
"Di mana bagian mana saja David menyentuhmu?" tanya Cristian posesif. Dia kembali lagi menjadi Cristian yang dulu.
"Dia memeluk pinggangku dengan erat dan berdansa denganku. Kau bisa mengira sendiri apa yang telah disentuh olehnya," bisik Cinta di telinga Cristian.
Cristian mengeratkan giginya.
"Kenapa kau memperbolehkannya?"
"Aku menunggu kau datang dan marah?" Cinta menghentikan ucapannya menatap Cristian. Pria itu mengusap lembut pipi Cinta dengan ibu jarinya. "Namun kau membuatku lama menunggu hingga aku hampir putus asa tadi."
Cristian melihat kejujuran di mata Cinta. Dia lalu memeluk erat Cinta dan mencium bahu Cinta untuk mengirup aroma tubuh Cinta.
"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu," ucap Cinta serak.
"Aku membencimu dan sangat marah, terlalu marah hingga aku tidak sanggup melihatmu, karena rasa itu menyakiti hatiku sendiri," ungkap Cristian.
"Maaf, berilah aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya," ujar Cinta.
__ADS_1
Cristian merenggangkan pelukannya, "Bagaimana kau memperbaiki segala sesuatu yang telah kau rusak."
Cinta memeluk Cristian dan meletakkan kepalanya di dada Cristian. "Aku bukan tukang sulap yang bisa dengan mudah mengubah sesuatu dalam waktu sekejap saja. Tapi aku akan berusaha untuk membuat suasana rumah ini menjadi hangat, sama seperti ketika Tante Aura masih sehat."
"Memang kau mau menjadi istriku?"
"Itu jika kau menginginkannya. Jika tidak, bisa apa aku?"
"Buktikan dulu ucapanmu? Baru akan ku pikirkan, apa aku bisa menerimamu sebagai istriku?" Cinta melihat ke dalam manik mata Cristian yang berwarna cokelat.
"Sekarang sudah malam kau pasti lelah, tidurlah bersama Calesta," Cristian merenggangkan pelukannya. Dia merasa ini bukan saat yang tepat untuk mereka bisa bersama lagi seperti dulu. Cinta harus membuktikan ucapannya. Jangan sampai dia diperdaya dan wanita itu pergi membawa kabur Calesta lagi.
"Ini baju yang kubeli untukmu," kata Cristian menyerahkan paper bag itu pada Cinta.
"Kau benar-benar telah merencanakan ini sebelumnya?" Cinta mengambil paper bag itu dan melihat isinya. Baju dan dalaman ada di dalam sana.
"Calesta tidak mau makan selama dua hari, dia hanya menangis saja sepanjang hari usai melihatmu diusir dari rumah ini. Sebagai ayah aku tidak bisa apa-apa kecuali memenuhi permintaannya karena aku tidak ingin kejadian buruk menimpa anakku satu-satunya," jelas Cristian.
__ADS_1
"Apa itu hanya sebuah alasan atau kau ingin aku kembali ke hidupmu?" tanya Cinta lagi.
"Sudah kukatakan, walau aku merindukanmu tapi rasa benciku lebih besar dari rasa rinduku," jawab Cristian. Cinta hanya menunduk mendengar jawaban itu.
"Kau memang pantas untuk marah dan benci padaku. Aku menerimanya," ucap Cinta lalu membalikkan badannya beranjak pergi dari kamar Cristian.
Cristian tidak bisa memejamkan matanya barang sekejap pun setelah kejadian tadi. Dia lalu mengambil piyama dan bangkit berdiri. Pelan-pelan dia membuka pintu penghubung kamarnya dengan kamar Calesta.
Dia melihat Cinta sudah tertidur pulas memeluk Calesta. Hatinya menghangat melihat hal itu. Dia tersenyum. Dia lalu mendekati ranjang mereka dan berbaring di sisi Calesta yang lain.
Rasa kantuk lalu menyerangnya. Dia tertidur pulas bersama anak dan istrinya.
Cinta yang merasa ada pergerakan di tempat tidur lalu membuka matanya sedikit. Dia tersenyum samar ketika melihat Cristian berbaring bersama mereka, lalu dia menutup matanya lagi.
Baru kali ini Cristian bisa tertidur pulas selama bertahun-tahun. Sebelum ini dia hanya akan tertidur setelah mabuk karena minuman keras.
Tubuhnya terasa sangat segar. Dia mulai membuka matanya melihat ke sebelahnya, namun dia tidak menemukan mereka di tempat tidur itu. Pikiran buruk mulai menghantuinya.
__ADS_1
Dia lalu membuang selimut dan langsung pergi keluar dari kamar.