
"Terima kasih atas pengertian dan kebaikanmu semoga Tuhan membalasnya nanti dan kau dipenuhi berkah hidup bahagia dan keselamatan," doa Anton.
"Amin, aku pun berharap kau akan bahagia nantinya," kata David.
"Kira-kira siapa yang kau curigai telah membunuh Sofi?"
"Roni, kau harus berhati-hati padanya. Dia juga banyak menggelapkan uang perusahaan dan Sofi pernah menegurnya. Aku kira itu yang menjadi salah satu alasan Roni membunuhnya," kata Anton dengan penuh kebencian.
"Tapi Roni adalah orang terdekat Sofi dan satu-satunya anggota keluarga yang sangat perduli dan care padanya. Mereka bahkan terlihat lengket satu sama lain. Di mana ada Sofi disitu ada Roni," kata David yang setengah percaya dengan perkataan Anton. Dia hanya menguji kebenaran kata-kata Anton.
"Jika dia memang orang yang baik untuk Sofi, dia tidak akan menjerumuskannya ke dunia malam yang kelam. Dia mengajarinya minum, judi untung saja aku selalu menjaganya jika tidak dia akan bersama pria berbeda setiap harinya. Dia hanya butuh kasih sayang dan perhatian yang tidak pernah kau berikan selama ini," kata Anton lirih namun penuh emosi.
__ADS_1
"Tapi itu tidak memperbenarkannya untuk melakukan perselingkuhan di belakangku. Sebelum kau datang dia telah bersama pria lain sebelumnya bahkan ketika usia pernikahan kami baru seumur jagung dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya."
Perkataan David memukul keras perasaan Anton. Awal dia berhubungan dengan Sofi karena dia merasa simpati dan prihatin atas nasibnya. Wanita itu terlihat kesepian dan menyedihkan. Dia butuh teman bersandar dan Anton menyediakannya. Mulai dari teman curhat hingga teman ranjang hingga akhirnya Anton melamarnya namun berulang kali Sofi menolaknya. Dia mengatakan trauma terhadap ikatan pernikahan.
Anton mendesah. "Apapun yang ingin kau ceritakan tentang Sofi aku tidak ingin mendengarnya karena aku ingin mengenangnya dengan baik."
"Kau sangat mencintainya, mungkin jika dia masih hidup kalian bisa menikah setelah ini." David tidak ingin membuat Anton semakin terlihat terluka. Pria itu ingin menyimpan indah hubungannya dengan Sofi.
Anton menganggukkan kepalanya. Akhirnya waktu berkunjung telah usai dan David segera berpamitan padanya.
Mereka akhirnya sampai ke rumah Sofi. Suasana tampak sunyi dan mencekam karena tidak ada penghuni lagi semenjak polisi memasang policeline.
__ADS_1
"Dia mengatakan jika brangkas itu ada di kamarnya," instruksi David pada para petugas polisi.
Mereka lalu pergi ke kamar Sofi. Kondisi kamar petang sehingga mereka mencari saklar lampu dan mulai menyalakannya. Suasana terang seketika.
David lalu menunjuk ke arah foto Sofi yang terpasang di tembok.
"Katanya brangkas itu di letakkan di belakang foto Sofi mungkin berada di sana."
Para Polisi dan petugas forensik lalu mulai bergerak. Mereka mulai memakai sarung tangan dan mengeluarkan alat-alat penting." Mereka lalu mulai membuka foto itu dan melihat ada apa dibelakangnya. Nampak riuh suara orang-orang dan para wartawan yang sedang menunggu berita di depan rumah. Mereka antusias mengikuti perkembangan informasi yang ada guna menemukan titik terang pelaku pembunuh Sofi sebenarnya.. Karena berita ini sedang menjadi trend center di berbagai berita media elektronik dan on line.
"Lihat, di sini memang ada brangkasnya!" teriak salah seorang petugas polisi. Mereka lalu bernafas lega dan mulai menelitinya. Ketika mereka mulai antusias memeriksa brangkas dan mencoba membukanya, David mendapatkan suatu pesan dari Bella. David tersenyum senang ketika membukanya.
__ADS_1
Tubuhnya tiba-tiba membeku seketika, handphone terlepas dari tangan dan terjatuh ke lantai.
"Ada apa Tuan David?" tanya Elang padanya. David hanya mengusap wajahnya yang keluar keringat dingin dia nampak bingung untuk menjawab semuanya.