Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Serakah


__ADS_3

Tidak ada yang baik-baik saja. Semuanya terasa berat ketika seseorang yang kita sayangi tiba-tiba pergi meninggalkan kita tanpa kejelasan dan memberi kita waktu untuk menerangkan semuanya.


Sebuah penyesalan yang Kris rasakan ketika dia telah ditinggal pergi oleh Dara. Sunyi, sepi, dan merana. Tidak ada lagi suara riang tawanya, tidak ada lagi bau harum tubuhnya dan tidak ada lagi kehangatan yang selalu dia berikan.


Kris memang telah tiga kali hidup dengan wanita berbeda tetapi baru dengan Dara dia merasakan sesuatu yang berbeda. Rasa dibutuhkan, diperhatikan dan disayangi lebih tepatnya dicintai. Dara selalu berusaha melakukan yang terbaik untuknya, selalu tersenyum walau tingkahnya terkadang menyebalkan dan selalu melayani kebutuhannya layaknya seorang istri.


Tidak ada yang bisa dikeluhkan dari sikap Dara sehingga Kris berpikir tidak akan bisa menemukan wanita lain yang lebih baik dari dirinya.


Kris menatap jauh ke depan. Dua jam lagi pernikahannya, dan seharusnya dia telah mempersiapkan semuanya dengan matang. Mempersiapkan hati dan jiwanya untuk ini.


Dia akan menikahi seorang wanita dari keturunan ningrat dan kaya raya. Putri idaman sang kakek. Dia tidak bisa berkelakuan seperti ayah yang menikahi ibunya, seorang wanita biasa dan meninggalkan keluarga serta tanggung jawab demi cintanya. Bukan dia menyalahkan ayahnya tetapi dia tidak ingin ada wanita atau anak lain yang bernasib sama seperti dirinya dulu.


Mungkin jika Dara masih ada didekatnya dia pun bisa melakukan hal gila itu tetapi Dara telah meninggalkannya dan dia juga tidak bisa meninggalkan semua yang dia capai selama ini dengan kerja kerasnya.


Dia tidak bisa membakar obsesinya hanya untuk sebuah cinta karena cinta pada sang ibu lebih besar dari pada cintanya pada siapapun. Dia sudah terlalu rindu bertemu dengan ibunya dan dia akan mencari dan menemui ibunya ketika dia sudah dinyatakan sebagai pewaris sah Danuraja.

__ADS_1


"Kau siap!" ucap Sang Kakek menepuk bahu belakang Kris. Kris menganggukkan kepalanya.


"Aku bangga padamu, kau memang seperti Danuraja sejati selalu tidak pernah membuatku kecewa," kata Wasesa, kakek Kris.


Kris hanya bisa tersenyum. Mereka lalu berjalan menuju ke ruang basemen bawah tanah, tempat mobil diparkirkan.


"Setelah ini kakek janji akan menjadikanmu salah satu CEO di salah satu perusahaan kakek."


Kris hanya tersenyum saja menanggapi perkataan kakeknya.


Mereka lalu masuk ke dalam mobil pengantin yang telah disiapkan. Kris menatap ke arah jalanan berharap dia melihat sekilas bayangan Dara. Namun, semuanya hanya angan-angan saja.


Gedung yang mereka sewa telah disulap menjadi acara resepsi pernikahan yang mewah. Kris dan Sheila telah menikah sebelumnya di rumah Sheila namun mereka berpisah setelah akad. Sheila berkilah ingin bersama keluarganya terlebih dahulu sebelum acara resepsi pernikahan.


Kris lalu langsung menuju ke dalam gedung. Di sana Sheila sudah menunggu di ujung karpet merah yang terbentang hingga ke depan panggung yang sengaja di desain khusus untuk pernikahan ini.

__ADS_1


Kris menarik nafasnya dalam. Dalam hati kecilnya dia berkata jika saja di depan sana adalah Dara mungkin dia akan merasa bahagia


Namun, pada kenyataannya yang ada di sana adalah wanita lain. Wanita yang baru di temuinya beberapa kali dan lalu sekarang telah sah menjadi istrinya.


Anna adalah wanita cantik dan sangat modis, dia juga masuk dalam jajaran pengusaha wanita muda yang berhasil dan menjadi kebanggaan bagi negeri ini. Seharusnya Kris bangga dan bahagia mempunyainya tetapi entah mengapa dia merasa pilihan kakeknya ini tidak cocok untuknya.


"Kita akan menikah tapi jangan pernah membatasi pekerjaanku karena itu adalah prioritas hidupku," ucap Sheila ketika mereka berbicara sebelum pernikahan itu terjadi.


Sifat Sheila yang angkuh dan ingin menang sendiri terasa sangat memuakkan untuk Kris. Dia merasa menemukan dirinya yang lain dalam bentuk wanita. Kris yakin sepanjang pernikahan mereka nanti akan disertai dengan pertengkaran dan perdebatan.


Sheila bukan wanita yang mau mengalah demi apapun karenanya itu diusia yang sudah menginjak 33 tahun (lebih tua dari Kris tiga tahun) masih belum menikah juga. Mungkin tidak ada pria yang tahan bersanding hidup dengannya. Pikir Kris.


Jika Kris tidak didesak oleh kakeknya, dia pun enggan untuk menikah dengan Sheila.


"Kau bisa mencari wanita cantik manapun tetapi kau harus mencari istri yang bisa mendorong hidupmu ke depannya agar lebih mapan dan sukses. Sheila adalah wanita itu. Hidupmu akan lebih maju bersama dengan Sheila. Wanita lain hanya sebagai simpanan saja yang akan menyenangkan hatimu tetapi tidak untuk kau nikahi secara sah!" nasihat kakeknya.

__ADS_1


Nasihat kakeknya sebelum dia bertemu Dara sebelum hatinya merasa kehilangan seseorang yang sangat berharga. Dia berpikir dia bisa bersama Dara setelah menikah dengan Sheila. Serakah. Kini keserakahan itu malah berujung derita.


"Hati yang hancur biarlah hancur sekalian," batin Kris. "Dara, pintaku pada Sang kuasa cuma satu, 'semoga hanya aku pria yang akan memilikimu' karena aku tidak rela jika nantinya aku melihatmu hidup bahagia dengan pria lain."


__ADS_2