dirinya sendiri.


"Ini kopimu, makanannya tunggu setengah jam lagi aku akan memasak yang simple dan mudah agar bisa cepat," ucap Bella lalu mulai berkutat dengan sayuran dan daging yang ada di depannya.


Dia telah menanak nasi terlebih dahulu di magic com untuk dua orang jadi tidak memerlukan waktu lama. Lalu dia mulai mencuci dua potong ayam. Membuat bumbu lalu memasak dengan kecap sehingga tidak terlalu sulit. Sembari menunggu ayam matang dia melihat ada brokoli dan wortel. Dia membuat cah brokoli.


Bella terlihat sangat menguasai dapur itu dan terampil dalam memasak dan benar saja setengah lebih lima menit semua telah matang dan di beri garnis sehingga makanan terlihat menarik.


David berjalan dan mendekati Bella, lalu memeluknya dari belakang.


"Thanks." Dia mengecup rambut Bella dalam. Hatinya terharu melihat hal ini.


"Jangan lakukan ini jika tidak aku akan jatuh cinta padamu," batin Bella.


"Hentikan! Aku bau asap," kata Bella.


"Aku menyukainya karena ini bentuk pengorbananmu dalam menyajikan makanan untuk bisa menyenangkan hatiku, pria yang bodoh yang mengatakan bahwa istrinya bau asap makanan dan menghinanya padahal istrinya melakukan itu untuk membahagiakan suaminya. Sama saja seperti suami yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan istrinya," kata David membuat Bella tercengang.


Bella memutar tubuhnya dan menghadap pria itu.


"Itu artinya kau suka dengan wanita yang mengurus rumah dan bukan wanita karir sepertiku?" tanya Bella. Dia tahu Sofi adalah Vice President di salah satu perusahaan telephon seluler.


"Untuk apa bekerja jika aku bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya," jawab David.


"Karena itu kau tidak suka ketika tahu aku pulang lebih terlambat darimu," tanya Bella lagi dia ingin tahu tentang David lebih dalam.

__ADS_1


"Pria itu ingin diperhatikan, dihargai, dan dilayani jika kau ingin tahu akan hal itu," terang David menatap manik hitam mata Bella.


"Kalau begitu jika kau mau pulang kemari, kabari aku lebih awal agar aku bisa pulang lebih cepat," balas Bella.


"Aku akan pulang kemari setiap hari." David menyentuh pucuk hidup Bella dengan jarinya.


Tunggu dulu! Apakah itu artinya kau sudah merasa menjadi seorang istri sekarang?" tanya David berharap.


"Aku hanya tidak ingin membuatmu kecewa," kata Bella kecut dia tidak mau berharap pada pria yang telah beristri. David ingin mengatakan sesuatu namun tertahan ketika perutnya menyuarakan pendapatnya. Meminta hak untuk di isi.


Krucuk ... krucuk ... krucuk, suara dari perut Davit.


"Aku lapar," ujar pria itu tanpa malu.


Bella melihat ke arah tangan David yang masih melingkar di pinggangnya. David melepaskannya.


"Kau duduk saja biar aku yang siapkan!"


David menurut dan hanya melihat Bella menyiapkan semuanya. Dia terlihat senang dan bahagia. Lalu mereka mulai makan bersama.


Dia mungkin hanya wanita sesaat pria itu dan pria itu bisa menuntut apapun darinya. Ada desiran rasa sakit jika mengingat hubungan ini hanya untuk waktu lima bulan saja. Selera makannya hilang sudah.


David terlihat lahap memakan masakan sederhana ini. Dia tidak minta tambah tapi raut wajahnya terlihat tidak puas.


"Kau mau lagi?" tanya Bella.


"Aku tidak terbiasa menambah porsi makanku tapi aku merasa masih kurang," jawab David. Bella tersenyum. Dia lalu menyendok makanan yang ada dipiringnya dan menyuapi David.


"Kalau begitu makan dari piringku saja jadi kau tidak perlu menambah porsi makanmu." David menatap Bella dengan tatapan penuh cinta. Bella bisa melihatnya tapi dia tidak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya.


Pria itu mulai makan dari suapan tangan Bella hingga akhirnya yang menghabiskan David.


"Ini biar aku yang membereskan kau pergi membersihkan diri saja," ujar David..

__ADS_1


"Tidak aku saja! Ayah tidak pernah melakukan ini. Kau bisa duduk menonton TV." Bella selalu melihat cara ibunya melayani ayah dan dia terapkan di kehidupannya kini.


"Aku bukan ayahmu, biar aku membantumu." Mereka lalu sama-sama mencuci bekas makanan dan peralatan masak. Setelah semua beres David mengangkat tubuh Bella ke meja dapur. Dia menangkup pipi Bella yang lonjong dan tirus.


"Terima kasih," ucapnya lalu mencium lembut bibir Bella. Terlalu lembut sehingga membuat Bella terhanyut.


"Apakah aku makanan penutupnya," ucap Bella dibibir David.


"Hmmm ...," jawab David enggan dia lalu mencium bibir Bella lagi. Hingga mereka melakukannya di dapur.


(Skip penganten baru, bentar bentar begini deh, yaa nggak ibu2)


Bella yang telah lelah terkulai lemas dalam gendongan David. Dia terlalu lelah setelah dieksplor pria. David membawanya ke kamar hanya dengan celana boxer yang melekat di tubuh. Sedangkan pakaian mereka yang lain masih tersebar di dapur.


(Aku Travelling nulisnya ha ... ha ... )


Dia meletakkan lembut Bella di ranjang dan menyelimutinya. Bella membuka matanya sedikit dan tersenyum.


"Tidurlah," bisiknya. Bella lalu memejamkan mata lagi. Dia terlalu lelah hari ini, masalah pekerjaan yang nguras otak dan tenaganya dan harus melayani suaminya pula.


Setelah itu dia ke kamar mandi dan membersihkan diri lalu mengganti bajunya dengan baju kantor. David mengecup kening Bella dengan penuh cinta, lalu melangkah pergi keluar untuk kembali ke rumah istri pertamanya.


Tengah malam Bella terbangun, dia membuka matanya dan mencari keberadaan David. Tidak ada di kamarnya. Hatinya merasa kecewa namun dia masih berpikir positif mungkin pria itu sedang berada di luar kamar.


Bella mengambil piyamanya dan memakai lalu berjalan keluar kamar tanpa alas kaki. Dia mencari di setiap ruangan yang ada namun pria itu tidak ada. Hati Bella hancur berkeping-keping. Dia merasa tidak ada harganya, dia bagai bunga yang diambil madunya dan ditinggal pergi begitu saja tanpa pamit atau mengucapkan satu kata pun.


Seharusnya dia telah mempersiapkan hatinya untuk ini namun dia sadar jika dia ingin David hanya untuknya.


***


Jangan cuma jadi pembaca bayangan. Beri like kalian, g bayar kok... cuma goyang jempol aja.


Vote yang belum!!! Maksa, iya ...

__ADS_1


Komentar ... wah aku sampai hafal siapa saja yang suka komentar. TERIMA KASIH banyak buat kalian semua yah...


__ADS_2